Comscore Tracker

Coba Kabur, 10 Demonstran Hong Kong Dipenjara 3 Tahun

Mereka terlibat sebagai aktivis pro-demokrasi Hong Kong

Hong Kong, IDN Times - Sebanyak 10 orang demonstran, yang tak lain adalah aktivis pro-demokrasi Hong Kong, karena mencoba kabur akhirnya mendapatkan vonis penjara hingga 3 tahun. Mereka terlibat dalam serangkaian protes besar-besaran menuntut adanya reformasi di Hong Kong. Bagaimana awal ceritanya?

1. Para demonstran di bawah umur dibebaskan tanpa diberikan dakwaan

Coba Kabur, 10 Demonstran Hong Kong Dipenjara 3 TahunIlustrasi buku dan palu pengadilan. (Pixabay.com/succo)

Dilansir dari The Guardian, sebanyak 10 orang demonstran yang mencoba melarikan diri ke Taiwan dijatuhi hukuman di pengadilan Tiongkok hingga 3 tahun penjara, sementara 2 orang anak di bawah umur akan dikembalikan ke rumah masing-masing tanpa dakwaan. Pada hari Rabu, 30 Desember 2020, waktu setempat, pengadilan rakyat Yantian memerintahkan kelompok tersebut untuk menjalani berbagai hukuman antara 7 bulan hingga 3 tahun penjara.

Dari 2 orang diantaranya yang mengatur penyeberangan perbatasan ilegal, 1 orang dijatuhi hukuman 3 tahun penjara dan denda sebesar 20.000 yuan atau setara dengan Rp43,1 juta, sedangkan yang lainnya masing-masing 2 tahun dan denda sebesar 15.000 yuan atau setara dengan Rp32,3 juta. Sebanyak 8 orang tersisa semuanya dituduh secara ilegal melintasi perbatasan dipenjara selama 7 bulan dan didenda sebesar 10.000 yuan atau setara dengan Rp21.5 juta.

Semua anggota kelompok tersebut diyakini telah mengaku bersalah pada persidangan yang digelar hari Senin, 28 Desember 2020, lalu yang digelar secara tertutup karena para diplomat dan pers asing ditolak dari ruang sidang.

2. Penangkapan terhadap para aktivis ini menjadi titik nyala pro-demokrasi Hong Kong

Coba Kabur, 10 Demonstran Hong Kong Dipenjara 3 TahunSuasana saat protes besar-besaran yang terjadi di Hong Kong. (Twitter.com/KanekoaTheGreat)

Pemerintah Hong Kong mengatakan saat itu pihak berwenang menunjukkan kapal itu meninggalkan Po Toi O dan menyeberang ke wilayah daratan setengah jam kemudian, di mana kapal itu dicegat 26 mil laut di luar perairan Hong Kong. Namun, dengan sedikit rincian yang diberikan oleh pihak berwenang Tiongkok, kecurigaan tetap ada bahwa kapal itu belum berada di perairan Tiongkok. Kelompok itu dibawa ke Shenzhen dan keluarga mereka serta pihak berwenang Hong Kong tidak diberi tahu sampai beberapa hari kemudian.

Menurut kerabat mereka, mereka dilarang menghubungi dunia luar, tidak diberikan pengobatan, dan pengacara pilihan mereka ditolak akses masuk. Pengacara lainnya menuduh pihak berwenang telah mencoba menekan mereka agar tidak mewakili klien mereka. Di bulan November 2020 lalu, keluarga menerima surat dari para tahanan tetapi isinya hanya menambah kekhawatiran mereka.

Baru pada pertengahan Desember 2020 lalu, dua orang dituduh atau mengatur penyeberangan perbatasan secara ilegal, delapan lainnya melakukannya. Dua dari kelompok itu adalah anak di bawah umur, dan sementara pihak berwenang mengatakan kasus mereka akan disidangkan dalam sesi tertutup di kemudian hari dan pada hari Rabu, 30 Desember 2020, terungkap bahwa mereka malah akan dikembalikan ke Hong Kong.

Penangkapan tersebut menjadi titik nyala bagi gerakan pro-demokrasi Hong Kong, yang saat ini dan masih menjadi sasaran utama pihak berwenang. Sejak diberlakukannya undang-undang keamanan nasional pada bulan Juni 2020 lalu, puluhan orang telah ditangkap dan beberapa aktivis terkenal dipenjara atau terpaksa mengasingkan diri.

Baca Juga: Aktivis Demokrasi Hong Kong, Jimmy Lai, Didakwa Kasus Penipuan

3. Sekelompok anggota keluarga nyatakan proses pengadilan terhadap para demonstran jadi bukti nyata dari penganiayaan politik yang kejam

Coba Kabur, 10 Demonstran Hong Kong Dipenjara 3 TahunIlustrasi palu pengadilan. (Pixabay.com/Daniel_B_photos)

Dalam sebuah pernyataan, pihak keluarga demonstran menilai proses pengadilan tersebut menjadi bukti nyata dari penganiayaan politik yang dinilai kejam. Akibatnya, kasus penahanan para demonstran ini mengundang kecaman keras dari pemerintah luar negeri yang mengkritik tindakan keras Tiongkok di Hong Kong. Seorang juru bicara dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Tiongkok menyerukan segera dilakukannya pembebasan para aktivis dan yang dianggap sebuah kejahatan adalah melarikan diri dari negara tirani.

Seorang juru bicara Uni Eropa mengatakan hak para terdakwa atas pengadilan yang adil tidak dihormati. Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab, mengatakan bahwa dia merasa sangat prihatin atas proses peradilan yang dilakukannya. Menanggap tuduhan tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian, mengatakan bahwa Amerika Serikat harus berhenti mencampuri urusan dalam negeri dan proses peradilan di Tiongkok.

Sebelumnya, pada hari Selasa, 29 November 2020 lalu, seorang aktivis bernama Tony Chang mendapatkan hukuman 4 bulan penjara karena dinilai melanggar hukum dan menghina bendera nasional Tiongkok saat itu.

Baca Juga: Aktivis Demokrasi Hong Kong, Jimmy Lai, Didakwa Kasus Penipuan

Christ Bastian Waruwu Photo Verified Writer Christ Bastian Waruwu

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya