Comscore Tracker

AS-Taiwan Sepakat Tanda Tangani Perjanjian Kerja Sama 5 Tahun

Tujuannya untuk membangun hubungan bersejarah kedua negara

Taipei, IDN Times - Amerika Serikat dan Taiwan akhirnya menandatangai perjanjian kerjasama selama 5 tahun ke depan dalam pertemuan tingkat tinggi mereka. Tujuannya untuk membangun hubungan bersejarah serta nilai-nilai demokrasi bersama antara kedua negara. Bagaimana awal ceritanya?

1. Kedua negara ini bekerja sama di bidang kesehatan, teknologi, dan keamanan

AS-Taiwan Sepakat Tanda Tangani Perjanjian Kerja Sama 5 TahunPenandatanganan kerja sama antara Amerika Serikat dan Taiwan pada hari Sabtu, 21 November 2020. (Twitter.com/State_E)

Dilansir dari The Guardian, Amerika Serikat dan Taiwan telah menandatangi perjanjian kerjasama mereka selama 5 tahun ke depan di bidang kesehatan, teknologi, dan keamanan. Pembicaraan yang diadakan di tengah masa transisi kepresidenan Amerika Serikat yang kontroversial serta ketegangan regional yang tinggi dengan Tiongkok. Pada pertemuan ini dipimpin oleh Wakil Menteri Ekonomi Taiwan, Chen Chern-chyi, dan Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Keith Kratch.

Para pejabat senior kedua negara ini akhirnya bertemu untuk pertama kalinya dalam perjanjian kedua negara yang bersejarah ini. Kedua belah pihak membentuk kelompok kerja tentang keamanan kesehatan global, sains dan teknologi, keamanan 5G dan telekomunikasi, rantai pasokan, pemberdayaan ekonomi perempuan, kerjasama infrastruktur, serta investasi. Tak hanya itu saja, para pejabat juga menekankan potensi kerjasama dalam penelitian dan pengembangan kesehatan, yang merupakan prioritas kontribusi Taiwan pada rantai pasokan semikonduktor.

2. Menteri Luar Negeri Taiwan berharap Joe Biden mendukung hubungan kerjasama kedua negara ini

AS-Taiwan Sepakat Tanda Tangani Perjanjian Kerja Sama 5 TahunMenteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu, mewakili pemerintah Taiwan untuk berkunjung ke Tainan pada tanggal 20 November 2020. (Twitter.com/MOFA_Taiwan)

Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu, mengatakan bahwa pihaknya mengharapkan Presiden Amerika Serikat terpilih, Joe Biden, untuk mendukung perjanjian bilatreal yang telah lama dinanti, mengingat dukungan bipartisan untuk langkah di antara para legislator di Washington, D.C, Amerka Serikat. Bulan Oktober 2020 lalu, ajudan utama Biden, Frank Jannuzi, mengatakan pihaknya harus memprioritaskan negosiasi perdagangan bebas dengan Taiwan untuk mendorong negara lain seperti Inggris, Jepang, dan Uni Eropa.

Pembuat chip dengan kontrak terbesar di dunia, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co., mengumumkan rencana tahun ini untuk membangun pabrik semikonduktor senilai 12 miliar dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp170,1 triliun di Arizona, Ameirka Serikat, di mana menurut Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, menilai akan meningkatkan kemandirian ekonomi Amerika Serikat dari Tiongkok.

Baca Juga: Amerika Serikat Setujui Jual Senjata ke Taiwan Senilai Rp26 Triliun

3. Reaksi Tiongkok setelah mendengar kesepakatan ini

AS-Taiwan Sepakat Tanda Tangani Perjanjian Kerja Sama 5 TahunJuru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian, memberikan apresiasi kepada Pakistan dalam penanggulangan terorisme. (Twitter.com/zlj517)

Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian, telah memperingatkan Amerika Serikat untuk sepenuhnya memahami sensitivitas tinggi dari pertanyaan Taiwan dan menuntutnya segera menghentikan semua hubungan dan interaksi resmi. Pihak Tiongkok menganggap Taiwan sebagai provinsi yang harus dibawa kembali, jika perlu dengan cara kekerasan. Sejak Tsai Ing-wen menjadi Presiden Taiwan, pihak Tiongkok telah melobi agar Taiwan dikeluarkan dari badan internasional seperti World Health Assembly dan untuk beberapa negara tersisa yang mengakui kedaulatan Taiwan.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Taiwan mengatakan pihaknya kecil kemungkinan untuk bisa bergabung dengan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) mengingat keberadaan Tiongkok dalam perjanjian tersebut. Ada yang menilai pembicaraan tersebut merupakan aksi politik "beracun" atau "buangan RCEP", meski pihak pemerintah Taiwan bereaksi cepat dengan membantah tudingan tersebut.

Baca Juga: Tiongkok Kembali Kirim Pesawat Tempur dan Pembom ke Perbatasan Taiwan

Christ Bastian Waruwu Photo Verified Writer Christ Bastian Waruwu

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya