Comscore Tracker

Pimpinan Militer Prancis Desak Tentara Mundur, Ada Apa?

Presiden Prancis sampai geram mendengar tindakan itu

Paris, IDN Times - Kepala staf tentara Prancis telah mendesak kepada beberapa tentara untuk mundur jika mereka menandatangani surat kontroversial yang memperingatkan perang saudara. Hal ini juga membuat Presiden Prancis, Emmanuel Macron, geram dengan tindakan sekelompok tentara tersebut. Bagaimana awal ceritanya?

1. Surat tersebut menuduh pemerintah Prancis memberikan konsesi kepada Islamisme

Pimpinan Militer Prancis Desak Tentara Mundur, Ada Apa?Bendera Prancis. (Pixabay.com/jackmac34)

Dilansir dari BBC, surat tersebut, yang diterbitkan di majalah sayap kanan, menuding pemerintah Prancis memberikan konsesi kepada Islamisme. Hal ini mengikuti surat serupa 3 minggu lalu yang ditandatangani oleh 20 mantan jenderal. Kedua surat tersebut dikecam oleh pemerintah Prancis, akan tetapi justru mendapatkan pujian oleh para politisi sayap kanan.

Pada hari Selasa, 11 Mei 2021, waktu setempat, Jend. Francois Lecointre menyampaikan surat terbaru dalam sebuah pesan kepada personil militer. Menurutnya, langkah yang paling masuk akal meninggalkan institusi untuk secara bebas mengekspresikan ide dan keyakinan mereka. Meski sang jenderal tidak memberikan ancaman sanksi apapun, ia menuduh personel layanan di balik surat tersebut telah melanggar kewajiban kebijaksanaan mereka.

Dia mengatakan keyakinan pribadi mereka telah melibatkan tentara dalam debat politik yang tidak diinginkan. Menurut Jend. Francois Lecointre, setiap tentara menikmati kebebasan berpikir tetapi harus secara tegas membedakan antara tugas sipil dan militer.

2. Pemerintah Prancis bereaksi keras terhadap surat tersebut

Pimpinan Militer Prancis Desak Tentara Mundur, Ada Apa?Presiden Prancis, Emmanuel Macron. (Facebook.com/EmmanuelMacron)

Sebelumnya, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, telah bereaksi keras setelah sekelompok tentara Prancis telah menerbitkan surat terbuka yang memperingatkan bahwa perang saudara terjadi karena konsesi untuk Islamisme. Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerald Darmanin, pada hari Senin, 10 Mei 2021, waktu setempat, menuduh penandatangan surat kedua tidak memiliki keberanian, sementara Menteri Pertahanan Prancis, Florence Parly, menolaknya sebagai bagian dari skema politik yang kasar.

Perdana Menteri Prancis, Jean Castex, mengatakan bahwa surat itu adalah manuver politik oleh ekstrim kanan. Prancis belum lama ini telah mengusulkan RUU kontroversial untuk menangani apa yang digambarkan oleh Macron sebagai bentuk separatisme terhadap Islam. Namun, beberapa kritikus baik di Prancis maupun luar negeri telah menuduh pemerintah menargetkan kaum Muslim secara tidak adil.

Baca Juga: Tentara Prancis Tuduh Pemerintah Bungkam Peringatan Perang Saudara

3. Kepala staf tentara Prancis memberikan ancaman pemecatan hingga tindakan indisipliner kepada para penandatangan

Pimpinan Militer Prancis Desak Tentara Mundur, Ada Apa?Ilustrasi pasukan tentara. (Pixabay.com/DariuszSankowski)

Para pengamat politik mengatakan Macron telah bergerak ke kanan dalam beberapa bulan terakhir ini untuk mencegah pemimpin sayap kanan Prancis, Marine Le Pen, bersama partainya, National Rally, mengeksploitasi serangkaian serangan pada akhir 2020 lalu yang disalahkan pada ekstremisme. Menurut Le Pen, perang saudara sedang terjadi dan bagaimanapun, itu adalah sebuah resiko.

Castex sendiri menyebut intervensi langka dalam politik oleh tokoh-tokoh militer dalam surat bulan April 2021 lalu yang dinilai sebuah inisiatif melawan semua prinsip Republik di Prancis, kehormatan, serta tugas tentara. Seorang perwira tinggi di markas besar militer Prancis mengatakan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan surat tersebut pergi tanpa adanya tanggapan. Bahkan, Jend. Francois Lecointre memberikan ancaman kepada siapa saja yang menandatanganinya akan menghadapi hukuman mulai dari pemecatan hingga tindakan indisipliiner.

Baca Juga: Tentara Prancis Tuduh Pemerintah Bungkam Peringatan Perang Saudara

Christ Bastian Waruwu Photo Verified Writer Christ Bastian Waruwu

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya