Comscore Tracker

7 Demo Besar yang Terjadi di Berbagai Belahan Dunia Selama Pandemi

Apa saja ya pemicunya? 

Sama seperti tahun lalu, ketidakadilan yang terjadi selama pandemi masih saja terjadi dan memicu protes di berbagai negara. Meski sebenarnya tidak disarankan, rasanya isu-isu yang diangkat memang terlalu penting untuk diabaikan. Berikut beberapa demo besar yang terjadi selama pandemi. 

1. Black Lives Matter di Amerika Serikat 

7 Demo Besar yang Terjadi di Berbagai Belahan Dunia Selama PandemiWarga yang kecewa dengan hasil persidangan kasus penembakan Breonna Taylor melakukan protes di Jembatan Manhattan, New York. Instagram.com/nickybla

Dipicu oleh terbunuhnya George Floyd oleh beberapa polisi kulit putih, badai demonstrasi tidak terelakkan lagi. Gerakan Black Lives Matter yang sebenarnya sudah ada sejak beberapa tahun lalu ini langsung meluas jadi protes besar yang mendunia. Sejumlah oknum polisi pelaku pembunuhan berhasil ditangkap dan diadili, tetapi perjuangan belum selesai.

Masih ada banyak korban kekerasan polisi pada warga kulit hitam yang belum mendapat keadilan, nama-nama seperti Breonna Taylor, Ahmaud Arbery, Tony McDade, dan David McAtee ikut terangkat. Sempat reda saat ada kebijakan karantina karena pandemi covid-19, protes kembali menyeruak setelah putusan tentang kasus pembunuhan Breonna Taylor oleh polisi tidak memihak korban. 

2. Penolakan hasil pemilu di Belarusia 

7 Demo Besar yang Terjadi di Berbagai Belahan Dunia Selama PandemiWarga Belarus melakukan long march menolak hasil pemilu yang memenangkan Lukashenko. Instagram.com/sunny_lio.ness

Warga Belarusia geram dengan terpilihnya kembali presiden Lukashenko yang sudah menduduki jabatan selama 26 tahun. Sejak hasil pemilu dirilis awal Agustus 2020, ratusan ribu orang turun ke jalan menolak hasil tersebut dan meminta Lukashenko mundur.

Bukannya menyerah dan mendengarkan aspirasi rakyatnya, Lukashenko tidak bergeming dan memperketat keamanan di sekitarnya. Aparat keamanan pun menangkapi ratusan demonstran yang dianggap provokator. Bahkan para pemimpin kelompok oposisi sudah dibungkam duluan dengan cara ditangkap atau diasingkan. 

3. Demo anti kekerasan di Meksiko disusul keberatan pembagian aliran air dengan Amerika Serikat

7 Demo Besar yang Terjadi di Berbagai Belahan Dunia Selama PandemiDemonstran mengecam tindakan sewenang-wenang polisi yang menewaskan seorang pekerja bangunan. Instagram.com/analuzesparzagdl

Meksiko dilanda protes menentang aksi kekerasan polisi yang menangkap seorang pekerja bangunan bernama Giovanni Lopez karena tidak mengenakan masker. Giovanni akhirnya meninggal setelah ditahan selama beberapa hari. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit tetapi tak berhasil selamat, jasadnya menunjukan adanya tanda-tanda kekerasan. 

Disusul dengan demo pada pertengahan September lalu yang berawal dari perjanjian bilateral antara Meksiko dengan Amerika Serikat sejak tahun 1944 yang menyatakan bahwa Meksiko akan berbagi aliran air dengan wilayah Selatan Amerika Serikat yang sering dilanda kekeringan. Masalahnya petani Meksiko juga membutuhkannya di tengah musim kemarau seperti ini. Demo pun tak terhindarkan lagi. Bahkan mereka mengancam akan memutus sendiri aliran tersebut jika aspirasi mereka tidak didengarkan.

Sementara, pihak pemerintah tampaknya akan tetap gigih mempertahankan kebijakan tersebut mengingat akan ada sanksi yang menanti jika mereka melanggar perjanjian. Protes tersebut tereskalasi menjadi kekerasan bersenjata yang mengorbankan jiwa dari pihak aparat keamanan dan demonstran. 

 

Baca Juga: Demonstrasi Belarus Berlanjut, Video Polisi Hajar Wanita Tuai Kecaman

4. Protes anti polisi di Bogota, Kolombia 

7 Demo Besar yang Terjadi di Berbagai Belahan Dunia Selama PandemiDemo meledak di Bogota, Kolombia pasca viralnya video penyiksaan yang dilakukan polisi pada seorang pria tak bersenjata. Instagram.com/nytimes

Kekerasan oleh polisi juga terjadi di Kolombia. Dipicu dengan sebuah video viral yang memperlihatkan sejumlah polisi menganiaya seorang laki-laki dengan taser hingga akhirnya meninggal beberapa jam kemudian. Mirip dengan apa yang terjadi dengan George Floyd. 

Demo pun terjadi sejak minggu kedua September dan telah melukai ratusan orang dari dua pihak serta merusak banyak fasilitas umum. Banyak yang menyayangkan pengrusakan ini mengingat untuk mengubah tingkah sewenang-wenang polisi harus dilakukan dengan reformasi struktural. 

5. Demo reformasi monarki di Thailand

7 Demo Besar yang Terjadi di Berbagai Belahan Dunia Selama PandemiWarga Bangkok memadati jalan menuntut reformasi di tubuh pemerintahan Thailand. Instagram.com/pachara_ampai

Protes di Thailand dipicu beberapa faktor. Pertama, peleburan partai pro-demokrasi Future Forward Party yang sangat populer di kalangan muda-mudi. Kedua, hilangnya aktivis bernama Wanchalearm Satsaksit pada Juni 2020. 

Sejak saat itu, kaum muda rutin melakukan protes sejak Juli dan semakin besar di bulan September ini. Mereka menuntut beberapa hal, termasuk reformasi monarki, diturunkannya PM Prayuth Chan-ocha yang merupakan mantan pimpinan militer, amandemen konstitusi, dan diberikannya kebebasan untuk mengkritik pemerintah. Sejauh ini demo berlangsung damai. 

6. Demo menolak UU baru di Hong Kong 

7 Demo Besar yang Terjadi di Berbagai Belahan Dunia Selama PandemiPolisi Hong Kong menangkapi para demonstran yang menolak ditetapkannya UU baru oleh Tiongkok yang membatasi kebebasan menyuarakan pendapat. Instagram.com/nytimes

Hong Kong sudah dilanda protes sejak tahun lalu dan sempat berlanjut pada Januari 2020 sebelum akhirnya berhenti karena pandemi. Namun, di masa-masa tenang itu pemerintah Tiongkok memanfaatkannya untuk mengesahkan UU yang membatasi kebebasan demonstran. 

UU tersebut berlaku mulai Juni 2020 dan akhirnya memicu badai protes lagi di Hong Kong. Pada 1 Juli 2020, para demonstran turun ke jalan dan lagi-lagi bentrok dengan polisi. Ratusan dari mereka ditangkap sesuai dengan peraturan yang tertulis pada konstitusi baru. 

7. Femicide awareness di Afrika Selatan

7 Demo Besar yang Terjadi di Berbagai Belahan Dunia Selama PandemiAjakan protes virtual menolak kekerasan berbasis gender yang marak terjadi di Afrika Selatan. Instagram.com/steph_celliers

Femicide merupakan istilah yang dipakai untuk menyebut kekerasan berbasis gender yang menewaskan perempuan. Belakangan kasus ini banyak diangkat saat International Women's Day Maret lalu di berbagai negara, seperti Meksiko, Turki, dan Prancis. 

Pada Agustus-September 2020, isu ini kembali diangkat pasca kasus pelecehan dan pembunuhan yang menewaskan dua gadis di Afrika Selatan. Salah satunya, Tazne van Wyk yang masih berusia 8 tahun. Kasus Tazne membuka luka menahun yang selama ini menghantui perempuan di Afrika Selatan mengingat angka pelecehan dan pembunuhan pada perempuannya cukup tinggi. 

Sebenarnya agak ironis, beberapa otoritas justru memanfaatkan pandemi ini untuk menerapkan kebijakan yang tidak menguntungkan warganya dengan asumsi kemungkinan orang turun ke jalan akan lebih kecil. Padahal isu-isu di atas cukup penting untuk didengarkan dan diselesaikan. 

Baca Juga: 7 Aksi Demonstrasi Ini Berhasil Ubah Dunia, Termasuk #BlackLivesMatter

Dwi Ayu Silawati Photo Verified Writer Dwi Ayu Silawati

Pembaca, netizen, penulis

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya