Comscore Tracker

Jerman Cabut Larangan Kedatangan Turis dari 5 Negara

Turis yang sudah divaksinasi tidak diwajibkan karantina

Berlin, IDN Times - Jerman akhirnya mencabut larangan kedatangan turis dari Inggris dan 4 negara lain terkait COVID-19 pada hari Senin, 5 Juli 2021, waktu setempat. Turis yang sudah divaksinasi tidak diwajibkan mengikuti karantina. Bagaimana awal ceritanya?

1. Kelima negara yang disebutkan sampai saat ini masih digolongkan sebagai "daerah varian virus" 

Jerman Cabut Larangan Kedatangan Turis dari 5 NegaraSuasana di sekitar wilayah Frankfurt, Jerman. (Pixabay.com/LNLNLN)

Dilansir dari BBC, Jerman mencabut larangan kedatangan turis dari Inggris dan 4 negara lainnya yang terkena varian COVID-19. Pembatasan yang juga berlaku untuk para turis dari Portugal, Rusia, India, dan Nepal akan dilonggarkan mulai hari Rabu, 7 Juli 2021, ini. Turis yang sudah mendapatkan vaksinasi lengkap juga tidak akan diwajibkan mengikuti aturan karantina.

Namun, orang yang masih belum divaksinasi masih akan diminta untuk dikarantina selama 10 hari, dengan opsi untuk mengakhiri karantina mereka lebih awal dengan tes negatif pada hari ke-5. Kelima negara yang disebutkan tadi hingga sekarang masih digolongkan sebagai "daerah varian virus" karena penyebaran varian Delta dan Delta Plus yang pertama kali ditemukan di India. Meskipun warga negara lain dan warga Jerman dibebaskan dari larangan tersebut, mereka juga diharuskan untuk dikarantina selama 14 hari ketika mereka tiba di negara lain.

Menurut Robert Koch Institute (RKI), negara-negara itu saat ini akan direklarifikasi sebagai "daerah dengan insiden tinggi".

2. Secara total, Jerman membagi ke dalam tiga kategori risiko 

Jerman Cabut Larangan Kedatangan Turis dari 5 NegaraIlustrasi virus COVID-19. (Pixabay.com/fernandozhiminaicela)

Pekan lalu, Kanselir Jerman, Angela Merkel, menyarankan agar Jerman segera melonggarkan aturan perjalanan bagi turis yang datang dari Inggris karena varian Delta tersebar luas di kedua negara itu. Ia mengatakan bahwa pihaknya berpikir di waktu ke depan mereka yang telah menerima vaksinasi lengkap akan sesuai dengan klasifikasi yang dibuatnya, dapat melakukan perjalanan lagi tanpa harus dikarantina

Secara total, Jerman memiliki tiga kategori risiko, yakni varian virus, insiden tinggi, dan area risiko dasar. India diklasifikasikan sebagai daerah varian virus pada akhir Apri 2021 lalu, diikuti oleh Nepal dan Inggris pada Mei 2021 lalu. Kedua negara Uni Eropa, Portugal dan Rusia, ditambahkan ke daftar tersebut pada tanggal 29 Juni 2021 lalu.

Pada kategori risiko COVID-19 tertinggi untuk varian virus, berlaku pembatasan masuk secara drastis, dengan aturannya adalah:

  • Perusahaan penerbangan, bus, dan kereta api tidak diizinkan untuk mengangkut
    orang dari daerah varian virus ke Jerman kecuali mereka adalah warga negara
    Jerman atau memiliki tempat tinggal di Jerman.
  • Siapa pun yang memasuki Jerman dari daerah varian virus harus dikarantina selama 14 hari, bahkan jika dia telah divaksinasi penuh atau pulih dari COVID-19.

Sebelumnya pada bulan Juni 2021 lalu, KTT Uni Eropa di Brussels, Belgia, Merkel telah mendorong sia-sia untuk aturan perjalanan umum di Uni Eropa yang mengekang penyebaran varian Delta. Namun, para ahli mengatakan varian ini juga tersebar luas di Jerman, bahkan jika angka kasus di Jerman secara signifikan lebih rendah dibandingkan di Portugal dan Inggris. Dengan penurunan peringkat 5 negara tersebut, jumlah "area varian virus" di seluruh dunia turun dari 16 menjadi 11 dan diantara negara-negara yang tersisa dalam kategori risiko tertinggi adalah Brasil, Uruguay, Afrika Selatan, dan beberapa negara lain di Afrika.

Baca Juga: Vaksin Jerman, CureVac Punya Hasil Efikasi 48 Persen

3. Inggris juga akan membuka kembali Terminal 3 pada bulan Juli 2021 ini

Jerman Cabut Larangan Kedatangan Turis dari 5 NegaraSuasana di sekitar Bandara Heathrow, Inggris. (Instagram.com/heathrow_airport)

Begitu juga dengan Inggris, di mana Bandara Heathrow akan membuka kembali Terminal 3 bulan Juli 2021 ini karena Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, berjanji untuk memulai perjalanan musim panas dengan meluncurkan rencana bagi para wisatawan untuk menghindari karantina. Kepala Eksekutif Bandara Heathrow, John Holland-Kaye, mengatakan akan membuka kembali terminal tersebut setelah setahun lamanya terhenti untuk memenuhi lonjakan permintaan yang diharapkan ketika pemerintah Inggris memberikan izin untuk rencana perjalanan luar negeri bagi warga negara Inggris yang divaksinasi lengkap.

Para menteri setempat ingin mengizinkan para wisatawan (termasuk anak-anak) untuk dapat terbang ke negara-negara dengan daftar kuning tanpa harus dikarantina mulai 19 Juli 2021 ini, hari yang sama ketika pembatasan domestik dicabut dan pada waktunya untuk memulai sebagian besar liburan sekolah. Bandara juga telah kembali beroperasi normal dengan dua landasan pacu setelah hampir setahun lamanya, sebelum meningkatnya permintaan. Para turis Inggris masih diharapkan untuk menjalani tes sebelum berangkat kembali ke inggris dari negara daftar kuning dan membayar tes PCR pada atau sebelum hari kedua kedatangan mereka.

Namun, ini akan membebaskan mereka dari karantina selama 10 hari, yang secara efektif mengubah negara-negara kuning menjadi hijau dan membuka sebagian besar pasar utama di Eropa termasuk Paris, Spanyol, Yunani, Portugal, dan Italia (meskipun memerlukan isolasi diri selama 5 hari).

Baca Juga: Jerman Telah Menarik Mundur Seluruh Pasukannya dari Afganistan

Christ Bastian Waruwu Photo Verified Writer Christ Bastian Waruwu

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya