Comscore Tracker

Gubernur Kentucky Tandatangani UU Larangan Ketukan oleh Polisi

Hal ini dilatarbelakangi oleh kasus Breonna Taylor

Kentucky, IDN Times - Gubernur Kentucky, Andy Beshear, secara resmi menandatangani RUU menjadi undang-undang yang melarang adanya penggunaan ketukan ketika polisi sedang melakukan penggerebekan pada hari Jumat, 9 April 2021, waktu setempat. Penandatanganan undang-undang tersebut dilatarbelakangi atas kasus yang menimpa Breonna Taylor pada tahun 2020 lalu. Bagaimana awal ceritanya?

1. Bagi Beshear, undang-undang ini akan menyelamatkan nyawa dan menggerakan ke arah yang benar

Gubernur Kentucky Tandatangani UU Larangan Ketukan oleh PolisiGubernur Kentucky, Andy Beshear. (Instagram.com/govandybeshear)

Dilansir dari Aljazeera.com, undang-undang baru ini merupakan tanggapan atas kematian seorang wanita kulit hitam bernama Breonna Taylor, di mana ia tewas ditembak oleh polisi selama penggerebekan kasus narkoba pada bulan Maret 2020 lalu. Menurut Beshear, ini merupakan perubahan yang berarti serta akan menyelamatkan banyak nyawa dan menggerakan kita ke arah yang benar. Penandatanganan undang-undang tersebut dihadiri oleh ibu dari Breonna Taylor, Tamika Palmer, yang begitu terharu menyaksikan diberlakukannya undang-undang itu di Kentucky Center for African American Heritage di Louisville, Amerika Serikat.

Beshear juga memastikan bahwa dia menandatangani undang-undang baru tersebut untuk memastikan tidak ada ibu lain yang mengalami rasa sakit seperti yang dialami oleh Tamika Palmer. Dalam undang-undang baru tersebut berisikan membatasi pencarian tanpa adanya ketukan oleh para petugas polisi pada kasus-kasus yang melibatkan kejahatan kekerasan seperti pembunuhan, pemerkosaan, dan penyerangan serta pelarangan penggerebekan antara pukul 10 malam hingga 6 pagi waktu setempat. Ini bukan larangan penuh atas taktik polisi yang dicari oleh keluarga Taylor.

2. Surat perintah tersebut menjelaskan harus dilaksanakan oleh tim tanggapan khusus yang sudah terlatih

Gubernur Kentucky Tandatangani UU Larangan Ketukan oleh PolisiIlustrasi petugas polisi. (Pixabay.com/parameciorecords)

Surat perintah yang baru diberlakukan ini harus dilaksanakan oleh tim tanggapan yang sudah terlatih secara khusus dengan dilengkapi oleh kamera yang dikenakan di tubuh dan lambang pengenal yang jelas. Pihak kantor Gubernur Kentucky mencatat bahwa dengan populasi kurang dari 90 ribu bisa mendapatkan pengecualian yang disetujui oleh pengadilan. Keluarga dari Taylor serta para pendukung keadilan rasial terus mendorong akuntabilitas dan keadilan dalam kasus ini.

Sponsor utama RUU DPR atas nama Taylor dari partai Demokrat di Louisville, Attica Scott, menguraikan beberapa perbedaan antara dua undang-undang tersebut. Selain surat perintah larangan mengetuk, RUU DPR mengamanatkan pengujian alkohol dan obat-obatan terhadap petugas yang terlibat dalam peristiwa tragis atas nama "Hukum Breonna untuk Kentucky". Versi Senat Amerika Serikat mengizinkan surat perintah larangan mengetuk dalam situasi tertentu dan tidak termausk ketentuan pengujian zat atau referensi apapun kepada Taylor.

Baca Juga: Setahun Kasus Breonna Taylor, Ratusan Orang Berkumpul

3. Peristiwa terhadap Breonna Taylor menggemparkan Amerika Serikat pada saat itu

Gubernur Kentucky Tandatangani UU Larangan Ketukan oleh PolisiPara pendukung gerakan anti rasial. (Pixabay.com/UnratedStudio)

Peristiwa yang menimpa Breonna Taylor terungkap selama penggerebekan narkotika yang gagal, ketika para petugas polisi memaksa masuk ke apartemen tempat tinggalnya pada waktu malam hari tanggal 13 Maret 2020 lalu. Taylor bukanlah target penggerebekan dan tersangka yang dicari polisi tidak ada di dalam rumahnya. Setahun setelah peristiwa tersebut, tidak ada petugas yang menembakkan menggunakan senjata dinas mereka dengan total sebanyak 32 peluru, menghadapi tuntutan pidana langsung atas pembunuhan terhadap Taylor.

Setidaknya ada 3 petugas polisi yang terkait dengan penggerebekan itu sudah dipecat dari kepolisian. Pada bulan September 2020 lalu, kota Louisville mengumumkan penyelesaian 12 juta dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp175,4 miliar dalam gugatan kematian yang diajukan oleh keluarga Taylor sehingga mencakup juga beberapa reformasi di kepolisian. Walikota Louisville, Greg Fischer, mengatakan kematiannya telah memicu gerakan di Louisville dan bangsa untuk keadilan rasial dengan mengirim ribuan orang ke jalan-jalan dan kota-kota di seluruh negara bagian dan Amerika Serikat serta semua berteriak demi keadilan untuk Taylor.

Baca Juga: Polisi yang Terlibat Kasus Breonna Taylor Lakukan Pelecehan Seksual

Christ Bastian Waruwu Photo Verified Writer Christ Bastian Waruwu

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya