Comscore Tracker

Dosis Ketiga Pfizer Dinilai Melindungi dari Varian Delta

Pfizer meminta persetujuan regulator untuk vaksin booster

New York, IDN Times - Vaksin buatan perusahaan Pfizer dinilai sangat melindungi terhadap varian Delta, yang saat ini sedang menyebar luas di beberapa negara di dunia. Pihak Pfizer sendiri telah meminta persetujuan regulator setempat untuk dilakukan pemberian vaksin booster. Bagaimana awal ceritanya?

1. Data tersebut telah diunggah sebagai bagian dari presentasi perusahaan  

Dosis Ketiga Pfizer Dinilai Melindungi dari Varian DeltaIlustrasi vaksin COVID-19. (Pixabay.com/spencerbdavis1)

Dilansir dari Independent.co.uk, vaksin Pfizer tetap sangat melindungi selama setidaknya 6 bulan setelah diberikan dosis kedua dan dosis ketiga sangat meningkatkan perlindungan terhadap varian Delta. Temuan ini diungkapkan oleh Pfizer dan mitranya, BioNTech, saat mereka mengumumkan rencana untuk meminta persetujuan regulator untuk vaksin booster. Data telah diposting secara online sebagai bagian dari presentasi perusahaan dan belum menjalani tinjauan ilmiah.

Pada data tersebut menunjukkan tingkat antibodi yang menargetkan varian Delta tumbuh 5 kali lipat pada orang berusia 18-55 tahun yang mendapatkan dosis ketiga vaksin. Di antara orang berusia 65-85 tahun menunjukkan bahwa tingkat antibodi terhadap varian Delta tumbuh 11 kali lipat lebih banyak ketimbang setelah dosis kedua. Data yang melibatkan tes terhadap 23 orang belum ditinjau atau dipublikasikan.

Tidak jelas apakah tingkat antibodi yang ditingkatkan benar-benar berkolerasi dengan perlindungan yang lebih baik atau apakah perlindungan ekstra itu bahkan diperlukan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat mengatakan vaksin saat ini melindungi orang dengan baik terhadap semua varian umum.

2. Awal bulan Juli 2021 lalu, pihak Pfizer melihat berkurangnya kekebalan vaksin terhadap COVID-19

Dosis Ketiga Pfizer Dinilai Melindungi dari Varian DeltaIlustrasi pemberian vaksin COVID-19. (Pixabay.com/kfuhlert)

Pada awal bulan Juli 2021 lalu, Pfizer mengumumkan telah melihat berkurangnya kekebalan vaksin COVID-19, dengan mengatakan sedang meningkatkan upayanya untuk
mengembangkan dosis ketiga yang akan melindungi orang dari varian. Perusahaan juga menetapkan akan mencari otorisasi penggunaan darurat di bawah Administrasi Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat untuk dosis ketiga pada bulan Agustus 2021 ini. Tetapi dalam langkah yang tidak biasa, pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) dan CDC mengatakan pada saat itu orang Amerika Serikat belum membutuhkan dosis ketiga serta bahwa tidak bergantung pada perusahaan sendiri untuk memutuskan kapan dosis tambahan mungkin diperlukan.

Ahli bedah umum Amerika Serikat, Dr. Vivek Murthy, mengulangi hal itu pada hari yang sama dengan mengatakan bahwa orang-orang tidak perlu keluar dan mendapatkan vaksin booster. Tak hanya itu, juga ada lebih banyak sistem kekebalan daripada antibodi, misalnya para ahli mengatakan masih belum jelas bagaimana tingkat antibodi berkorelasi dengan kekebalan dunia nyata serta sejauh mana bagian lain dari sistem kekebalan, seperti sel B dan sel T, dapat menjadi faktor perlindungan. Pihak Pfizer akan segera mengirimkan data vaksin dosis ketiga ke pihak FDA serta Pfizer juga mengatakan telah mengantisipasi
pengiriman data dosis ketiga vaksin COVID-19 ke FDA pada bulan Agustus 2021 ini.

Baca Juga: Pfizer Raup Rp113 Triliun dari Penjualan Vaksin COVID-19 di Q2

3. Murthy mempertanyakan apakah etis merekomendasikan vaksin ketiga di samping negara-negara berkembang mengalami kekurangan vaksin 

Dosis Ketiga Pfizer Dinilai Melindungi dari Varian DeltaIlustrasi vaksin COVID-19. (Pixabay.com/MasterTux)

Murthy mengatakan lembaga pemerintah akan melihat seluruh luasnya data yang akan datang dari perusahaan, yang akan datang dari kelompok yang saat ini diikuti oleh CDC, di mana mereka melacak apakah ada penurunan kekebalan atau peningkatan terobosan tarif. Ia juga mempertanyakan apakah etis untuk direkomendasikan vaksin ketiga sementara ada kekurangan pasokan vaksin utama di negara berkembang adalah pertanyaan kritis karena kemampuan untuk mengurangi kemungkinan varian di masa depan.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa pihaknya sebagai sebuah negara yang memiliki kepentingan untuk membuat seluruh dunia telah divaksinasi. Itulah salah satu alasan dirinya mengapa pihaknya tidak ingin harus memilih antara memberikan vaksin booster kepada para populasi di Amerika Serikat, jika diperlukan, serta memvaksinasi seluruh dunia. Hal inilah yang menjadikan alasan mengapa Amerika Serikat memastikan meningkatkan kapasitas produksi di negara lain, di mana bekerja sama dengan perusahaan vaksin seperti Pfizer dan Moderna untuk memastikan mereka memproduksi lebih banyak untuk seluruh dunia serta menyumbangkan kelebihan pasokan ke negara lain.

Baca Juga: Studi: Kombo Vaksin AstraZeneca-Pfizer Perkuat Antibodi Lawan COVID-19

Christ Bastian Waruwu Photo Verified Writer Christ Bastian Waruwu

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya