Comscore Tracker

Protes Perpanjangan Masa Jabatan, Somalia Kembali Bentrok

Eks Presiden Somalia mengatakan tentara menyerang rumahnya

Mogadishu, IDN Times - Bentrokan kembali pecah terjadi di Somalia pada hari Minggu, 25 April 2021, waktu setempat setelah para demonstran memprotes perpanjangan masa jabatan Presiden Somalia, Mohamed Abdullahi Mohamed. Mantan Presiden Somalia, Hassan Sheikh Mohamud, mengatakan rumahnya telah diserang oleh pihak militer Somalia. Bagaimana awal ceritanya?

1. Menteri Keamanan Somalia menuding ada pihak asing yang menjadi dalang dibalik kekacauan ini

Protes Perpanjangan Masa Jabatan, Somalia Kembali BentrokSuasana di Somalia saat peristiwa kekacauan terjadi pada hari Minggu, 25 April 2021, waktu setempat. (Twitter.com/DrumChronicles)

Dilansir dari BBC, para demonstran anti-pemerintah turun ke jalan sambil membakar ban serta para tentara pemberontak telah merebut kendali di beberapa bagian wilayah Mogadishu Utara, Somalia. Para demonstran dilaporkan meneriakkan untuk tidak menginginkan perpanjangan masa jabatan serta tidak menginginkan Mohamed Abdullahi Mohamed memimpin Somalia kembali dan kediktatoran. Mantan Presiden Somalia, Hassan Sheikh Mohamud, dan pemimpin oposisi Somalia, Abdirahman Abdishakur, mengatakan para pasukan tentara pro-pemerintah telah menyerang rumah mereka.

Abdishakur juga mengatakan oposisi telah memperingatkan agar tidak mempolitisasi militer. Di hari yang sama, Menteri Keamanan Somalia, Hassan Hundubey Jimale, menuduh pihak negara asing yang tidak disebutkan namanya berada di balik peristiwa kekacauan ini. Dalam pernyataan yang disiarkan di televisi setempat, dia mengatakan kelompok milisi yang terorganisir telah dikirim ke Mogadishu, Somalia, untuk menciptakan kekacauan dan para pasukan keamanan saat ini telah menangani mereka.

2. Duta Besar Uni Eropa untuk Somalia mengimbau untuk pengekangan di semua sisi

Protes Perpanjangan Masa Jabatan, Somalia Kembali BentrokSerangan baku tembak yang terjadi di Somalia pada tanggal 31 Januari 2021 waktu setempat. (Twitter.com/mdeeq16)

Duta Besar Uni Eropa untuk Somalia, Nicolas Berlanga, mengimbau untuk pengekangan maksimum di semua sisi serta tindakan kekerasan yang terjadi tidak bisa diterima dan mereka yang melakukan tindakan kekerasan akan dimintai pertanggung jawaban. Kekacauan itu juga meningkatkan kemungkinan celah berbahaya di sepanjang garis klan di dalam militer Somalia dan kekhawatiran bahwa unit-unit terlatih asing yang kuat, termasuk pasukan komando elit yang didanai Amerika Serikat.

Beberapa warga negara asing yang tinggal di zona yang sangat terlindungi di sekitar Bandara Internasional Mogadishu mengatakan mereka telah mencari ke tempat yang lebih aman untuk menghindari peluru nyasar. Para pejabat Amerika Serikat telah mengatakan mereka secara pribadi telah memperingatkan Mohamed agar tidak menggunakan Danab, pasukan komando terlatih Amerika Serikat yang terdiri dari sekitar 900 tentara untuk menindak lawan-lawannya. Tetapi mereka mengakui bahwa Mohamed memiliki pilihan lain, termasuk pasukan terlatih Turki yang diperkirakan berjumlah setidaknya 2.600 orang. 

Baca Juga: AS dan UE Kecam Somalia Perpanjang Jabatan Presiden

3. Langkah memperpanjang masa jabatan Presiden Somalia dikecam dunia internasional

Protes Perpanjangan Masa Jabatan, Somalia Kembali BentrokPresiden Somalia, Mohamed Abdullahi Mohamed. (Twitter.com/M_Farmaajo)

Terpilihnya Mohamed pada tahun 2017 lalu meningkatkan harapan bahwa ia dapat mengatur negara pada jalur yang tidak terlalu korup dan tidak berfungsi. Akan tetapi, kekecewaan muncul ketika pemerintahan Mohamed membungkam para kritikus, mengusir para pejabat tinggi PBB, serta berlarut-larut dalam menunda Pemilu Somalia yang dijadwalkan. Pihak oposisi telah menolak untuk mengakui otoritas Mohamed sejak masa jabatan 4 tahunnya berakhir pada tanggal 8 Februari 2021 lalu tanpa adanya Pemilu Presiden Somalia dan Pemilu Parlemen Somalia yang direncanakan.

Pembicaraan antara kedua belah pihak mengenai ketentuan Pemilu manapun telah menemui jalan buntu sejak musim gugur. Para penantang menuduh Mohamed dan kepala mata-mata Somalia yang kuat, Fahad Yasin, mencoba untuk mengurangi sistem dengan menjejali Dewan Pemilu Daerah dengan pendukung mereka. Mohamed juga mengklaim musuh-musuhnya berusaha menghindar dari Pemilu serta saat ini mengatakan dia membutuhkan 2 tahun untuk mengajukan rencana hak pilih universal di Somalia.

Di bawah sistem saat ini, Presiden dipilih melalui proses pemungutan suara berbasis klan tidak langsung. Langkah Mohamed memilih untuk memperpanjang masa jabatannya sebagai Presiden Somalia dikecam keras oleh Amerika Serikat dan sekutu Barat lainnya serta para analis menganggap ini merupakan kudeta internasional.

Baca Juga: Somalia Perpanjang Masa Jabatan Presiden Selama 2 Tahun

Christ Bastian Waruwu Photo Verified Writer Christ Bastian Waruwu

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya