Comscore Tracker

Akhir Penyanderaan di Sinagoge Texas yang Tuntut Lady Al Qaeda Bebas

Pelaku penyanderaan tersebut dikabarkan telah tewas

Texas, IDN Times - Sebanyak empat orang sandera yang berada di dalam rumah ibadah Sinagoge Beth, rumah ibadah umat Yahudi, telah berhasil dibebaskan dalam keadaan tanpa cedera sama sekali pada Sabtu (15/1/2022) waktu setempat. Pelaku penyanderaan tersebut dikabarkan telah tewas.

Dilansir The Guardian, peristiwa itu terjadi selama ibadah daring secara langsung dari layanan Shabbat di sinagoge. Siaran langsung tersebut terputus sekitar pukul 14.00 siang waktu setempat.

Departemen Kepolisian di Texas pertama kali merespons panggilan darurat yang dimulai sekitar pukul 10.41 waktu setempat dengan meluncurkan tim SWAT. Polisi tiba sekitar pukul 12.30 siang.

Negosiator FBI segera membuka kontak dengan pria pelaku penyanderaan tersebut. Pria itu mengatakan dia ingin berbicara dengan seorang perempuan yang ditahan di penjara federal.

Baca Juga: Teroris Bersenjata Sandera 4 Orang di Sinagoge Yahudi Texas

1. Penyandera menuntut pembebasan ahli saraf Pakistan yang dikenal sebagai Lady Al-Qaeda

Dalam siaran langsung tersebut, penyandera terdengar menuntut pembebasan seorang ahli saraf Pakistan yang dicurigai memiliki hubungan dengan Al Qaeda, Aafia Siddiqui. Perempuan yang dijuluki Lady Al Qaeda itu dihukum karena mencoba membunuh perwira militer AS saat berada dalam tahanan di Afghanistan. Saat ini, Siddiqui berada di penjara federal di Texas.

Sebelum siaran langsung berakhir, seorang pria terdengar mengoceh dan berbicara tentang agama serta saudara perempuannya. Pria itu terdengar berulang kali mengatakan dia tidak ingin melihat siapa pun terluka dan dia yakin dia akan mati.

Baca Juga: Mali Minta Petinggi Muslim Mulai Negosiasi dengan Al Qaeda

2. Dewan Hubungan Amerika-Islam mengutuk serangan itu terjadi

Salah seorang anggota jemaat bernama Barry Klompus mengatakan bahwa dia telah diberitahu tentang situasi tersebut oleh jemaat lainnya. Dia pun dengan cepat beralih ke siaran langsung tersebut. Ia mengatakan mendengar dan menonton siaran langsung tersebut berlangsung mengerikan dan jauh lebih mengerikan dari sebelumnya.

Warga Texas lainnya, Victoria Francis, mengatakan bahwa dia menonton sekitar 1 jam dari
siaran langsung sebelum terputus. Dia mengakui telah mendengar pria itu marah-marah terhadap AS dan mengklaim bahwa dia memiliki bom.

Kelompok Advokasi Muslim terbesar di AS, Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), mengutuk serangan tersebut pada Sabtu sore waktu setempat.

"Serangan antisemitisme terbaru di rumah ibadah ini adalah tindakan kejahatan yang tidak
dapat diterima. Kami berdiri dalam solidaritas dengan komunitas Yahudi," ungkap pernyataan dari Wakil Direktur Nasional CAIR, Edward Ahmed Mitchell, yang dilansir dari The Guardian.

FBI mengatakan pria bersenjata itu secara khusus berfokus pada masalah yang tidak terkait langsung dengan komunitas Yahudi.

Agen khusus FBI yang bertanggung jawab, Matt DeSarno, mengatakan bahwa tidak ada indikasi langsung bahwa pria itu memiliki hubungan dengan rencana yang lebih luas, tetapi penyelidikan FBI akan memiliki jangkauan global.

3. Presiden AS memuji tindakan berani dari petugas penegak hukum setempat

Akhir Penyanderaan di Sinagoge Texas yang Tuntut Lady Al Qaeda BebasPresiden Amerika Serikat, Joe Biden. (Instagram.com/potus)

Presiden AS, Joe Biden, yang diberi pengarahan tentang krisis yang terjadi, memuji pekerjaan berani dari petugas penegak hukum negara bagian, lokal, dan federal setempat dalam membebaskan para sandera.

"Saya berterima kasih atas kerja keras penegak hukum di semua tingkatan yang bertindak
kooperatif dan tanpa rasa takut untuk menyelamatkan para sandera," ungkap pernyataan dari Presiden AS yang dilansir dari Al Jazeera.

Ia menambahkan masih banyak yang akan dipelajari di hari-hari mendatang mengenai motivasi penyandera serta pihaknya akan menentang antisemitisme dan melawan kebangkitan ekstremisme di negara ini.

Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, berterima kasih kepada penegak hukum AS setelah situasi penyanderaan berakhir.

Jemaat Sinagoga Beth Israel dimulai pada 1998 lalu sebagai chavurah atau sekelompok kecil orang Yahudi yang berkumpul untuk kebaktian doa. Kelompok ini mendirikan sinagoga di Colleyville pada 1999 lalu dan pindah ke lokasinya saat ini pada tahun 2005 lalu. Colleyville merupakan kota berpenduduk sekitar 23 ribu orang, terletak tidak jauh dari bandara internasional Dallas-Fort Worth.

Christ Bastian Waruwu Photo Verified Writer Christ Bastian Waruwu

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya