Comscore Tracker

Ilmuwan Selidiki Kasus Siswa yang Tewas Keracunan Setelah Makan Pasta

Bakteri Bacillus Cereus adalah dalang di balik semua ini

Belgia, IDN Times - Pada tahun 2008, siswa asal Brussels, Belgia, yang berumur 20 tahun berinisial AJ meninggal setelah mengkonsumsi spaghetti dengan saus tomat yang ia buat lima hari lalu. Kepala siswa itu tiba-tiba menjadi pusing dan ia juga menderita sakit perut setelah mengkonsumsi sisa makanan tersebut.

Menurut info yang dilansir dari The Poch Times, IFL Science, dan AOL; setengah jam kemudian dia tidak berhenti muntah-muntah hingga selama berjam-jam dan hanya minum air putih sebelum akhirnya memutuskan untuk tidur. Keesokan harinya, tak disangka-sangka siswa itu ditemukan meninggal oleh orang tuanya karena ia tidak kunjung bangun untuk pergi ke universitas.

1. Bakteri Bacillus Cereus memproduksi racun yang dapat merusak hati

Ilmuwan Selidiki Kasus Siswa yang Tewas Keracunan Setelah Makan Pastaoomycota.blogspot.com

Jenazah AJ diautopsi dan pihak rumah sakit menemukan bahwa kematian AJ berhubungan dengan organisme Bacillus cereus. Organisme tersebut menyebabkan keracunan makanan dan dalam kasus AJ bakteria ini memproduksi racun yang menyebabkan rusaknya hati AJ.

Kematian AJ yang tidak wajar dianalisa oleh Journal of Clinical Microbiology di tahun 2011 dan mereka menyimpulkan kematiannya sebagai kasus keracunan mematikan setelah menelan pasta yang terkontaminasi dengan Bacillus cereus.

2. Bakteri Bacillus Cereus berkecambah dan berkembang biak pada makanan yang dibiarkan

Ilmuwan Selidiki Kasus Siswa yang Tewas Keracunan Setelah Makan Pastasimplemost.com

Menurut Public Health England, spora dari jenis-jenis Bacillus tertentu dapat bertahan hidup setelah dimasak dan tanpa disadari dapat berkecambah dan berkembangbiak pada kondisi yang menguntungkan terutama di dapur yang hangat.

Pada umumnya bakteria yang memproduksi racun akan menyebabkan diare dan muntah-muntah, namun hanya berlangsung selama 24 jam saja. Karena itulah kasus keracunan makanan yang normal relatif umum, namun jarang sekali menjadi kasus yang berbahaya seperti yang dialami AJ.

GoodSafety.gv menambahkan bahwa bakteri Bacillus cereus dapat mengkontaminasi beragam jenis makanan terutama nasi dan makanan sisa serta saus, sup, dan makanan-makanan yang dibiarkan pada suhu ruangan terlalu lama.

3. Pastikan makanan yang disisakan masih dalam keadaan baik dan tidak berbau amis

Ilmuwan Selidiki Kasus Siswa yang Tewas Keracunan Setelah Makan Pastablog.tefal.co.uk

Dr Benard, seorang praktisi yang berlisensi melihat kasus AJ dan mengunggah pedapatnya di YouTube, ”Berhati-hatilah pada makanan yang telah ditinggalkan selama beberapa jam. Jika makanan tersebut berbau aneh, ada baiknya untuk berjaga-jaga daripada menyesal dikemudian hari”

Pemerintah juga menyarankan untuk membiarkan makanan di suhu ruangan tidak lebih dari dua jam, dan makanan haruslah disimpan pada suhu diattas 60°C or dibawah 4°C. Masyarakat juga disarankan untuk menyimpan makanan yang telah dimasak pada tempat yang lebar dan dangkal serta menyimpan makanan tersebut di suhu yang ditentukan secepat mungkin.

Baca Juga: Virus, Bakteri, atau Jamur? Ayo, Tebak Asalnya Penyakit Lewat Kuis Ini

Nathasia Photo Verified Writer Nathasia

-

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya