Comscore Tracker

Kasus Pencurian Kucing Peliharaan Meningkat Tajam di Inggris

Kucing perlu pasang microchip

London, IDN Times - Kasus pencurian hewan peliharaan khususnya kucing dilaporkan telah meningkat tajam di Inggris selama masa pandemi COVID-19 berlangsung. Data dari polisi bahkan menunjukkan bahwa jumlah kucing yang dicuri naik hampir tiga kali lipat dalam lima tahun terakhir dan menyentuh 12,3 persen pada tahun lalu.

Demi memerangi aktivitas pasa gelap, jutaan pemilik kucing di negara itu pun kini diminta untuk melakukan prosedur penanaman microchip pada kucing mereka dengan cara yang sama seperti anjing. Bila sampai menolak, pemilik kabarnya akan dikenakan denda hingga 500 pound sterling (setara Rp10 juta), berdasarkan rencana baru yang tengah disusun oleh pemerintah.

1. Kucing perlu pasang microchip demi keamanan

Kasus Pencurian Kucing Peliharaan Meningkat Tajam di InggrisPotret lima anak kucing. Sumber: Unsplash.com/The Lucky Neko

Menurut laporan dari The Telegraph, tindakan penanaman microchip dimaksudkan untuk melacak dan mengidentifikasi para kucing jika seandainya mereka dicuri atau dijual. Metode itu sedang diperkenalkan oleh Satgas Kementerian sebagai bagian dalam memerangi pasar gelap yang berkembang terhadap kasus pencurian hewan peliharaan.

Berdasarkan keterangan dari Stefan Blakiston Moore, seorang petugas advokasi pemerintah untuk Cats Protection, saat ini di seluruh Inggris masih ada sekitar 2,6 juta kucing yang tidak menggunakan microchip. Risikonya adalah ketika hilang atau dicuri, itu dapat mempersulit para kucing tersebut agar dapat kembali ke pemiliknya. Cats Protection sendiri telah bertahun-tahun mengampanyekan pentingnya microchip dilakukan terhadap kucing dan berharap agar rencana itu dapat membawa perubahan positif kedepannya.

2. Pencurian hewan peliharaan meningkat di masa pandemi

Kasus Pencurian Kucing Peliharaan Meningkat Tajam di InggrisPotret wajah seekor kucing. Sumber: Unsplash.com/Miron Cristina

Dilansir dari The Guardian, meningkatnya jumlah pencurian hewan peliharaan terjadi dikala biaya untuk membeli hewan peliharaan juga ikut mengalami peningkatan. Mengingat harga membeli kucing cukup bervariasi dengan ras termahal bahkan mencapai 2.000 pound sterling (sekitar Rp40,2 juta), 'bisnis pasar gelap' itupun dinilai cukup menggiurkan bagi sebagian orang, khususnya di masa pandemi. 

Seperti halnya kucing, anjing juga turut mengalami peningkatan pencurian. Bahkan pada tahun 2020 lalu, jumlah pencurian itu dilaporkan menyentuh angka hingga 2.438 kasus.

Baca Juga: 5 Fakta Oncilla, Ras Kucing Liar yang Disebut Sebagai Kucing Harimau

3. Larangan membeli hewan peliharaan dengan uang tunai

Kasus Pencurian Kucing Peliharaan Meningkat Tajam di InggrisPotret kucing dan anjing. Sumber: Unsplash.com/Krista Mangulsone

Selain penanaman microchip, para menteri di Inggris juga sedang mempertimbangkan larangan pembelian hewan peliharaan secara tunai karena metode dengan transaksi bank dinilai dapat lebih mempermudah pelacakan. Para pencuri juga diharapkan dapat menerima hukuman yang lebih berat atas perbuatan yang dilakukan, mengingat saat ini hukuman yang berlaku dirasa terlalu ringan.

Hal itu disampaikan oleh Sir Iain Duncan Smith, mantan pemimpin partai Konservatif, yang berkata bahwa banyak orang rela mengambil risiko hukuman mencuri hewan karena itu tidak seberapa bila dibandingkan dengan hasil yang didapatkan. "Mereka akan bertaruh bahwa jika mereka dapat menghasilkan 15 ribu pound sterling (Rp 301,5 juta) dalam sehari, maka denda 250 pound sterling (Rp5 juta) bukanlah masalah,"ungkapnya.

Calledasia Photo Verified Writer Calledasia

Broken crayons can still colour

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya