Comscore Tracker

Panik COVID-19, Kerusuhan Massal Sebabkan Kematian di Penjara Kolombia

Jumlah korban tewas melebihi kematian akibat Coronavirus

Bogota, IDN Times - Meledaknya wabah virus corona telah menimbulkan keresahan dan kekhawatiran di berbagai belahan dunia. Dengan semakin banyak jumlah orang yang terjangkit virus, seolah memberi ketidakpastian akan kapan wabah pandemi ini dapat segera berakhir.

Sementara masyarakat dari segala elemen diminta untuk tetap tenang, kerusuhan justru terjadi di penjara La Modelo yang terletak di ibu kota Bogota, Kolombia, akibat kepanikan para penghuni tahanan terhadap virus tersebut.

1. Pemerintah konfirmasi 23 nyawa melayang dan tak sedikit yang alami cedera serius

Panik COVID-19, Kerusuhan Massal Sebabkan Kematian di Penjara KolombiaBerbanding terbalik dengan pernyataan pemerintah, para tahanan membentangkan spanduk sehari setelah kerusuhan bertuliskan "mas de 30 muertos" yang berarti "lebih dari 30 orang tewas". (Twitter.com/EEopinion)

Dilansir dari Reuters, selama akhir pekan lalu (22/03), 13 penjara yang tersebar di Kolombia mengalami kerusuhan massal oleh para tahanan. Berdasarkan pernyataan dari pemerintah Kolombia, aksi tersebut menyebabkan setidaknya 23 nyawa narapidana melayang dan 83 lainnya terluka parah. Korban yang berjatuhan pun secara keseluruhan datang dari penjara La Modelo yang berada di ibukota Bogota.

Aksi tersebut dimulai setelah sebelumnya para tahanan melayangkan  protes keras kepada pemerintah akan kurangnya sanitasi dan kebersihan di dalam penjara yang penuh sesak dan melebihi kapasitas seharusnya.

Para napi khawatir hal tersebut akan mempercepat tersebarnya virus COVID-19 diantara para tahanan. Mereka juga menilai bahwa pemerintah tidak melakukan upaya cukup dalam melindungi penjara dari penyebaran virus dengan minimnya informasi yang diberikan.

Baca Juga: Positif COVID-19, Pangeran Charles dan Istri Diisolasi di Skotlandia

2. Pemerintah tolak klaim masalah sanitasi dan sebut aksi narapidana sebagai upaya untuk kabur secara massal

Panik COVID-19, Kerusuhan Massal Sebabkan Kematian di Penjara KolombiaKeluarga dan kerabat berusaha meminta informasi dari petugas keamanan akan kondisi anggota keluarga mereka yang terlibat kerusuhan. (Twitter.com/ELTIEMPO)

Sementara itu, menteri kehakiman Margarita Cabello merilis pernyataan resmi melalui sebuah video dan menyatakan aksi kerusuhan tersebut merupakan "kriminalitas serta upaya pelarian para narapidana secara massal yang telah berhasil digagalkan oleh pihak berwenang".

Lebih lanjut, dirinya menolak klaim terkait permasalahan sanitasi yang dituduhkan para tahanan. "Tidak ada masalah sanitasi yang dapat menyebabkan rencana dan  kerusuhan ini. Bahkan tidak ada satu pun tahanan, sipir, ataupun staf administrasi yang memiliki Coronavirus," tutur Cabello. 

Hingga selasa (24/03), Kolombia mencatatkan 378 kasus masyarakat yang terjangkit virus corona dengan 3 diantaranya meninggal dunia.

3. Kerusuhan penjara juga terjadi di beberapa negara lainnya

Panik COVID-19, Kerusuhan Massal Sebabkan Kematian di Penjara KolombiaKerabat dari para tahanan dan mereka yang bertugas di penjara berkumpul usai mendengar kabar kerusuhan yang terjadi di penjara La Modelo, Bogota, Kolombia, pada 22 Maret 2020. Twitter.com/ELTIEMPO

Tidak hanya di Kolombia, aksi rusuh massal di penjara akibat wabah COVID-19 juga sempat terjadi di beberapa negara lainnya. Dikutip dari The New York Times, di Venezuela tercatat ada setidaknya 10 tahanan yang tewas akibat rusuh dan beberapa narapidana lainnya berhasil melarikan diri.

Sementara di Brazil, pada selasa (17/3) pekan lalu, kerusuhan di empat penjara Sao Paulo telah menyebabkan pelarian ratusan tahanan. Kerusuhan tersebut terjadi pada saat pejabat pemerintah menangguhkan izin cuti sementara dari 34.000 tahanan demi mencegah penyebaran virus corona dibalik jeruji. Sehari setelahnya, pemerintah menyebutkan bahwa 720 tahanan pelarian telah berhasil ditangkap kembali, namun tidak ada kepastian berapa sebenarnya jumlah pasti dari narapidana yang kabur.

Para tahanan di negara Perancis juga telah melakukan protes selama beberapa waktu terakhir, dimana mereka menunjukkan keberatan terhadap keputusan pemerintah yang menunjukkan langkah-langkah pengurungan ketat dan membatasi akses kunjungan dari luar dengan menangguhkan hak kunjungan keluarga. 

Baca Juga: Kena Dampak COVID-19 Paling Parah di Benua, Afrika Selatan Lockdown

Calledasia Photo Verified Writer Calledasia

Broken crayons can still colour

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya
  • Ernia Karina

Berita Terkini Lainnya