Comscore Tracker

Kasus Omicron Naik, Warga AS Bisa Pesan Alat Tes COVID-19

Kabar baiknya, alat ini bisa dipesan gratis

Washington, D.C., IDN Times - Di tengah melonjaknya kasus varian Omicron dalam beberapa pekan terakhir ini, pemerintah Amerika Serikat pada Selasa (18/1/2022) waktu setempat mengumumkan seluruh warganya dapat memesan alat tes COVID-19 secara gratis. Ini merupakan salah satu janji yang pernah disampaikan oleh Presiden AS, Joe Biden, beberapa waktu lalu.

1. Program ini awalnya memungkinkan dilakukan 4 pengujian setiap rumah tangga 

Dilansir dari Aljazeera.com, warga AS kini dapat memesan alat pengujian COVID-19 gratis
secara online, ketika pihak Gedung Putih bergerak untuk meningkatkan kapasitas pengujian di tengah lonjakan kasus COVID-19 yang terkait dengan varian Omicron.

Sebuah situs web pemerintah federal akan diluncurkan sehari sebelum peluncuran resminya. Program ini sendiri awalnya akan memungkinkan dilakukan 4 pengujian setiap
rumah tangganya, yang biasanya akan dikirim dalam waktu 7-12 hari sejak pemesanan.

Administrasi bekerja dalam kemitraan dengan Layanan Pos AS untuk mengemas sekaligus mengirimkan alat pengujian tersebut.

Pengumuman tersebur datang sebagai bagian dari janji Biden untuk membuat pengujian
lebih tersedia di seluruh AS setelah pemerintahannya menghadapi kritik atas kurangnya
alat pengujian di rumah serta antrean panjang di lokasi pengujian selama musim liburan.

Pada Desember 2021 lalu, Biden mengatakan pemerintahannya akan membeli 500 juta alat pengujian COVID-19, yakni rapid test, di rumah serta membuatnya tersedia secara gratis mulai Januari 2022 ini.

Pemerintah AS kemudian berjanji untuk membeli sebanyak 1 miliar alat penyujian, tetapi
hanya setengah dari jumlah itu yang akan tersedia pada kali ini.

2. Sebagian besar pendaftar Medicare tidak memenuhi syarat untuk alat tes gratis dari pengecer 

Kasus Omicron Naik, Warga AS Bisa Pesan Alat Tes COVID-19Ilustrasi penggunaan alat pengujian COVID-19. (Pixabay.com/analogicus)

Kebanyakan warga AS dengan asuransi swasta dapat membeli alat pengujian secara online atau di toko serta meminta mereka membayar pada saat pembelian atau mendapatkan
penggantian dengan mengajukan klaim kepada perusahaan asuransi mereka.

Resep atau perintah dokter tidak akan diperlukan serta tes tidak akan dikenakan copays
atau deductible. Penanggung harus membayar hingga 8 pengujian setiap individu yang
ditanggung setiap bulannya.

Penanggung juga dapat mendirikan jaringan toko pilihan, apotek, serta pengecer online di mana konsumen dapat menerima tes tanpa biaya di muka.

Orang masih bisa membeli tes di luar jaringan itu, tetapi perusahaan asuransi hanya perlu mengganti hingga 12 dolar AS atau setara dengan Rp172,2 ribu untuk setiap pengujian.

Konsumen juga harus menghubungi perusahaan asuransi mereka untuk mengetahui apakah mereka memberikan perlindungan langsung atau jika klaim harus diajukan.

Namun, sebagian besar pendaftar Medicare tidak memenuhi syarat untuk pengujian rumah gratis dari pengecer. Secara tradisional, Medicare mencakup pengujian COVID-19 tanpa biaya yang dilakukan di laboratorium ketika dipesan oleh seorang profesional medis.

Mereka yang terdaftar dalam paket Medicare Advantage harus memeriksa dengan perusahaan asuransi mereka untuk melihat apakah biaya pengujian di rumah akan ditanggung.

Baca Juga: Moderna Klaim Data Vaksin Omicron Siap Maret 2022

3. Pekan lalu, varian Omicron menyebabkan 99,5 kasus baru COVID-19 di AS 

Kasus Omicron Naik, Warga AS Bisa Pesan Alat Tes COVID-19Ilustrasi virus COVID-19. (Pixabay.com/geralt)

Sampai hari Selasa waktu setempat, jumlah kasus COVID-19 di AS sudah mencapai angka
68.509.888 kasus dengan rincian 876.993 kasus berakhir meninggal dunia serta 43.258.850 kasus berakhir sembuh.

Di hari yang sama, AS mengalami penambahan kasus baru sebanyak 447.508 kasus baru
dengan rincian 1.473 kasus berakhir meninggal dunia. Pada pekan lalu, varian Omicron
sudah menyebabkan sekitar 99,5 persen kasus baru COVID-19 di AS.

Menurut data dari Johns Hopkins University, untuk saat ini, rata-rata kasus baru di AS
mencapai angka 777.453 serta 1.797 kasus kematian baru per hari.

Studi dari seluruh dunia menunjukkan bahwa varian Omicron menyebabkan penyakit yang
lebih ringan jika dibandingkan dengan varian Delta.

Tetapi para ahli kesehatan masyarakat telah memperingatkan bahwa sifat lebih menular
dari varian baru dapat menyebabkan lebih banyak kematian serta rawat inap secara
keseluruhan karena akan menyebar ke lebih banyak orang.

Sebuah sumber setempat melaporkan bahwa pemodel memperkirakan bahwa 50 ribu hingga 300 ribu lebih banyak orang di AS dapat meninggal pada lonjakan terkait Omircon yang diprediksi mereda pada pertengahan Maret 2022 ini.

Baca Juga: Sulsel Baru Datangkan Alat Deteksi Varian Omicron 

Christ Bastian Waruwu Photo Verified Writer Christ Bastian Waruwu

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya