Tiongkok Tuduh AS jadi 'Jalan Buntu' di Hubungan Bilateral

Pihak Tiongkok mendesak AS mengubah pola pikir yang sesat

Beijing, IDN Times - Pihak Tiongkok dalam pernyataannya pada hari Senin, 26 Juli 2021, waktu setempat menuduh Amerika Serikat sebagai "jalan buntu" dalam hubungan bilateral mereka. Mereka juga mendesak Amerika Serikat untuk mengubah pola pikirnya yang sesat serta kebijakan berbahayanya. Bagaimana awal ceritanya?

1. Hal ini terjadi ketika pembicaraan kedua negara tingkat tinggi berlangsung di Tianjin, Tiongkok

Tiongkok Tuduh AS jadi 'Jalan Buntu' di Hubungan BilateralIlustrasi bendera China (unsplash.com/@facter)

Dilansir dari The Guardian, Tiongkok telah menyalahkan Amerika Serikat atas apa yang disebutnya sebagai "jalan buntu" dalam hubungan bilateral dan menuduh Amerika Serikat mengutuk Tiongkok ketika pembicaraan tatap muka tingkat tinggi dimulai di kota Tianjin, Tiongkok. Wakil Menteri Luar Negeri Tiongkok, Xie Feng, mendesak Amerika Serikat untuk mengubah pola pikirnya yang sangat sesat dan kebijakan berbahayanya. Pihak Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan harapannya mungkin dengan menjelekkan Tiongkok, Amerika Serikat entah bagaimana bisa menyalahkan pihaknya atas masalah strukturalnya sendiri.

Mereka juga menggambarkan hubungan tersebut sebagai "jalan buntu" dan menghadapi kesulitan serius. Hubungan antara Amerika Serikat-Tiongkok berada di jalan buntu karena beberapa warga Amerika Serikat menggambarkan Tiongkok sebagai "musuh yang dibayangkan". Meski demikian, bagaimanapun pihak Tiongkok masih ingin bekerja sama dengan Amerika Serikat dengan beberapa syarat yang diajukan oleh pihaknya, seperti
para pemimpin mengubah arah serta mematuhi kepentingan Tiongkok.

2. Wakil Menteri Luar Negeri AS telah membahas hubungan penuh antara kedua negara dalam pertemuan terpisah

Tiongkok Tuduh AS jadi 'Jalan Buntu' di Hubungan BilateralWakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Wendy Sherman, sedang mengadakan pertemuan di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Mongolia. (Twitter.com/DeputySecState)

Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Wendy Sherman, telah membahas hubungan penuh antara kedua negara dalam pertemuan terpisah dengan Xie, yang bertanggung jawab atas hubungan Amerika Serikat-Tiongkok serta Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, di sebuah hotel resor tertutup di kota Tianjin, Tiongkok. Sherman merupakan pejabat tertinggi Amerika Serikat yang mengunjungi Tiongkok sejak Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, menjabat sejak 6 bulan lalu. Hubungan antara negara-negara memburuk tajam di bawah pendahulunya, Donald Trump, serta kedua belah pihak tetap berselisih mengenai sejumlah masalah termasuk teknologi, keamanan siber, HAM, dan masalah lainnya.

Pada hari Sabtu, 24 Juli 2021, lalu Wang menuduh Amerika Serikat mengadopsi sikap superior dan menggunakan kekuatannya untuk menekan negara lain. Menurutnya, Tiongkok tidak akan pernah menerima negara mana pun yang mengklaim lebih unggul dari yang lain serta jika Amerika Serikat belum belajar untuk memperlakukan negara lain secara setara, Tiongkok dan komunitas internasional memiliki tanggung jawab untuk membantu Amerika Serikat belajar bagaimana melakukan ini. Pejabat pemerintahan Biden mengatakan tujuan pembicaraan bukan untuk merundingkan masalah tertentu tetapi untuk menjaga saluran komunikasi tingkat tinggi tetap terbuka.

Amerika Serikat ingin memastikan adanya pagar pembatas untuk mencegah persaingan antar negara menjadi konflik. Kemungkinan pertemuan antara Biden dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, diharapkan menjadi agenda yang kemungkinan di sela-sela KTT G-20 di Roma, Italia, pada akhir Oktober 2021 ini.

Baca Juga: Perenang Amerika Serikat Kena Semprot Usai Raih Medali

3. Sikap keras yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Tiongkok

Tiongkok Tuduh AS jadi 'Jalan Buntu' di Hubungan BilateralHubungan antara Amerika Serikat dengan Tiongkok. (Pixabay.com/mohamed_hassan)

Biden tidak hanya mempertahankan posisi keras pendahulunya terhadap Tiongkok, tetapi juga mengkritik pihak Tiongkok atas dugaan pelanggaran HAM dan bekerja lebih banyak dengan sekutu Amerika Serikat dalam menekan Tiongkok secara keseluruhan. Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Lloyd Austin, juga akan melakukan perjalanan ke Singapura, Vietnam, Dan Filipina, sementara Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken, akan mengunjungi India.

Baik Amerika Serikat dan Tiongkok memiliki banyak hal yang dipertaruhkan dalam bekerja menuju pertemuan antara Biden dan Xi, serta akan mencoba untuk menunjukkan hubungan yang tidak sepenuhnya keluar jalur sambil tampil kuat. Kepala Latihan untuk Tiongkok dan Asia Timur Laut di Eurasia Group, Michael Hirson, mengatakan Biden telah mampu meyakinkan negara-negara G-7 utama untuk membuat pernyataan yang kuat terhadap Tiongkok, tetapi belum mengartikulasikan strategi perdagangan atau pendekatan lain yang akan benar-benar efektif dalam melawan kekuatan ekonomi Tiongkok.

Baca Juga: Kisah James K Polk, Presiden Amerika Serikat yang Membeli California

Christ Bastian Waruwu Photo Verified Writer Christ Bastian Waruwu

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya