Jalani Banyak Kegiatan, Menkes Inggris Positif COVID-19

Ia diketahui memiliki gejala-gejala ringan sebelum positif

London, IDN Times - Menteri Kesehatan Inggris, Sajid Javid, terinfeksi positif COVID-19 pada hari Sabtu, 17 Juli 2021, waktu setempat setelah pekan ini menjalani banyak kegiatan. Ia diketahui memiliki gejala-gejala ringan sebelum diketahui positif COVID-19. Bagaimana awal ceritanya?

1. Pengumuman tersebut membuat siapa saja yang melakukan kontak dengan Javid dalam 48 jam harus menjalani isolasi mandiri 

Dilansir dari The Guardian, Sajid Javid menjalani isolasi mandiri pada hari Sabtu, 17 Juli 2021, waktu setempat setelah dinyatakan positif COVID-19, ketika para pemimpin kesehatan masyarakat senior dari seluruh Inggris menuduh Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, membiarkan COVID-19 dengan melonggarkan aturan pembatasan. Javid yang sudah mendapatkan vaksinasi lengkap itu mengalami gejala ringan dan memastikan hasil tes aliran lateral dengan tes PCR yang menunjukkan hasil positif. Hal ini menciptakan sakit kepala bagi Perdana Menteri Inggris.

Di bawah aturan pengujian dan penelusuran, siapa pun yang telah melakukan kontak dengan Javid dalam 48 jam sebelumnya harus menjalani isolasi mandiri. Johnson diyakini telah bertemu dengan Menteri Kesehatan Inggris di Downing Street pada hari Jumat, 16 Juli 2021, lalu dan itu akan membuat Johnson berada dalam posisi tidak nyaman menghabiskan apa yang disebut "hari kebebasan". Ia juga mungkin dapat menghindari isolasi mandiri jika dia telah mengambil bagian dalam sistem percontohan yang memungkinkan orang untuk bekerja dengan mengikuti tes harian.

2. Beberapa hari lalu, Javid berkunjung ke panti jompo Aashna House

Jalani Banyak Kegiatan, Menkes Inggris Positif COVID-19Menteri Kesehatan Inggris, Sajid Javid (kanan). (Instagram.com/sajidjavidmp)

Javid sendiri mengikuti banyak kegiatan pada pekan ini, di mana salah satunya pada hari Selasa, 13 Juli 2021, lalu telah mengunjungi panti jompo Aashna House di Streatham, London, Inggris serta ia mengatakan ingin berterima kasih kepada staf panti jompo serta staf di seluruh Inggris atas pekerjaan luar biasa yang telah mereka lakukan. Dia berkata bahwa pekerjaan mereka cukup sulit di masa normal, tetapi selama masa pandemi, itu jauh lebih sulit. Javid juga menambahkan bahwa reformasi di sektor perawatan sosial akan menjadi prioritas besar baginya.

Kegiatan Javid selama pekan ini:

  • Senin (12 Juli 2021): membuat pernyataan di Commons mengenai tindakan terbaru
    terhadap wabah COVID-19.
  • Selasa (13 Juli 2021): mengunjungi panti jompo di Stretaham, London bagian selatan.
  • Rabu (14 Juli 2021): Berbicara di Commons mengenai RUU Kesehatan dan Perawatan.
  • Jumat (16 Juli 2021): Javid meninggalkan Number 10 Downing Street.
  • Sabtu (17 Juli 2021): Mengungkapkan bahwa dia telah dites positif COVID-19 dan memilih menjalani isolasi mandiri di rumah.

Sebelumnya, Javid mengikuti vaksinasi pertama pada tanggal 17 Maret 2021 lalu menggunakan vaksin buatan AstraZeneca serta vaksinasi kedua dilakukan pada tanggal 16 Mei 2021 lalu. Sementara vaksin COVID-19 tidak 100 persen efektif dalam mencegah infeksi, orang yang divaksinasi lengkap cenderung tidak mengalami gejala parah bahwa jika mereka dites positif.

Baca Juga: Lambat Tangani Pandemik, Cummings Salahkan PM dan Menkes Inggris

3. Jumlah kasus COVID-19 di Inggris sampai saat ini 

Jalani Banyak Kegiatan, Menkes Inggris Positif COVID-19Suasana di sekitar wilayah Manchester, Inggris. (Pixabay.com/Maxpinsoo)

Jumlah kasus COVID-19 di Inggris sampai hari Sabtu, 17 Juli 2021, waktu setempat mencapai angka 5.386.340 kasus dengan rincian 128.683 kasus berakhir meninggal dunia serta 4.390.942 kasus berakhir sembuh. Di hari yang sama, Inggris mengalami penambahan kasus baru sebanyak 54.674 kasus dengan rincian 41 kasus berakhir meninggal dunia. Ini merupakan hari kedua berturut-turut Inggris mencatat lebih dari 50 ribu kasus harian, angka yang tidak tercapai sejak pertengahan Januari 2021 lalu.

Skotlandia akan pindah ke level nol pembatasan COVID-19 pada hari Senin, 19 Juli 2021, ini yang berarti pub dan restoran dapat buka hingga tengah malam waktu setempat. Namun, batasan pertemuan di luar ruangan akan tetap ada, kembalinya pekerja ke kantor akan ditunda, serta masker masih wajib dikenakan. Sebagian besar aturan COVID-19 di Wales juga akan dihapus mulai tanggal 7 Agustus 2021 ini, tetapi penggunaan masker masih bersifat wajib di sebagian besar tempat umum dan transportasi umum.

Di Irlandia Utara, pembatasan akan dilonggarkan lebih lanjut pada tanggal 26 Juli 2021 ini jika disetujui pada peninjauan tanggal 22 Juli 2021 ini.

Baca Juga: Inggris akan Larang 'Operasi Selaput Dara'

Christ Bastian Waruwu Photo Verified Writer Christ Bastian Waruwu

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya