Comscore Tracker

WHO Setujui Vaksin Moderna Sebagai Penggunaan Darurat

Dengan demikian, ada 4 vaksin yang sudah dapat persetujuan

New York, IDN Times - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya menyetujui vaksin buatan Moderna untuk digunakan dalam keadaan darurat pada hari Jumat, 30 April 2021, waktu setempat. Dengan demikian, pihak WHO sudah menyetujui 4 vaksin diantaranya Pfizer, AstraZeneca, Johnson & Johnson, dan Moderna. Bagaimana awal ceritanya?

1. Asisten Direktur Jenderal WHO mengatakan penting untuk memiliki lebih banyak vaksin yang tersedia

WHO Setujui Vaksin Moderna Sebagai Penggunaan DaruratIlustrasi vaksin COVID-19. (Pixabay.com/torstensimon)

Dilansir dari Aljazeera.com, dalam sebuah pernyataan, WHO mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk membuat obat-obatan, vaksin, serta diagnosa tersedia secepat mungkin untuk mengatasi keadaan darurat. Asisten Direktur Jenderal WHO, Mariangela Simao, mengatakan pada hari Jumat, 30 April 2021, waktu setempat, penting untuk memliki lebih banyak vaksin yang tersedia karena masalah pasokan untuk suntikan lain, termasuk dari India, sumber utama vaksin untuk program berbagi vaksin global, COVAX.

India sendiri telah membatasi ekspor karena krisis infeksi di dalam negeri yang telah membebani sistem kesehatan di India. Perusahaan Moderna pada pekan ini mengumumkan rencana perluasan jaringan produksinya untuk meningkatkan kapasitasnya hingga 3 miliar dosis pada tahun 2022 ini. Kelompok Penasihat Strategis Ahli Imunisasi WHO (SAGE) pada bulan Januari 2021 lalu telah merekomendasikan vaksin buatan Moderna untuk semua kelompok usia 18 tahun ke atas.

2. Pihak WHO masih mempertimbangkan vaksin buatan Sinovac

WHO Setujui Vaksin Moderna Sebagai Penggunaan DaruratIlustrasi vaksin COVID-19. (Pixabay.com/MasterTux)

Vaksin buatan Pfizer bersama mitranya, BioNTech, menjadi vaksin pertama yang telah disetujui oleh WHO untuk penggunaan darurat pada akhir tahun 2020 lalu. Vaksin buatan Pfizer mirip dengan vaksin buatan Moderna karena sama-sama merupakan vaksin mRNA. Sejak saat itu juga, WHO telah menambahkan vaksin buatan AstraZeneca serta vaksin buatan Johnson & Johnson dalam vaksin penggunaan darurat.

WHO sendiri masih mempertimbangkan vaksin buatan Sinovac dan Sinopharm, setelah peninjauan diperpanjang dan keputusan akan diambil pada akhir pekan depan. Jika nantinya kedua vaksin ini mendapatkan persetujuan WHO, maka dua vaksin buatan Tiongkok ini akan menjadi yang pertama dikembangkan di negara non-Barat yang menerima dukungan dari WHO. Tiongkok sendiri telah menyebarkan jutaan dosis dari kedua vaksin tersebut, terutama di negara-negara Amerika Latin, Asia, dan Afrika.

Baca Juga: Turis yang Disuntik Vaksin Pfizer-Moderna, Dapat Green Pass Israel

3. Tingkat kemanjuran dari vaksin buatan Moderna setidaknya mencapai 80 persen

WHO Setujui Vaksin Moderna Sebagai Penggunaan DaruratIlustrasi vaksin COVID-19. (Pixabay.com/alirazagurmani9272)

Vaksin buatan Moderna efektif 69,5 persen mencegah COVID-19 dengan gejala antara dosis pertama dan kedua, dengan nilai sebenarnya antara 43,5 persen dan 84,5 persen. Ada kisaran yang cukup luas karena jumlah orang yang terjangkit COVID-19 dalam uji coba selama periode tersebut rendah. Angka 69,5% mencakup 13 hari sebelum perlindungan dimulai, sehingga persentase sebenarnya bisa lebih tinggi.

Ada sebagian kecil orang dalam uji coba vaksin buatan Moderna sekitar 7 persen yang tidak mendapatkan dosis kedua karena alasan yang tidak diketahui. Pada kelompok ini, suntikan itu 50,8 persen efektif mencegah COVID-19 dengan gejala hingga 14 hari setelah dosis pertama dan 92,1 persen efektif setelah 14 hari. Tidak jelas seberapa baik satu suntikan vaksin melindungi dari rawat inap dan kematian karena tak semua orang yang terkena COVID-19 parah , di mana dua di kelompok vaksin dan empat di plasebo.

Untuk mendapatkan setidaknya 80 persen perlindungan, atau mungkin lebih baik dari 90%, untuk vaksin Moderna sendiri dalam menghadapi COVID-19 dengan gejala setelah satu dosis selama 28 hari. Setelah 28 hari belum diketahui hasilnya karena belum diuji dan sekali lagi, ini didasarkan pada pembacaan keseluruhan dari data Food & Drug Administrator (FDA).

Baca Juga: Vaksin Pfizer dan Moderna Diklaim 90 Persen Efektif

Christ Bastian Waruwu Photo Verified Writer Christ Bastian Waruwu

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya