Comscore Tracker

Kentut di Depan Polisi, Pria Austria Didenda

'Tabu sosial' berujung konsekuensi finansial

Vienna, IDN Times - Seorang pria di Austria sempat menjadi sorotan luas pada bulan Juni tahun lalu karena menerima hukuman akibat mengeluarkan kentutnya dihadapan petugas kepolisian. Tidak terima karena harus didenda hingga 500 euro (sekitar Rp8,7 juta), pada hari Minggu kemarin (11/04) kasusnya pun dibawa ke pengadilan dan ia memberikan pembelaan terkait tindakan yang disebutnya sebagai bentuk "kebebasan dalam berekspresi".

1. Polisi anggap kentut itu disengaja

Kentut di Depan Polisi, Pria Austria DidendaGambar pria diborgol. Sumber: Pixabay.com/4711018

Kasus yang menimpa seorang pria di Austria berusia 22 tahun itu awalnya terjadi pada tanggal 5 Juni 2020 silam. Pada saat itu, si pria yang tengah duduk di taman dengan temannya dihampiri polisi yang sedang melakukan pemeriksaan identitas rutin. Merasa keberatan dengan kehadiran petugas, si pria lantas mengangkat pantatnya dari posisi duduk dan dengan sedikit menegang, ia lalu mengeluarkan bunyi kentut.

Teman-temannya pun lantas menertawakan dan membuat lelucon atas kejadian itu, sementara ia disebut sempat menyeringai menatap polisi seolah berhasil menunjukkan 'hiburan' menarik. Polisi kemudian mendenda si pria dengan alasan tindakan itu disengaja dan bahwa ia telah berperilaku "secara provokatif dan tidak kooperatif" bahkan sebelum insiden terjadi.

2. Terduga sebut kentut merupakan "kebebasan berekspresi"

Kentut di Depan Polisi, Pria Austria DidendaIlustrasi asap. Sumber: Pixabay.com/Free-Photos

Menurut surat kabar Austria Der Standard yang dilansir oleh Vice, di pengadilan Minggu lalu (11/04) si pria berkata bahwa kentut yang terjadi pada saat itu hanyalah lelucon kekanakan dan bukan ditujukan dengan sengaja kepada polisi. Ia lantas berpendapat bahwa sekalipun seandainya disengaja, maka itu adalah bagian dari hak dasarnya untuk kebebasan dalam berekspresi.

Sayang, hakim tidak termakan oleh argumen tersebut dan sebaliknya memaparkan penilaian hukum yang mendetail terkait kentut dan sendawa yang dapat menyebabkan 'ketidaksesuaian sosial', serta tidak dapat dianggap sebagai 'konten komunikatif' karena secara harfiah tidaklah mengandung ucapan. Hakim juga menambahkan bahwa meskipun seandainya kentut dapat masuk sebagai bagian dari 'bentuk ekspresi', itu tetap melampaui batas kesopanan dan akan sangat memalukan bagi siapapun yang mencoba melakukan aksi yang sama.

Baca Juga: AS: Protes Ricuh Usai Polisi Tembak Pria Kulit Hitam

3. Akan perjuangkan prinsip

Kentut di Depan Polisi, Pria Austria DidendaGambar seorang polisi. Sumber: Unsplash.com/King's Church International

Meski menolak argumen, hakim pada akhirnya menunjukkan simpati dengan mengurangi tuntutan denda dari jumlah 500 euro menjadi 100 euro (sekitar Rp1,7 juta), mengingat situasi keuangan dan fakta tidak adanya catatan kriminal yang pernah dilakukan.

Namun dalam wawancara dengan media lokal Wina Kurier, pengacara si pria, Matec Zenz, mengungkapkan bahwa kliennya tidak akan menyerah dan akan kembali mengajukan banding atas keputusan tersebut di pengadilan konstitusi Austria selanjutnya. Menurutnya, mendapatkan hukuman akibat kentut adalah hal sepele, tetapi prinsip-lah yang harus diperjuangkan.

Baca Juga: Penembakan Pria Kulit Hitam, Polisi AS Anggap Itu Kecelakaan

Calledasia Photo Verified Writer Calledasia

Broken crayons can still colour

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya