Comscore Tracker

Polisi Capitol Deteksi Adanya Ancaman di Washington

Menteri Pertahanan AS tempatkan 100 pasukan Garda Nasional

Jakarta, IDN Times - Kepolisian Capitol mendeteksi adanya beberapa ancaman yang terjadi di sekitar Washington, D.C, Amerika Serikat pada Jumat (17/9) waktu setempat. Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, telah menempatkan sebanyak 100 pasukan Garda Nasional menjelang rapat umum yang digelar Sabtu (18/9) ini.

1. Kegiatan rapat umum dihadiri sebanyak 700 orang

Dilansir dari BBC, kepolisian setempat mengatakan mereka telah mendeteksi adanya beberapa ancaman kekerasan menjelang demonstran sayap kanan yang direncanakan di Washington, D.C, pada Sabtu ini waktu setempat.

Penyelenggara acara mengatakan itu bertujuan untuk mendukung mereka yang ditangkap karena mengambil bagian dalam kerusuhan yang terjadi di Gedung Capitol tanggal (6/1) lalu.

Keamanan sendiri telah diperketat di sekitar Washington menjelang rapat umum, yang diperkirakan akan dihadiri sebanyak 700 orang.

Koordinator acara, yang juga merupakan agen kampanye dari mantan Presiden AS, Donald Trump, Matt Braynard, telah berjanji acara tersebut akan berjalan damai.

Kepala Kepolisian Capitol, Tom Manger, dalam konferensi pers pada Jumat waktu setempat mengatakan ancaman yang terdeteksi bersifat kredibel dan pihaknya tidak akan megambil risiko.

Selain itu, Manger mengatakan bahwa polisi sangat prihatin mengenai kemungkinan adanya bentrokan antara peserta dan para demonstran di dekatnya.

Menjelang acara tersebut, kepolisian Washington, D.C, mengumumkan akan memobilisasi seluruh kepolisian.

Menteri Pertahanan AS juga menempatkan sebanyak 100 pasukan Garda Nasional untuk melindungi Gedung Capitol dan hanya akan dikerahkan atas permintaan kepolisian Capitol serta akan membantu orang masuk ke kompleks Capitol.

Juru bicara Pentagon mengatakan pasukan hanya akan digunakan setelah kemampaun penegakan hukum lokal, negara bagian, serta federal telah disadap.

2. Para turis yang baru tiba di Virginia akan menghadapi peningkatan keamanan jelang rapat umum

Baca Juga: Suporter Trump akan Demo di Capitol, Polisi Perketat Keamanan

Dalam beberapa hari terakhir ini, polisi telah meningkatkan keamanan di sekitar Gedung Capitol dengan mendirikan pagar di sekitar halaman Gedung Capitol, Mahkamah Agung AS, Perpustakaan Kongres, dan gedung kantor Kongres lainnya.

Kepala Departemen Kepolisian Metropolitan, Robert Contee, mengatakan mitra keamanan lokal dan federal telah merencanakan dengan hati-hati untuk rapat umum yang akan datang.

Administrasi Keamanan Transportasi mengatakan para turis yang tiba di Bandara Nasional Regan di Virginia akan menghadapi peningkatan keamanan menjelang rapat umum.

Hukum setempat juga melarang senjata api dalam jarak 1.000 kaki dari kegiatan amandemen pertama.

Braynard telah berulang kali mendesak para peserta acara untuk tetap damai. Awal pekan ini, dia meminta para pendukungnya untuk menghindari mengenakan pakaian atau perlengkapan pro-Trump.

Dia sebelumnya mengatakan ada beberapa aktor jahat yang bertanggung jawab atas peristiwa (6/1) lalu. Braynard dan kelompoknya yakin mereka yang ditangkap karena terlibat dalam kerusuhan itu adalah tahanan politik.

Trump dalam pernyataannya mengatakan dia percaya rapat umum tersebut akan menjadi "settingan". Ia bermaksud jika kehadiran para pendukungnya, maka kegiatan rapat umum tersebut akan terganggu.

3. Seorang anggota DPR dari Partai Republik mendukung upaya penegakan hukum yang agresif

Anggota DPR dari Partai Republik, Adam Kinzinger, mengatakan dia mendukung upaya penegakan hukum yang agresif terkait kasus ini dan ia juga ikut menyelidiki peristiwa tersebut.

Dia juga memperkirakan akan ada orang yang mengkritik upaya tersebut jika protesnya kecil dan tanpa adanya kekerasa, tetapi itulah yang perlu terjadi karena peristiwa itu jelas merupakan reaksi yang kurang dan meningkat.

Intelijen yang dikumpulkan menjelang rapat umum pada Sabtu ini telah menunjukkan bahwa kelompok-kelompok ekstremis seperti Proud Boys dan Oath Keepers akan muncul.

Tetapi beberapa anggota terkemuka dari telah bersumpah bahwa mereka tidak akan pergi dan mengatakan kepada orang lain untuk tidak hadir.

Sementara itu, laporan dari intelijen Keamanan Dalam Negeri memperingatkan postingan media sosial yang membahas kemungkinan penyerbuan Gedung Capitol sebelum rapat umum berlangsung.

Seorang pengguna juga mengomentari penculikan seorang anggota Kongres yang teridentifikasi, meskipun anggota parlemen itu tidak disebutkan namanya dalam laporan itu. Tidak ada anggora parlemen diharapkan berada di gedung, karena Kongres keluar dari sesi.

Banyak komentator beredar di platform online yang populer dengan sayap kanan, seperti Telegram, yang menolak rapat umum tersebut, dengan mengatakan mereka percaya penegakan hukum mempromosikan acara tersebut untuk menjebak para pendukung Trump.

Beberapa mendesak pengikut mereka untuk tidak menghadiri apa yang mereka katakan sebagai acara "bendera palsu" yang mereka yakini diselenggarakan secara rahasia oleh FBI.

Ratusan catatan pengadilan dan penjara untuk terdakwa kerusuhan Capitol untuk mengungkap berapa banyak yang ditahan dan menemukan sekitar 60 orang ditahan di tahanan federal menunggu persidangan atau sidang hukuman.

Pejabat federal masih mencari tersangka lain yang juga bisa berakhir di balik jeruji besi.

Pada Jumat waktu setempat, seorang hakim memerintahkan penahanan praperadilan seorang wanita Pennsylvania yang berpendapat pengadilan tidak memiliki yurisdiksi atas dirinya.

Sebdikitnya 30 orang telah dipenjara di Washington, sedangkan sisanya dipenjara di fasilitas penjara seluruh AS. Mereka mengatakan mereka diperlakukan tidak adil dan satu terdakwa mengakui ia dipukuli selama ditahan.

Baca Juga: Capitol: Seorang Pendukung Teori Konspirasi Mengaku Bersalah

Christ Bastian Waruwu Photo Verified Writer Christ Bastian Waruwu

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya