Comscore Tracker

Ledakan Bom di Mogadishu Lukai Juru Bicara Pemerintah Somalia

Serangan tersebut diduga merupakan serangan bom bunuh diri

Mogadishu, IDN Times - Ledakan bom terjadi di Mogadishu, ibu kota Somalia, pada Minggu (16/1/2022) waktu setempat melukai juru bicara pemerintah, Mohamed Ibrahim Moalimuu. Serangan bom yang terjadi di luar rumah Moalimuu tersebut diduga merupakan serangan bom bunuh diri.

Dilansir dari BBC, juru bicara pemerintah Somalia yang juga merupakan mantan jurnalis itu
dibawa ke rumah sakit terdekat. Moalimuu tidak menderita cedera yang mengancam jiwa dalam serangan yang menargetkan dirinya saat dia lewat di kendaraannya tersebut.

Baca Juga: Skandal Korupsi, Presiden Somalia Tangguhkan PM-nya

1. Belum diketahui siapa yang bertanggung jawab atas serangan itu

Belum jelas siapa yang bertanggung jawab atas serangan itu tetapi kantor berita setempat
mengatakan itu merupakan serangan bom bunuh diri. Juru bicara kepolisian setempat, Abdifatah Aden, mengatakan seorang pengebom bunuh diri menargetkan juru bicara pemerintah Somalia.

Sebuah sumber setempat mengatakan Moalimuu diserang oleh seseorang yang mengenakan sabuk bom bunuh diri serta pelaku penyerangan meledakkan sabuk di dekat Moalimuu ketika dia meninggalkan kediamannya.

Baca Juga: Somalia: Presiden Cabut Kekuasaan Perdana Menteri

2. Imbas dari perebutan kekuasaan PM dan Presiden Somalia?

Ini bukanlah yang pertama kalinya Moalimuu menjadi sasaran dalam upaya pembunuhan, tulis Al Jazeera.  Moalimuu merupakan penasihat media senior untuk Perdana Menteri Somalia, Mohamed Huseein Roble. Pasukan militer yang setia kepada Roble berkumpul di jalan-jalan pada Desember 2021 lalu.

Sekutu Somalia dan pengamat internasional juga telah menyatakan kekhawatirannya atas
meningkatnya konflik imbas perebutan kekuasaan antara Presiden Somalia dan Perdana Menteri Somalia.

Unjuk kekuatan terjadi setelah Presiden Somalia, Mohamed Abdullahi Mohammed, mengumumkan penangguhan kekuasaan Roble karena dugaan korupsi, sebuah langkah yang digambarkan oleh Perdana Menteri Somalia sebagai bentuk upaya kudeta.

Fraksi pasukan keamanan yang bersekutu dengan Presiden Somalia dan Perdana Menteri Somalia pada April 2021 lalu merebut wilayah Mogadishu, ketika Perdana Menteri dan oposisi menentang langkah untuk memperpanjang masa jabatan 4 tahun Presiden dengan 2 tahun ke depan. Bentrokan tersebut memaksa antara 60 ribu hingga 100 ribu warga setempat memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Baca Juga: Skandal Korupsi, Presiden Somalia Tangguhkan PM-nya

3. Al Shabab yang kerap mengklaim tanggung jawab serangan di Somalia dan sekitarnya

Kelompok al Shabab, sering mengklaim bertanggung jawab atas serangan di sekitar Somalia, menurut laporan The New York Times. Al Shabab adalah sebuah kelompok bersenjata yang berkaitan dengan al Qaeda yang berjuang untuk menggulingkan pemerintah negara yang didukung PBB.

Pada Rabu (12/1/2022) lalu, sebuah ledakan besar menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai 9 orang lainnya di Mogadishu, yang saat itu merupakan serangan terbaru di saat Somalia sedang bergulat dengan pertikaian politik dan krisis kemanusiaan yang berkembang.

Ledakan mobil terjadi tepat sebelum tengah hari di jalan menuju bandara internasional di
Mogadishu. Pengeboman itu terjadi ketika para pemimpin Somalia sedang berjuang menyelesaikan krisis politik yang telah mengalihkan perhatian pemerintah dari situasi keamanan yang memburuk.

Kelompok Al Shabab mengaku bertanggung jawab atas serangan itu serta telah menargetkan konvoi kendaraan yang membawa petugas keamanan kulit putih.

Misi Bantuan PBB di Somalia mengutuk serangan itu dan mengatakan tidak ada personel atau kontraktornya dalam konvoi yang ditargetkan. Begitu juga dengan pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat di Mogadishu yang juga mengecam serangan tersebut.

Christ Bastian Waruwu Photo Verified Writer Christ Bastian Waruwu

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya