Comscore Tracker

Mesir Temukan Sarkofagus Berusia 2.500 Tahun Dalam Kondisi Bagus

Penemuan terjadi disaat negara kembali buka akses pariwisata

Kairo, IDN times -  Para arkeolog Mesir mengumumkan telah menemukan lebih dari selusin peti mati berusia sekitar 2.500 tahun yang diyakini menyimpan mumi manusia didalamnya. 

Penemuan itu terjadi setelah penggalian sedalam 11 meter dilakukan di bawah kaki Saqqara, sebuah situs kuno yang terletak 20 mil di selatan ibu kota Kairo, melansir dari pernyataan Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir pada 10 September, 2020.

1. Peti mati yang ditemukan masih dalam kondisi bagus 

Ketika ditemukan, ke-13 peti mati  tersebut berada dalam posisi bertumpuk satu sama lain di dalam sumur sedalam hampir 40 kaki. Menurut pernyataannya, kondisi kesemua peti mati itu tampak terawat dengan sangat baik sehingga detail desain dan warna aslinya masih dapat terlihat jelas.

Dalam video yang dibagikan secara resmi, salah satu arkeolog mengatakan itu adalah penemuan unik yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Sementara Menteri Pariwisata dan Purbakala Mesir, Khaled El-Enany, menuliskan dalam sebuah postingan di twitter bahwa menyaksikan penemuan itu telah menghasilkan sebuah perasaan bahagia yang tidak dapat terlukiskan.

Wilayah Saqqara di Mesir merupakan sebuah kawasan situs pemakaman kuno berusia sekitar 3.000 tahun. Para arkeolog pun telah banyak menemukan makam bangsawan kelas atas di sana, bersamaan pula dengan barang-barang antik serta hewan-hewan yang di mumi-kan. 

2. Penemuan peti mumi di Mesir telah terjadi secara beruntun sejak bulan April lalu 

Mesir Temukan Sarkofagus Berusia 2.500 Tahun Dalam Kondisi BagusFoto menampakkan proses ketika penemuan peti mati. DIunggah di Facebook Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir pada 6 September,2020. Facebook.com/@moantiquities

Penemuan kuno terbaru ini mengikuti jejak penemuan lainnya yang telah terjadi di Saqqara sejak awal tahun 2020. Melansir dari CNN, pada bulan April lalu, para arkeolog berhasil menemukan empat peti mati berisi mumi bersama dengan lima sarkofagus batu kapur di sebuah lubang pemakaman kuno yang membentang sembilan meter di bawah tanah.

Dalam penggalian, serangkaian artefak kecil seperti 365 patung ushabti faience juga ikut ditemukan dan beberapa di antaranya bertuliskan hieroglif. Ushabti sendiri merupakan sebuah patung kecil yang biasa dikuburkan di sebuah pemakaman Mesir kuno. Ada juga obelisk kayu kecil setinggi 40cm yang dilukis dengan menampilkan sosok Isis, Nephthys, hingga Horus, salah satu dewa Mesir kuno yang paling terkenal. 

Lebih lanjut pada 24 April silam, Kementerian Pariwisata dan Purbakala turut mengumumkan penemuan mumi yang berasal dari dinasti ke-17 Mesir, dalam sebuah misi arkeologi gabungan Mesir-Spanyol di wilayah Draa Abul Naga, selatan Mesir.

Mumi itu merupakan sosok seorang wanita muda yang diyakini berusia antara 15-16 tahun dan dimakamkan dengan mengenakan perhiasan mewah berbahan kaca biru, kuarsa, dan batu kecubung. Ia juga dimakamkan dengan sandal kulit merah dengan dua mumi kucing diletakkan di dekatnya.

3. Penemuan peti mumi yang terbaru ini terjadi tepat saat pariwisata mesir kembali dibuka

Mesir Temukan Sarkofagus Berusia 2.500 Tahun Dalam Kondisi BagusFoto menampilkan peti mati dari dekat. Diunggah di Facebook Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir, pada 6 September,2020. Facebook.com/@moantiquities

Sementara itu, penemuan paling baru yang diumumkan di awal bulan September ini, terjadi hanya berselang seminggu setelah negara Mesir kembali membuka situs arkeologi dan museum untuk para wisatawan. Sebelumnya pada Maret, pariwisata di negara itu terpaksa ditutup akibat COVID-19 yang memuncak secara global.

Pariwisata adalah salah satu sumber pendapatan utama di Mesir, dimana pada tahun lalu ekonomi mengalami peningkatan akibat kebangkitan kunjungan dari wisatawan yang menyentuh sekitar 10,8 juta orang, menurut laporan dari pemerintah. Mesir pun kemudian menargetkan tercapainya 12 juta turis tahun ini, tetapi pandemi telah menghambat total jalannya rencana tersebut. Keputusan untuk melanjutkan pariwisata kemudian datang sehubungan dengan prosedur pengetatan dan kontrol untuk membatasi penyebaran COVID-19, melalui metode tes PCR yang akan dilakukan dalam 72 jam untuk semua warga Mesir dan orang asing yang ingin memasuki tanah tersebut, tulis Gulf News pada 22 Agustus, 2020.

Baca Juga: 12 Mumi Paling Terkenal di Dunia, Ada yang Tubuhnya Seperti Baru Wafat

Calledasia Photo Verified Writer Calledasia

Broken crayons can still colour

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya