Comscore Tracker

Kolombia Luncurkan Unit Militer Demi Tekan Jual Beli Narkoba

Sebelumnya, AS terus menekan Kolombia akibat masalah ini

Bogota, IDN Times - Pemerintah Kolombia secara resmi meluncurkan unit militer, yang dikenal sebagai CONAT dalam inisial bahasa Spanyol, pada hari Jumat, 26 Februari 2021, waktu setempat, demi menekan perdagangan narkoba. Sebelumnya, Amerika Serikat terus menekan Kolombia dalam beberapa waktu terakhir terkait masalah ini. Bagaimana awal ceritanya?

1. Tak hanya kasus narkoba, unit tersebut juga menargetkan beberapa kejahatan lainnya

Kolombia Luncurkan Unit Militer Demi Tekan Jual Beli NarkobaIlustrasi narkoba atau obat-obat terlarang. (Pixabay.com/stevepb)

Dilansir dari Aljazeera.com, pemerintah Kolombia telah meluncurkan unit militer baru untuk menargetkan tanaman koka dan produksi kokain, penambangan ilegal, serta kelompok bersenjata ilegal yang menggunakan kegiatan tersebut demi keuntungan finansial. Keputusan pemerintah Kolombia datang ketika bersiap untuk memulai kembali penyemprotan tanaman koka dari udara dengan herbisida glifosat, yang kemungkinan dimulai pada akhir Maret 2021 ini, tergantung pada pemerintah yang menerima persetujuan dari pengadilan konstitusi.

Presiden Kolombia, Ivan Duque, mengatakan unit ini lahir untuk menekan, memukul, serta menghancurkan struktur perdagangan narkoba dan ancaman transnasional yang terkait dengan penambangan ilegal, perdagangan satwa liar dan manusia, serta segala bentuk terorisme. Menteri Pertahanan Venezuela, Diego Molano, mengatakan unit militer baru ini terdiri dari 7.000 personel yang akan dikerahkan ke zona seperti wilayah Catatumbo di perbatasan dengan Venezuela, serta provinsi Cauca dan Putamayo.

2. Presiden Kolombia, Ivan Duque, dalam pidatonya tanpa ragu untuk mengejar anggota keompok pemberontak di Kolombia

Kolombia Luncurkan Unit Militer Demi Tekan Jual Beli NarkobaPresiden Kolombia, Ivan Duque. (Instagram.com/ivanduquemarquez)

Dalam pidatonya, Duque juga mengatakan para pasukan unit militer ini akan mengejar kelompok pemberontak di Kolombia, ELN, tanpa adanya keraguan serta geng narkoba dan mantan pemberontak dari kelompok FARC yang telah meninggalkan kesepakatan persyaratan damai pada tahun 2016 lalu. Ketika pertama kali mengumumkan pembentukan pasukan elit awal bulan Februari 2021 ini, Duque mengatakan banyak dari targetnya dilindungi di Venezuela, meskipun dia tidak menyebutkan aksi militer langsung di negara tetangga.

Namun pernyataannya mendorong Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, berjanji untuk menanggapi dengan paksa. Dari Venezuela, dia mengatakan pasukan keamanan negara harus membersihkan laras senapan Venezuela untuk menjawabnya di tingkat manapun dan pihaknya perlu menjawab jika Ivan Duque berani melanggar kedaulatan Venezuela. Kolombia sendiri telah berulang kali menuduh Venezuela memberikan perlindungan pada kelompok-kelompok bersenjata sayap kiri, tuduhan yang dibantah oleh Venezuela. 

Baca Juga: Kolombia Beri Perlindungan Migran Ilegal dari Venezuela

3. Pada akhir 2020 lalu, Kolombia membuat rekor kembali dalam memberantas tanaman koka

Kolombia Luncurkan Unit Militer Demi Tekan Jual Beli NarkobaSituasi di salah satu wilayah yang ada di Kolombia. (Pixabay.com/Makalu)

Pada akhir tahun 2020 lalu, Kolombia kembali membuat rekor dalam memberantas tanaman koka untuk kedua kalinya secara beruntun, meskipun Kolombia masih tetap menjadi produsen kokain utama di dunia. Duque mengatakan Kolombia telah mencatat tingkat pemberantasan koka tertinggi yang pernah tercatat dengan mencapai 130 ribu hektar. Daerah itu, kira-kira berukuran sama dengan kota Los Angeles, Amerika Serikat, sekaligus melampaui rekor terakhir yang dibuat pada tahun 2019 lalu dengan mencapai 94 ribu hektar.

Duque mengatakan Kolombia juga mencetak rekor bersejarah lainnya di tahun yang sama, seperti 498 ton kokain telah disita dan sebanyak 5.447 laboratorium terkait perdagangan narkoba telah dihancurkan. Menurut PBB, meskipun Duque mengatakan telah mencapai target yang ditetapkan sejauh ini, total luas permukaan pemberantasan koka hanya menurun 9 persen. Para ahli memperkirakan bahwa penanaman kembali mengisi hampir 50 persen dari jumlah tanaman yang diambil dari produksi.

Baca Juga: Kolombia Minta Bantuan Vaksinasi Migran Venezuela

Christ Bastian Waruwu Photo Verified Writer Christ Bastian Waruwu

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya