Comscore Tracker

AS Bunuh 27 Anggota Al-Shabab dalam Serangan Udara di Somalia

Serangan keenam AS selama tahun 2022

Jakarta, IDN Times - Militer Amerika Serikat (AS), Rabu (21/9/2022), mengklaim pasukannya telah menewaskan 27 pemberontak Al-Shabab dalam serangan udara di wilayah Hiran, Somalia.

Serangan udara itu dilakukan militer AS pada 18 September. AS selama bertahun-tahun telah membantu Somalia memerangi Al-Shabab dengan melancarkan serangan udara.

1. Operasi ofensif gabungan terbesar dalam lima tahun

AS Bunuh 27 Anggota Al-Shabab dalam Serangan Udara di SomaliaIlustrasi pesawat tempur. (Unsplash.com/Cédric Dhaenens)

Melansir Reuters, adanya serangan itu disampaikan oleh Komando Afrika AS (AFRICOM) dalam suatu pernyataan, yang mengatakan serangan dilakukan terhadap pemberontak di dekat Buulobarde, sebuah kota sekitar 200 km dari ibu kota Mogadishu.

"Serangan defensif memungkinkan pasukan Tentara Nasional Somalia dan Misi Transisi Uni Afrika di Somalia (ATMIS) untuk mendapatkan kembali inisiatif dan melanjutkan operasi untuk mengganggu Al-Shabab di wilayah Hiraan di Somalia tengah. Operasi ini adalah operasi ofensif gabungan Somalia dan ATMIS terbesar dalam lima tahun," kata AFRICOM.

Serangan udara AS pada hari Minggu adalah yang keenam yang telah dilancarkan sepanjang tahun 2022 untuk memerangi Al-Shabab di Somalia.

Namun, ATMIS belum mengkonfirmasi ikut berperan dalam operasi itu. Seorang tetua setempat menyampaikan dalam beberapa pekan terakhir operasi serangan telah berhasil merebut 10 desa dari Al-Shabab.

Baca Juga: Tentara Somalia Rebut Kembali 2 Desa dan Bunuh 105 Teroris Al-Shabab

2. AS dituduh menutupi operasi militernya di Somalia

AS Bunuh 27 Anggota Al-Shabab dalam Serangan Udara di SomaliaBendera Amerika Serikat. (Unsplash.com/Cristina Glebova)

Melansir Al Jazeera, aktivis hak asasi sebelumnya menuduh AS menutupi operasi militer di Somalia dalam kerahasiaan. Tindakan itu dinilai berpotensi merusak akuntabilitas atas insiden yang melibatkan kematian warga sipil. Dalam serangan udara terbaru, AS mengklaim tidak ada warga sipil yang terluka.

Anggota parlemen AS sebelumnya pada bulan April telah mengajukan undang-undang untuk mencegah bahaya sipil selama operasi militer AS dan meningkatkan transparansi seputar insiden tersebut.

Aturan yang diajukan tersebut mengharuskan Pentagon untuk meningkatkan penyelidikan kematian warga sipil, membangun database untuk penyelidikan semacam itu dan membuat pusat untuk memberi saran kepada pemerintah AS tentang "praktik terbaik untuk mencegah, mengurangi, menanggapi bahaya sipil".

Undang-undang yang dirancang itu juga menyerukan laporan rahasia tentang bagaimana Departemen Pertahanan AS dapat membedakan antara kombatan dan warga sipil selama operasi militer sejak 2001 di Afghanistan, Irak, Suriah, Somalia, Libya, dan Yaman.

3. Warga ikut memerangi Al-Shabab

AS Bunuh 27 Anggota Al-Shabab dalam Serangan Udara di SomaliaIlustrasi teroris. (Pixabay.com/TheDigitalWay)

Al-Shabab merupakan kelompok pemberontak yang berusaha menggulingkan pemerintah Somalia untuk mendirikan pemerintahannya sendiri berdasarkan interpretasi yang mereka yakini terhadap hukum Islam. Upaya pemberontakan ini telah dilakukan selama lebih dari satu dekade.

Penduduk di wilayah Hiran telah membentuk kelompok paramiliter untuk ikut membantu pasukan pemerintah memerangi Al-Shabab. Warga di Hiran menyampaikan bahwa kelompok teroris itu telah menyulitkan mereka karena membakar rumah, merusak sumur, dan membunuh warga sipil, selain itu warga juga menghadapi tuntutan pajak di tengah kekeringan terburuk dalam 40 tahun.

Ali Abdulle, seorang pemimpin komunitas di kota Beledweyne di Hiran, juga menyampaikan bahwa Al-Shabab telah membuat kehidupan penduduk begitu sengsara sehingga mereka harus melawan.

“Al-Shabab telah membakar desa kami, meledakkan sumur dan lubang bor kami, menghancurkan menara telekomunikasi, menanam IED (alat peledak improvisasi) dan membunuh warga sipil tanpa pandang bulu. Jadi tidak ada pilihan yang tersisa kecuali menghadapi mereka."

Kelompok teroris itu pada awal bulan ini telah menewaskan sedikitnya 19 warga sipil dan menghancurkan truk yang mengirimkan bantuan di Hiran.

Ifan Wijaya Photo Verified Writer Ifan Wijaya

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya