Comscore Tracker

TETO: Wabah Virus Corona Sempat Disembunyikan Pemerintah Tiongkok

Langkah-langkah pemerintah Tiongkok membuat warganya kecewa

Jakarta, IDN Times - Wabah virus corona semakin mewabah ke penjuru dunia, data terakhir per Senin (9/3) lebih dari 3.800 jumlah kematian dan ada lebih dari 100.000 kasus yang dikonfirmasi terinfeksi virus tersebut.

Menurut siaran pers dari Taipei Economic and Trade Office (TETO), awal terjadinya virus ini disembunyikan oleh pemerintah Tiongkok sehingga pencegahan terhadap wabah COVID-19 terbilang terlambat.

1. Langkah Tiongkok dalam menyembunyikan kasus COVID-19

TETO: Wabah Virus Corona Sempat Disembunyikan Pemerintah TiongkokWarga memakai masker saat mereka menyebrangi jalan pada malam sibuk, saat negeri tersebut sedang terjadi penularan COVID-19 di Beijing,Tiongkok, pada 3 Maret 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Thomas Peter

Menurut berbagai data dan laporan media, Tiongkok melaporkan epidemi pneumonia pada Desember 2019 yang belum diketahui penyebabnya. Media resmi Tiongkok mengungkapkan bahwa epidemi tersebut dapat dicegah dan dikendalikan, namun Dokter Li Wenliang mengatakan bahwa virus ini telah ditularkan antar manusia dan dokter tersebut dipaksa Pemerintah Tiongkok untuk tidak menyebarkan soal virus ini.

Situasi semakin tidak kondusif setelah akhirnya virus yang saat ini dikenal dengan nama COVID-19 telah menyebar dan menginfeksi banyak masyarakat Tiongkok bahkan dunia.

Pada 20 Januari, Presiden Xi Jinping secara terbuka menyerukan kepada seluruh masyarakatnya untuk melakukan pencegahan wabah agar tidak meluas, tetapi virus itu semakin menyebar dan Kota Wuhan yang dikenal sebagai tempat asal COVID-19 itu ditutup pada 23 Januari. Akibat itu semua, wabah ini berdampak sangat besar secara global.

Baca Juga: [UPDATE] Korban Jiwa Virus Corona 4.012 Orang, di Italia Naik Drastis

2. Masyarakat Tiongkok kecewa terhadap langkah pemerintah setempat

TETO: Wabah Virus Corona Sempat Disembunyikan Pemerintah TiongkokAnggota paramiliter menggunakan masker saat berjaga di Gerbang Tiananmen, saat sejumlah wilayah dilanda wabah virus korona baru, di Beijing, Tiongkok,pada 27 Januari 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Carlos Garcia Rawlins

Langkah pemerintah Tiongkok yang menyembunyikan awal kasus ini muncul kemudian menutupinya dengan mengalihkan perhatian masyarakat setelah wabah terjadi, Tiongkok kemudian memberitahu WHO terkait wabah virus corona pada 31 Desember tahun lalu, dan Tiongkok juga menginformasikan kepada Amerika Serikat soal wabah ini.

Selain itu, Tiongkok juga berusaha mengalihkan perhatian dengan mengkritik penangguhan Taiwan mengekspor masker medis dan menuduh Taiwan tidak punya tenggang rasa, bahkan setelah wabah semakin merebak, pada 9 dan 10 Februari Tiongkok mengirim pesawat militer berkeliling wilayah Taiwan untuk mengintimidasi negara tersebut.

Masyarakat Tiongkok menilai langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah Tiongkok membuat masyarakatnya kecewa dan menganggap pemerintah Tiongkok lebih mementingkan publik luar negeri terkait wabah virus ini daripada memberitahu atau mengingatkan masyarakat Tiongkok sesegera mungkin.

3. Taiwan merupakan negara yang paling efektif dalam pencegahan COVID-19

TETO: Wabah Virus Corona Sempat Disembunyikan Pemerintah TiongkokIlustrasi penanganan virus corona di Taiwan (Twitter/@iingwen)

Secara letak geografis, Taiwan merupakan negara yang paling berpotensi terkena dampak cukup besar akibat virus corona yang berasal dari Tiongkok. The Center for Systems Science and Engineering-CSSE Universitas Johns Hopkins, awalnya memprediksi negara Taiwan akan berada pada urutan kedua karena penyebaran virus ini. Namun faktanya, jumlah kasus yang terkonfirmasi di Taiwan jauh lebih sedikit dibandingkan dengan negara-negara yang terkena kasus ini. Hal ini membuktikan bahwa Taiwan merupakan negara yang efektif dalam mencegah wabah virus corona.

Baru-baru ini, sebuah jurnal medis Amerika yang terkenal, Journal of American Medical Association (JAMA), menerbitkan sebuah makalah yang menjelaskan hasil pencegahan epidemi Taiwan, yang bertajuk "Response to COVID-19 in Taiwan--Big Data Analytics, New Technology, and Proactive Testing".

Artikel ini memuji pemerintah Taiwan yang sigap menanggap dengan mengambil tindakan pencegahan lebih awal, dapat mengonfirmasi krisis sedini mungkin, dan mengadakan konferensi pers harian untuk melaporkan kepada publik, serta menyampaikan pesan-pesan sederhana dan jelas.

Baca Juga: Terbatasnya Gerak Taiwan untuk Bantu Atasi Merebaknya Virus Corona

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya