Comscore Tracker

Pria Asal Jiangsu Terinfeksi Virus Flu Burung H10N3

Ini adalah kasus pertama di dunia yang terinfeksi virus itu

Jiangsu, IDN Times - Seorang pria asal Jiangsu, Tiongkok, telah terinfeksi virus flu burung H10N3 pada hari Selasa, 1 Juni 2021, waktu setempat. Ini merupakan kasus pertama virus flu burung H10N3 di dunia. Bagaimana awal ceritanya?

1. Pria tersebut dilarikan ke rumah sakit terdekat setelah mengalami demam dan gejala lainnya 

Pria Asal Jiangsu Terinfeksi Virus Flu Burung H10N3Ilustrasi ruangan rumah sakit. (Pixabay.com/vitalworks)

Dilansir dari The Guardian, pria berusia 41 tahun itu telah dikonfirmasi sebagai kasus pertama yang terinfeksi virus flu burung tipe H10N3, meskipun pejabat kesehatan setempat mengatakan risiko penyebaran skala besar tetap rendah. Awalnya, pria yang tidak diketahui identitasnya ini pergi ke rumah sakit pada tanggal 28 April 2021 lalu setelah mengalami demam dan gejala-gejala lainnya.

Menurut Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok, dia didiagnosis mengidap virus flu burung tipe N10N3 pada tanggal 28 Mei 2021 lalu, meskipun pihak Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok tidak memberikan rincian tentang bagaimana pria itu terinfeksi virus tersebut. Kondisi pria itu stabil dan siap untuk keluar dari rumah sakit. Pengamatan medis dari kontak terdekatnya tidak menemukan kasus lain.

2. Menurut WHO, infeksi virus flu burung pada manusia mengingatkan bahwa ancaman pandemi influenza terus berlanjut  

Pria Asal Jiangsu Terinfeksi Virus Flu Burung H10N3Ilustrasi virus flu burung. (Pixabay.com/qimono)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa sumber paparan pasien terhadap virus H10N3 tidak diketahui saat ini dan tidak ada kasus lain yang ditemukan dalam pengawasan darurat di antara penduduk setempat dan saat ini, tidak ada indikasi penularan dari manusia ke manusia. WHO menambahkan selama virus flu burung beredar di unggas, infeksi virus flu burung pada manusia tidak mengejutkan, yang merupakan pengingat nyata bahwa ancaman pandemi influenza terus berlanjut.

Menurut Koordinator Laboratorium Regional dari Pusat Darurat Penyakit Hewan Lintas Batas Organisasi Pangan dan Pertanian di kantor regional untuk Asia dan Pasifik, Filip Claes, mengatakan strain ini bukan virus yang sangat umum. Hanya sekitar 160 isolat virus yang dilaporkan dalam 40 tahun hingga tahun 2018 lalu, sebagian besar pada burung liar atau unggas air di Asia dan beberapa bagian terbatas Amerika Utara, serta sejauh ini tidak ada yang terdeteksi pada ayam. Claes menambahkan menganalisis data genetik virus akan diperkukan untuk menentukan apakah itu menyerupai virus yang lebih tua atau apakah itu campuran baru dari virus yang berbeda.

Epidemi fu burung manusia terakhir di Tiongkok terjadi pada akhir tahun 2016 lalu dan berlanjut hingga tahun 2017 lalu dengan virus H7N9. Pada saat itu, virus flu burung tipe H7N9 telah menginfeksi sebanyak 1.668 orang dan menewaskan sebanyak 616 orang sejak tahun 2013 lalu.

Baca Juga: Aset Bekas Penanganan Flu Burung Jadi Tempat Pemeriksaan COVID-19

3. Seorang ahli kesehatan menilai terlalu dini terhadap kekhawatiran penyebaran virus flu burung H10N3

Pria Asal Jiangsu Terinfeksi Virus Flu Burung H10N3Ilustrasi seorang petugas medis. (Pixabay.com//HelenJank)

Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Mount Sinai Downtown, New York, Amerika Serikat, Dr. Waleed Javaid, mengatakan karena tidak ada kasus virus flu burung H10N3 lain di antara pasien dalam kontak dekat, pihaknya tidak tahu apakah H10N3 dapat menyebar secara luas. Namun, meskipun masih terlalu dini untuk mengatakan secara pasti bahwa itu tidak bisa, fakta bahwa orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien tidak menunjukkan tanda-tanda telah terinfeksi strain adalah kabar baik. Jika penularan virus flu burung H10N3 dari manusia ke manusia adalah ancaman besar, kemungkinan akan melihat lebih banyak kasus sekarang.

Menurut pihak Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC), saat ini, ada beberapa jenis flu burung yang diketahui menginfeksi manusia, diantaranya H5, H7, dan H9, yang biasanya dalam bentuk virus H5N1 dan H7N9. Menurut ahli dari Johns Hopkins Center for Health Security, Amesh Adalja, MD, meskipun jarang terjadi pada populasi umum, infeksi ini paling sering terjadi di antara mereka yang bekerja dengan unggas serta lebih infeksi terinfeksi satu kali.

Baca Juga: Waspadai, 7 Komplikasi Flu Ini Jangan Kamu Sepelekan

Christ Bastian Waruwu Photo Verified Writer Christ Bastian Waruwu

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya