Kanada Jadi Negara Barat Pertama yang Dengar Rekaman Kasus Khashoggi

Dari mana asal rekaman tersebut?

Paris, Perancis, IDN Times - Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, mengaku bahwa ia sudah gimemiliki rekaman kasus pembunuhan terhadap seorang wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi. Kanada menjadi negara pertama Barat yang telah mendengarkan rekaman tersebut dan konon terjadi di konsulat Arab Saudi di Istanbul. Bagaimana awal ceritanya?

1. Trudeau saat ini sedang berada di Paris

Kanada Jadi Negara Barat Pertama yang Dengar Rekaman Kasus Khashoggitwitter.com/FRANCE24

Dilansir dari CNN, Justin Trudeau sedang berada di Paris untuk memperingati berakhirnya Perang Dunia I. Namun saat di Paris, Trudeau menerima rekaman mengenai kasus pembunuhan terhadap wartawan Jamal Khashoggi. Pihak agen-agen Kanada sendiri sudah mendengarkan terlebih dahulu, sedangkan Trudeau sendiri masih belum. 

"Kami terus terlibat dengan sekutu kami dalam penyelidikan pertanggungjawaban atas pembunuhan Jamal Khashoggi, dan kami sedang berdiskusi dengan sekutu kami yang berpikiran sama seperti langkah selanjutnya menuju Arab Saudi," ungkap Trudeau seperti yang dikutip dari CNN

Kini, Trudeau sedang menghadapi panggilan dimana telah membatalkan kesepakatan senjata senilai 13 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 193,1 triliun dengan Arab Saudi untuk tank dan berbagai kendaraan tempur lapis baja.

2. Hubungan antara Kanada dengan Arab Saudi terlihat tegang

Kanada Jadi Negara Barat Pertama yang Dengar Rekaman Kasus Khashoggitwitter.com/anadoluagency

Hubungan antara Arab Saudi dengan Kanada sendiri masih terlihat tegang ditambah dengan penyelidikan kasus ini. Pada bulan Agustus 2018 lalu, Arab Saudi menuduh Kanada telah melanggar kedaulatannya dan membekukan perdagangan baru setelah para pejabat Kanada menyerukan pembebasan masyarakat sipil yang ditahan dan aktivis hak-hak perempuan. 

Sedangkan Amerika Serikat sendiri belum mengetahui apakah pihaknya telah menerima rekaman dan menteri luar negeri Perancis mengatakan tidak memiliki satu pun hal-hal yang diketahui sejauh ini.

Baca Juga: Reporter Turki Sebut Ini Kalimat Terakhir Khashoggi Sebelum Tewas

3. Bagaimana dengan negara-negara lainnya?

Kanada Jadi Negara Barat Pertama yang Dengar Rekaman Kasus Khashoggitwitter.com/AJEnglish

Pemerintah Turki mengaku sudah memberikan salinan rekaman tersebut kepada Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan Arab Saudi. Akan tetapi, menteri luar negeri Perancis, Jean-Yves Le Drian menentang pernyataan Turki yang telah menerima rekaman audio dari konsulat dan menuduh pemimpin Turki itu telah merencanakan "permainan politik". "Kebenaran belum keluar. Kami ingin tahu kebenaran, keadaan kematiannya dan identitas para pelaku. Kemudian kami akan mengambil tindakan yang diperlukan. Jika presiden Turki memiliki informasi untuk memberi kami, dia harus memberikannya kepada kami. Untuk saat ini, aku tidak tahu tentang itu," ungkap Jean-Yves Le Drian seperti yang dikutip dari BBC

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut epiosde ini sebagai "kegagalan total" tetapi telah menghadapi kritik tajam karena lemah pada kerajaan atas pembunuhan Khashoggi yang dinilai menunjukkan keenganan untuk menjatuhkan sanksi pada Arab Saudi atas kasus ini. Sedangkan untuk jaksa Arab Saudi mengatakan pihak Turki telah memberikan informasi yang menunjukkan bahwa pembunuhan tersebut telah direncanakan, sementara menteri luar negeri Arab Saudi dan menteri energi telah menjelaskan kasus ini sebagai pembunuhan. 

Dengan demikian, tanda tanya besar mengenai kasus ini masih belum menemui titik terang untuk mencari siapa dalang di balik kasus ini sebenarnya meski Turki sempat menuding adanya salah satu anggota keluarga kerajaan yang terlibat.

Baca Juga: Sebulan Berlalu, Bagaimana Kasus Kelanjutan Kasus Jamal Khashoggi?

Christ Bastian Waruwu Photo Verified Writer Christ Bastian Waruwu

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya