Comscore Tracker

AS-Inggris-Australia Bersatu Bentuk Pakta Aukus Untuk Hadapai China

Australia akan memiliki kapal selam bertenaga nuklir

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) bersama Inggris dan Australia pada Rabu (15/9) membentuk pakta keamanan sebagai upaya menghadapi China.

Hal itu dilakukan untuk memperkuat stabilitas di kawasan Indo-Pasifik saat China semakin memperluas kekuatan dan pengaruh militernya.

1. Dikenal dengan istilah Pakta Aukus

Dilansir dari BBC, kemitraan ini memungkinkan Australia untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir untuk pertama kalinya.

Kerja sama yang dikenal sebagai Pakta Aukus akan mencakup kecerdasan buatan, teknologi kuantum, dan dunia maya. Pakta Aukus hadir sebagai tanggapan tiga negara besar yang khawatir dengan ekspansi militer China di kawasan Indo-Pasifik. 

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, mengatakan tim dari tiga negara akan menyusun rencana bersama selama 18 bulan ke depan untuk merakit armada kapal bertenaga yang akan dibangun di Adelaide, Australia.

Proyek ini akan menjadikan Australia sebagai negara ketujuh di dunia yang memiliki kapal selam yang digerakkan reaktor nuklir.

Morrison menjelaskan, pakta ini akan mencakup pemeriksaan intensif tentang apa yang perlu dilakukan untuk melaksanakan tanggung jawab pengelolaan nuklir di Australia, yang mengacu pada kewajiban perjanjian internasional tentang penanganan bahan bakar nuklir.

Sebagai hasil dari pakta tersebut, Australia telah membatalkan kesepakatan untuk membangun kapal selam yang dirancang Prancis.

Sebelumnya, Prancis memenangkan kontrak sebesar 50 miliar dolar Australia (sekitar Rp521,4 triliun) untuk membangun 12 kapal selam bakal Angkatan Laut Australia pada 2016 lalu. Kesepakatan itu merupakan kontrak pertahanan terbesar sepanjang sejarah Negeri Kanguru.

Baca Juga: Australia Terbukti Bantu CIA dalam Kudeta Militer Chile 1973

2. Kebijakan militer AS dan Inggris terbaru setelah menarik pasukan dari Afghanistan

Pakta Aukus terbentuk setelah AS dan Inggris mengakhiri misi 20 tahunnya di Afghanistan, sebuah keputusan yang menurut Presiden AS Joe Biden memungkinkan Washington untuk lebih fokus menghadapi ancaman dari China dan Rusia. 

Menurut Biden, Pakta Aukus merupakan langkah bersejarah lainnya untuk memperdalam dan meresmikan kerja sama di antara tiga negara. Baik AS, Inggris, dan Australia menyadari urgensi perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik dalam jangka panjang. 

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, menyebut tiga negara sebagai sekutu alami walaupun terpisah geografis. Johnson yakin aliansi akan menciptakan kemitraan pertahanan baru dan mendorong lapangan kerja serta kemakmuran.

Beralih ke rencana pembangunan kapal selam Australia, Johnson mengatakan ini akan menjadi salah satu proyek yang paling kompleks di dunia, yang berlangsung selama beberapa dekade dan membutuhkan teknologi paling canggih.

Seorang pejabat senior AS menggambarkan perjanjian itu sebagai keputusan yang akan mengikat Australia dengan Inggris selama beberapa generasi ke depan. 

Pihak Australia menegaskan bahwa mereka tidak berniat mengejar senjata nuklir dan berjanji tetap mematuhi Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT). Tetapi, para kritikus mengatakan, Pakta Aukus secara tidak langsung akan memicu perlombaan senjata. 

Pengembangan kapal selam bertenaga nuklir, yang didukung dengan bantuan uranium, akan memakan waktu bertahun-tahun atau mungkin satu dekade.

Baca Juga: Dubes China Dilarang Hadiri Parlemen Inggris

3. Sekitar bulan Juli 2021 lalu, kapal induk Inggris tiba di Laut Cina Selatan yang memicu kecaman dari China

AS-Inggris-Australia Bersatu Bentuk Pakta Aukus Untuk Hadapai ChinaKapal induk Inggris, HMS Queen Elizabeth. (Twitter.com/matsucyg_photo)

Pada Juli 2021 lalu, kapal induk baru Inggris, HMS Queen Elizabeth, tiba di Laut Cina Selatan, titik yang menjadi pusat ketegangan antara AS-China. Pejabat senior AS menyarankan Inggris untuk memainkan peran lebih di perairan tersebut.  

Sebelumnya, AS hanya berbagi teknologi propulsi nuklirnya dengan Inggris, dalam pengaturan sejak tahun 1958 lalu, tetapi pejabat senior AS mengatakan Pakta Aukus adalah situasi yang unik.

Tenaga nuklir akan memungkinkan kapal selam serang Australia untuk tetap berada di laut selama 5 bulan dan beroperasi lebih tenang dibandingkan kapal bertenaga diesel kelas Collins yang ada di negara itu, memungkinkan mereka untuk menghindari deteksi musuh dengan lebih baik.

Perjanjian tersebut memungkinkan banyak negara mengembangkan senjata non-nuklir  tapi digerakkan dengan nuklir, sekaligus untuk menghapus bahan fisil yang mereka butuhkan untuk reaktor kapal selama dari persediaan dipantau oleh pengawas global, Badan Energi Atom Internasional, yang membuka kemungkinan itu bisa dialihkan ke membuat senjata.

Australia akan menjadi negara pertama yang memanfaatkan celah tersebut.

Christ Bastian Waruwu Photo Verified Writer Christ Bastian Waruwu

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Vanny El Rahman

Berita Terkini Lainnya