Comscore Tracker

Ratusan Napi Kabur di Haiti, 25 Orang Dilaporkan Tewas

Pihak berwenang belum beri banyak rincian tentang kasus ini

Port-au-Prince, IDN Times - Sebanyak 400 napi yang kabur dari penjara di Haiti menyebabkan 25 orang (termasuk para napi) lainnya tewas pada hari Jumat, 26 Februari 2021, waktu setempat. Pihak berwenang belum memberikan banyak rincian tentang kasus ini. Bagaimana awal ceritanya?

1. Pelarian para napi tersebut diyakini sebagai upaya untuk membebaskan pemimpin geng Arnel Joseph

Ratusan Napi Kabur di Haiti, 25 Orang Dilaporkan TewasPelarian para napi dari penjara di Haiti yang menyebabkan 25 napi tewas pada hari Jumat, 26 Februari 2021, waktu setempat. (Twitter.com/JamaicaGleaner)

Dilansir dari The Guardian, lebih dari 400 napi telah melarikan diri yang menyebabkan 25 orang tewas dalam pelarian dan menjadikannya sebagai peristiwa pelarian yang terbesar sekaligus paling mematikan di Haiti dalam satu dekade. Seorang direktur penjara dan pemimpin geng terkuat termasuk diantara mereka yang telah tewas dalam peristiwa itu. Pelarian penjara di Croix-des-Bouquets di pinggiran kota Port-au-Prince, Haiti, diyakini sebagai upaya untuk membebaskan pemimpin geng Arnel Joseph, yang telah menjadi buronan paling dicari di Haiti hingga ditangkap pada tahun 2019 lalu atas tuduhan pemerkosaan, penculikan, dan pembunuhan.

Juru bicara polisi setempat, Gary Desrosiers, mengatakan Joseph, yang dilaporkan masih mengenakan rantai penjara di pergelangan kakinya, sedang mengendarai sepeda motor melalui daerah Artibonite di kota L'Estere setelah pelariannya ketika dia terlihat di sebuah pos pemeriksaan. Dia mengatakan Joseph mengeluarkan pistol dan tewas dalam baku tembak dengan polisi. Joseph juga memimpin di wilayah Village de Dieu, sebuah kota kumuh yang berada di Port-au-Prince, serta komunitas lainnya, termasuk beberapa di Artibonite, Haiti.

2. Para warga menolak diidentifikasi karena merasa takut akan keselamatan mereka

Ratusan Napi Kabur di Haiti, 25 Orang Dilaporkan TewasPelarian para napi dari penjara di Haiti yang menyebabkan 25 napi tewas pada hari Jumat, 26 Februari 2021, waktu setempat. (Twitter.com/djokaymegamixer)

Pihak berwenang belum memberikan banyak detail terkait pelarian ratusan napi itu, kecuali untuk mengatakan bahwa 60 napi telah ditangkap kembali dan penyelidikan masih berlangsung hingga saat ini. Sekretaris Negara Haiti, Frantz Exantus, mengatakan pihak berwenang telah membentuk beberapa komisi untuk menyelidiki siapa yang mengatur pelarian itu dan mempertanyakan alasannya. Diantara mereka yang terbunuh adalah Direktur Penjara, yang diidentifikasi sebagai Paul Joseph Hector.

Para warga juga menolak diidentifikasi karena mereka takut akan keselamatan nyawa mereka dengan mengatakan melihat orang-orang bersenjata menembak penjaga penjara sebelum napi melarikan diri dari penjara tersebut. Presiden Haiti, Jovenel Moise, mengutuk keras pembobolan penjara dan meminta orang-orang di sekitar untuk tenang. Ia juga menambahkan telah memerintahkan para anggota polisi nasional Haiti diperintahkan untuk mengambil semua tindakan demi mengendalikan situasi.

Baca Juga: Meski Krisis, Presiden Sebut Demokrasi Berjalan Baik di Haiti

3. Penjara tersebut juga dikenal dengan peristiwa serupa pada tahun 2014 lalu

Ratusan Napi Kabur di Haiti, 25 Orang Dilaporkan TewasIlustrasi penjara. (Unsplash.com/umanoide)

Ini bukanlah peristiwa pertama pelarian dari penjara tersebut, sebelumnya di tahun 2014 lalu di mana lebih dari 300 dari 899 napi melarikan diri. Pelarian tersebut dipercaya bahwa itu dirancang dalam membebaskan putra seorang pengusaha terkemuka di Haiti, Clifford Brandt, yang telah dipenjara sejak tahun 2012 lalu dalam kasus penculikan anak-anak berusia dewasa seorang pengusaha saingan. Brandt kembali ditangkap tepat 2 hari setelah pelarian di dekat perbatasan negara Republik Dominika.

Sejak pelarian di tahun 2014 lalu, para pejabat setempat mengatakan mereka mengambil beberapa langkah untuk meningkatkan keamanan di penjara, termasuk memasang kamera CCTV serta memasang monitor pergelangan kaki pada tahanan paling berbahaya. Pembobolan penjara terbesar di Haiti terjadi pada tahun 2010 lalu bertepatan dengan bencana alam gempa bumi dahsyat, di mana lebih dari 4.200 napi melarikan diri dari penjara di wilayah Port-au-Prince, Haiti.

Baca Juga: Haiti Ajukan Revisi UU Konstitusi yang Dinilai Kontroversial

Christ Bastian Waruwu Photo Verified Writer Christ Bastian Waruwu

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya