Comscore Tracker

Akui Salah Serang Warga Afghanistan, Ini Sikap AS

Amerika mengaku salah serang warga Afghanistan

Jakarta, IDN Times - Pada Jumat (10/9/2021), The New York Times merilis sebuah investigasi video serangan drone Amerika therhadap warga Afghanistan. Dalam rekaman tersebut, serangan drone memakan 10 korban jiwa, 7 di antaranya adalah anak-anak. Seminggu setelah video dirilis, Jumat (17/9/2021), Pentagon baru mengaku salah serang.

"Seminggu setelah ada visual investigasi dari The New York Times, militer U.S. mengakui 'kesalahan tragis' yang dilakukan kepada Afghanistan dengan drone yang menewaskan 10 warga yang terdiri dari buruh kerja dan anak-anak," cuit The New York Times di twitter, Sabtu (18/9/2021).

Pengakuan membawa banyak pertanyaan bagaiman sikap Amerika setelah itu. Pada hari itu juga, Jumat (17/9/2021), Pentagon mengadakan jumpa pers yang dihadiri oleh banyak media. Banyak fakta yang terungkap dari paparan Jenderal McKenzie. Berikut ulasan sikap Amerika setelah melakukan kesalahan yang tragis.

1.Jenderal McKenzie memaparkan alasan dan kronologi kejadian

Akui Salah Serang Warga Afghanistan, Ini Sikap ASJenderal McKanzie melakukan jumpa pers via daring, Jumat (17/9/2021). (dok.US Dept of Defense/News)

Melansir dari video yang ditayangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika, Jumat (17/9/2021), Jenderal McKenzie memaparkan alasan dan kronologi kejadian. Penyerangan ini dimulai dari adanya pelaporan intelijen militer Amerika. Mereka mengindikasikan adanya tempat kumpul yang lokasinya 6 km dari bandara yang dipakai oleh ISIS-K (ISIS cabang Khorasan) untuk merencanakan serangan yang serupa dengan serangan yang menewaskan 13 orang Amerika dan lebih dari 100 warga Afghanistan. 

Karena indikasi tersebut, Amerika mulai mengawasi pergerakan di titik kumpul tersebut dengan menggunakan 6 drone MQ-9. Pada pagi hari Minggu 29 Agustus, McKenzie mengatakan bahwa drone pengawas menjumpai adanya mobil putih tiba di tempat kumpul. Setelah itu mereka mulai mengikuti mobil putih tersebut. 

Menjelang sore mobil putih sudah sampai 3 km dekat kawasan bandara Hamid Karzai International Airport (HKIA), dan menurunkan satu penumpang terakhir. Di tempat titik kumpul terlihat ada satu orang laki-laki yang menghampiri mobil putih tersebut. Menurut pengakuan Jenderal McKenzei orang tersebut dilaporkan adalah seorang kawanan konspirator. Saat mobilnya berhenti dan diam, eksekusi drone Amerika dimulai.

"Kita sudah mengawasi kendaraan tersebut (mobil putih) selama hampir 8 jam. Saat berada di tempat kumpul, kendaran dijumpai ada seseorang laki-laki dewasa mendekatinya dan dilaporkan ia adalah kawanan konspirator. Serangan dilaksanan pada waktu itu karena mobil dalam keadaan diam dan untuk memperkecil adanya jatuh korban jiwa dari warga," papar Jenderal McKenzei.

Jenderal McKenzei mengaku bahwa misil diluncurkan tepat pada pukul 16.53 sore. Misil diledakkan ketika di dalam mobil untuk memperkecil jumlah korban warga yang akan terjadi. Indikasi yang dilakukan pertama kali dengan niat untuk mencegah serangan yang terjada pasukan Amerika dan warga Afghanistan menuai hasil yang salah dan gagal. Oleh karena itu Jenderal McKenzei mengaku salah dan meminta maaf.

"Itu adalah sebuah kesalahan, dan saya menawarkan permintaan maaf," kata dia, "Sebagai komandan penyerangan, saya sepenuhnya bertanggung jawab atas penyerangan dan hasil yang tragis," pungkas McKenzei.

 

2. Kepala Komando U.S. mengucapkan belasungkawa terhadap keluarga korban dan akan mengganti kerugian

Baca Juga: AS Akui Kesalahan dalam Serangan Pesawat Nirawak di Afghanistan

Pada hari Jumat (17/9/2021), Pentagon merilis sebuah video menampilkan Kepala Pusat Komando U.S. Jendral. Kenneth F. McKenzie Jr. Dalam vieo tersebut Jendral Kenneth memverifikasi kebenaran adanya penyerangan drone terhadap warga Afghanistan adalah keputusan para petinggi militer Amerika. Di akhir ia menyayangkan bahwa keputusan yang dilakukan adalah salah, dan menerangkan akan adanya kesempatan untuk mengganti kerugian keluarga korban. 

Upaya mengganti kerugian merupakan usaha yang tidak mudah apalagi Amerika sekarang tidak mempunyai orang di lapangan. Dalam hal tersebut, McKenzie mengutarakan kepada Tara Copp saat jumpa pers di Pentagon, Jumat (17/9/2021), bahwa dia belum mempunyai jawaban untuk itu tapi akan diupayakan supaya ex gratia (ganti rugi) dapat disalurkan.

"Untuk masalah pembayaran ganti rugi, kita masih mengerjakanya sekarang. Dan itu akan sangat sulit sebagaimana yang aku garis bawahi, saya kira itu akan sulit dilakukan karena tidak ada orang di lapangan. Masalah itu adalah yang ingin kita atasi sekarang, saya tidak punya jawab untuk sementara ini, selain itu kita juga menyadari adanya tanggung jawab, dan kita akan melanjutkan bekerja--- kita akan mengerjakan masalah tersebut," tutur Jenderal McKenzie. 

Menurut data laporan tahun 2020 yang dirilis oleh Departemen Pertahanan Amerika, ex gartia atau dana ganti rugi pada tahun 2019 mencapai 1.544.166 USD atau setara dengan Rp. 21.965.761.350. Total dana tersebut mencangkup dana ganti rugi untuk kerusakan pada property , kecelakan sesorang, dan korban jiwa. Dari 611 kasus ganti rugi yang dibayarkan, hanya 4 terjadi di Irak, dan sisanya terjadi di Afghanistan. Dengan adanya pernyataan resmi Jenderal McKenzie, daftar kerusakan yang ditimbulkan Amerika bertambah di Afghanistan.

3. Sekertaris Pertahanan Amerika Llyod meminta maaf dan turut berbelasungkawa

Akui Salah Serang Warga Afghanistan, Ini Sikap ASSekerteris Pertahanan Lloyd J. Austin III (berdiri no 1 dari kanan) menghadiri upacara penyambutan pasukan Amerika yang telah gugur dari peristiwa 30 Agustus di bandara Kabul berama dengan Presiden Amerka Biden (berdiri no 3 dari kanan), Senin (30/8/2021). (twitter.com/POTUS)

Sehubungan dengan pengakuan Jenderal McKenzei, Sekertaris Pertahanan Lloyd J. Austin III ikut meminta maaf dan berbelasungkawa. Mengutip dari penyataan langsung Sekertaris Lloyd di Departemen Pertahanan, Jumat (17/9/2021), Lloyd mengutarakan penyesalanya langsung ditujukan kepada korban yang terdampak yaitu Ahmadi dan karyawan Ahmadi.

Menurut laporan investigasi visual yang dilakukan oleh The New York Times, Zemari Ahmadi adalah seorang insiyur elektronik yang telah bekerja 14 tahun di kantor Nutrition and Education International (NEI) Kabul. Dalam profil perusahaanya, NEI adalah perusahaan swasta yang berpusat di California dengan tujuan memerangi malnutrisi. Hampir setiap hari ia mengendarai kenderaan kantor, Toyota Corolla putih, bersama teman sekantor untuk membagikan makanan dari perusahaannya kepada warga Afghanistan yang terkena dampak perang.

Dalam pernyataan resminya, Sekertaris Lloyd mengakui bahwa Ahmadi adalah orang yang tak bersalah dan tidak ada hubunganya dengan ISIS-K. Maka dari itu ia mengucapkan maaf dan belajar memperbaiki kesalahan.

"Kita sekarang tahu bahwa tidak ada hubungan antara tuan Ahmadi dan ISIS-Khorasan, aktivitas keseharian Ahmadi waktu itu sangatlah normal dan tidak berbahaya, dan bukan ancaman yang serius seperti yang kita duga, dan tuan Ahmadi adalah orang yang tak bersalah sebagai korban atas serangan yang tragis", papar Lloyd.

"Kita meminta maaf, dan kita akan berusaha keras belajar dari kesalahan yang buruk," lanjut Lloyd.  

4. Amerika tetap akan mengincar ISIS-K tapi dengan cara yang berbeda

Akui Salah Serang Warga Afghanistan, Ini Sikap AS13 pasukan Amerika yang gugur atas serangan ISIS-K dipulangkan dengan menggunakan pesawat terbang C-17 Globemaster II, Minggu ( 29/8/2021). (twitter.com/U.S. Marines)

Dalam wawancara dengan CBS News yang dilakukan di Pentagon, Jumat (17/9/2021), mengenai serangan kedapan untuk melawan terorisme di Afghanistan, Jenderal McKenzie memaparkan bahwa area teorirsme yang sudah dipetakan di Afghanistan berkitan dengan ISIS-K. McKenzie juga menambahi bahwa kurang dari 24 jam akan ada serang rudal yang akan menyerang lapangan udara. 

Mengenai operasi On the Horizon (OTH) yang telah dilaksakan pada 29 Agustus 2021  dengan mengirim 6 drone dalam pengintaian, McKenzie menyampaikan bahwa strategi yang dipakai adalah strategi pertahanan jadi aturan main yang dijalankan adalah operasi pertahanan. Setelah itu ia menegaskan bahwa setrategi yang akan dilaksakan selanjutnya untuk melawan ISIS-K bukan strategi pertahanan lagi dan akan berbeda.

"Dalam misi OTH yang terjadi di Afghanistan untuk melawan ISIS-K sebagai target, satu hal penting yang jelas itu bukan lagi serangan pertahanan diri. Itu akan dilakukan dengan cara yang berbeda -- pasti akan berbeda -- dilaksakan akan dengan pendekatan yang berbeda," papar Jenderal McKenzie dalam jumpar pers di Pentagon, Jumat (17/9/2021).

5. Amerika bekerja sama dengan Taliban ketika ISIS-K menyerang tapi meragukan tujuan mereka

Akui Salah Serang Warga Afghanistan, Ini Sikap ASPasukan Amerika mengecek barang warga Afganistan yang ingin memasuki perbatasan, Kabul, Sabtu (28/8/2021). (twitter.com/18airbornecorps)

Jenderal McKenzie dalam wawancaranya dengan Voa di Pentagon, Jumat (17/9/2021), menjelaskan pendapatnya tentang keterlibatan Taliban dalam menanggulangi terorisme di bandara HKIA. Menurut McKenzie pihak Taliban sangat membantu dalam mengawasi keamanan di luar jangkauan parameter keamanan bandara dan efektif menekan meluasnya aksi terorime.  

Walupun Amerika berhasil bekerjasama dengan Taliban pada waktu penyerangan di bandara HKIA, McKenzie menganggap ada sisi jeleknya yaitu Taliban bisa menyisir warga Afghanistan yang ingin pergi ke bandara. Tapi hal tersebut tidak menutup fakta bahwa Amerika mebutuh dua sisi kemanan di dalam dan di luar, dan kerjasama dengan Taliban adalah kesempatan yang baik. Meskipun begitu McKenzie meragukan niat Taliban apakah mereka berbuat untuk Amerika atau tidak.

"Ini adalah keseimbangan yang sulit, aku, sejujurnya, datang dan ingin melindungi pasukan kita. Dan aku membutuhkan keamanan di batas luar. Pada kesempatan itu, kita (Amerika dan Taliban) dapat bekerja sama. Saya tidak punya hubungan dan perasaan apapun dengan Taliban. Dan aku masih tida tahu apakah mereka melakukan semuanya untuk kita. Pertanyaan itu mungkin bisa diajukan ke Departemen Pertahanan," papar McKenzie kapada dalam jumpa pers di Pentagon.

Kesalahan yang dilakukan Amerika adalah adalah kesalahan yang fatal. Peristiwa ini adalah pelajaran bagi negara lainya. Bentuk kesalahan informasi bisa mengorbankan rakyat sipil yang tidak bersalah. Semoga upaya Amerika untuk memperbaiki diri akan berhasil dari pemberian ganti rugi sampai permasalahan dengan ISIS-K.

Baca Juga: Afghanistan: Mullah Baradar Bantah Rumor Kematiannya

Fakron Jamalin Photo Writer Fakron Jamalin

Manusia fakir ilmu

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya