3 Calon Kanselir Jerman Lakukan Debat Pertama

Scholz saat dianggap lebih unggul 

Jakarta, IDN Times - Tiga kandidat kanselir Jerman yang akan bersaing dalam pemilihan umum Jerman pada 26 September melakukan debat pertama mereka di televisi pada Minggu (29/8/2021). Debat lainnya dijadwalkan pada 12 dan 19 September. Tiga kandidat ini akan menggantikan Kanselir Angela Merkel, yang tidak mencalonkan diri lagi setelah 16 tahun memimpin.

Ketiga calon kanselir Jerman tersebut adalah Armin Laschet pemimpin Persatuan Demokrat Kristen rekan satu partai Merkel, Wakil Kanselir Olaf Scholz merupakan pemimpin Sosial Demokrat, dan Annalena Baerbock pemimpin Partai Hijau.

1. Perdebatan menyinggung Afghanistan

3 Calon Kanselir Jerman Lakukan Debat PertamaPasukan Jerman yang membantu evakuasi di Kabul, Afghanistan. (Twitter.com/

Melansir dari Associated Press, dalam debat ini ketiga kandidat menyinggung persoalan yang saat ini terjadi di Afghanistan yang sudah dikuasi Taliban. Jerman sama seperti negara lainnya telah melakukan evakuasi warganya dan warga Afghanistan yang membantu Jerman.

Dalam isu Afghanistan itu, Laschet menggambarkan sebagai bencana bagi Barat, juga bagi Jerman, dia menyampaikan ingin memperbarui seruan untuk "dewan keamanan nasional" dalam upaya meningkatkan pengambilan keputusan di Jerman. 

Baerbock menuduh pemerintah berupaya menghindari evakuasi warga Afghanistan yang kondisinya terancam. Scholz mengatakan pemerintah telah berupaya membantu mereka yang tidak dapat pergi dalam beberapa hari terakhir untuk segera dievakuasi dari Afghaistan.

Scholz dalam debat ini memberitahu keuputusan Partai Kiri menolak untuk mendukung misi evakuasi telah membuatnya sedih, dia bersikeras pemerintah harus memiliki komitmen yang jelas terhadap operasi NATO.

Dalam pembahasan ini ketiganya sepakat mengenai militer Jerman yang dianggap butuh lebih banyak pembiayaan. Scholz yang saat ini menjabat sebagai menteri keuangan menyampaikan mengenai ia yang telah meningkatkan anggaran militer.

2. Isu lainnya yang dibahas dalam debat

3 Calon Kanselir Jerman Lakukan Debat PertamaIlustrasi debat. (Pixabay.com/Radoan_tanvir)

Baca Juga: Prancis, Jerman dan Inggris Usul Kabul Jadi Zona Aman Internasional

Melansir dari DW, dalam pembahasan COVID-19 ketiga calon menyuarakan vaksinasi, tapi berbeda dalam pandangan wajib vaksinasi, hanya Baerbock yang tidak mengesampingkannya. Dalam penanganan pandemik Laschet pemimpin Rhine-Westphalia Utara dituduh salah penanganan, di wilayah pimpinannya infeksi sangat tinggi, ketika gelombang keempat melanda. Ketiganya juga memiliki pandangan berbeda untuk transportasi publik selama pandemik.

Ketika topik Iklim ketiganya berjanji akan mendukung energi ramah lingkungan, tapi para kandidat memiliki pandangan yang berbeda dalam kebijakan. Scholz menyampaikan untuk membawa Jerman bebas emisi pada 2045 perlu proses yang panjang.

Laschet mengatakan pemerintah harus memudahkan proses birokrasi dan tidak terlalu mengandalkan larangan, tetapi mengandalkan inovasi. Laschet menuduh Partai Hijau yang ingin melarang industri  bisa memperburuk ekonomi, dia memberitahu industri baja Jerman bisa beralih ke negara lain.

Baerbock yang partainya sangat mendukung lingkungan mengusulkan larangan mesin pembakaran internal mulai tahun 2030, dan kewajiban untuk memasang panel surya pada bangunan baru. Dia menuduh kandidat yang tidak ingin melarang demi lingkungan karena takut kehilangan suara.

Persoalan pajak juga jadi pembahasan. Scholz mendukung pajak yang lebih tinggi untuk yang berpenghasilan tinggi, mengusulkan kenaikan hingga tiga persentase. Peningkatan pajak juga disetujui Baerbock, dia juga menyerukan pemotongan pajak untuk berpenghasilan rendah dan orang tua tunggal. Laschet menuduh kebijakan kedua kandidat lainnya akan merugikan Jerman, yang berupaya pulih dari pandemik.

3. Dalam survei Scholz unggul dari dua kandidat lainnya

Melansir dari Reuters, setelah debat selesai dilakukan sebuah jajak pendapat oleh lembagai survei forsa menunjukkan dukungan paling besar diterima oleh Scholz sebesar 36 persen, diikuti 30 persen untuk Baerbock, dan 25 persen untuk Laschet.

Dalam survei sebelumnya dari INSA menunjukkan bahwa Scholz akan memiliki dukungan 31 persen suara, Baerbock meraih 14 persen, dan Laschet meraih 10 persen.

Partai pimpinan Scholz terus mengalami peningkatan dukungan, sementara partai Laschet dalam beberapa pekan terakhir terus mengalami penurunan dukungan. Partai Hijau tampaknya perlu menerapkan strategi kampanye yang lebih baik karena mereka baru kali ini memiliki kandidat kanselir dan belum memiliki pengalaman di pemerintahan.

Baca Juga: Prancis, Jerman dan Inggris Usul Kabul Jadi Zona Aman Internasional

Ifan Wijaya Photo Verified Writer Ifan Wijaya

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya