Comscore Tracker

Diduga Cuci Uang Senilai Rp61 M, Presiden Afsel Terancam Dimakzulkan

Parlemen akan membahas tuduhan kepada Ramaphosa

Jakarta, IDN Times - Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, pada Kamis (1/12/2022), dituntut untuk mengundurkan diri. Seruan itu muncul setelah penyelidikan panel parlemen menemukan bahwa Ramaphosa mungkin telah melanggar undang-undang anti-korupsi.

Laporan itu merupakan penyelidikan skandal "Farmgate" yang terkait kasus pencurian uang di peternakan Phala Phala milik Ramaphosa. Tapi, uang itu diduga merupakan hasil pencucian uang dalam jumlah besar. Ramahposa telah membantah melakukan pelanggaran.

1. Tuduhan kepada Presiden

Diduga Cuci Uang Senilai Rp61 M, Presiden Afsel Terancam DimakzulkanPresiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa. (Twitter.com/Cyril Ramaphosa)

Melansir Associated Press, tuduhan pertama kali disampaikan oleh Arthur Fraser, mantan kepala intelijen negara dan sekutu saingan politik Ramaphosa, mantan Presiden Jacob Zuma.

Fraser menuduh Ramaphosa menyembunyikan uang tunai sebanyak 4 juta dolar AS (Rp61,6 miliar) di sofa peternakannya. Dia mengklaim uang itu hasil pencucian uang dan melanggar aturan pengendalian mata uang asing.

Laporan itu menjelaskan, Ramaphosa memberi tahu bahwa uang di peternakannya yang bernilai 580 ribu dolar AS (Rp8,9 miliar) itu telah dicuri. Namun, Ramaphosa disebut tidak melaporkan dengan rinci kepada polisi mengenai pencurian dan memilih mempercayakan masalah tersebut kepada kepala unit perlindungan presiden.

Sumber uang tersebut diduga hasil penjualan kerbau kepada Mustafa Mohamed Ibrahim Hazim, seorang pengusaha Sudan. Namun, penyelidikan dari bank sentral tidak menemukan ada jumlah uang dolar AS yang masuk ke Afrika Selatan yang ditujukan kepada Ramaphosa. Selain itu, laporan mempertanyakan mengapa kerbau yang dijual masih tetap berada di peternakan.

Panel parlemen mengatakan, hal itu telah menempatkan Ramaphosa dalam situasi konflik kepentingan, dengan mengatakan bukti yang diajukan menetapkan bahwa presiden mungkin bersalah atas pelanggaran serius dalam konstitusi.

Vincent Magwenya, juru bicara Ramaphosa, mengatakan bahwa presiden masih memproses laporan tersebut.

"Presiden menghargai besarnya masalah ini dan apa artinya bagi negara serta stabilitas pemerintahan. Kami berada dalam momen yang belum pernah terjadi sebelumnya dan luar biasa sebagai demokrasi konstitusional sebagai hasil dari laporan tersebut. Oleh karena itu, apapun keputusan yang diambil presiden, harus diinformasikan untuk kepentingan terbaik negara. Keputusan itu tidak bisa diburu-buru,” kata Magwenya.

Baca Juga: Pengadilan Perintahkan Mantan Presiden Afsel Zuma Balik ke Penjara

2. Partai akan bertemu untuk membahas tuduhan

Melansir Reuters, laporan tersebut membuat partai politik Ramaphosa, Kongres Nasional Afrika (ANC) berada dalam tekanan. ANC mengatakan, komite eksekutif akan mengadakan pertemuan untuk membahas laporan itu pada 2 Desember.

Partai akan mengadakan konferensi elektif pada akhir bulan, untuk memutuskan apakah Ramaphosa akan kembali didukung untuk mencalonkan diri untuk pemilihan presiden pada 2024 atau tidak.

Nkosazana Dlamini-Zuma, mantan istri Zuma, yang kalah tipis dalam kontes kepemimpinan ANC dari Ramaphosa pada 2017 telah memberikan tanggapan atas laporan tersebut.

"Saya pikir presiden harus mundur sekarang dan menjawab kasus ini," kata dia.

Menteri Pariwisata Lindiwe Sisulu, saingan Ramaphosa dalam perebutan calon presiden dari ANC, juga menyerukan agar Ramaphosa mengundurkan diri.

Menteri Luar Negeri Afrika Selatan, Naledi Pandor, mengatakan laporan panel itu sangat meresahkan. Dua menteri lainnya dikabarkan juga menyerukan agar Ramaphosa mengundurkan diri.

3. Ramaphosa terancam pemakzulan

Diduga Cuci Uang Senilai Rp61 M, Presiden Afsel Terancam DimakzulkanPresiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa. (Twitter.com/Presidency | South Africa)

Parlemen juga akan membahas laporan itu pada 6 Desember. Keputusan akhir dari mereka bisa saja memakzulkan Ramaphosa. Namun, hal itu sepertinya sulit karena ANC memiliki kursi mayoritas di parlemen. 

Jika suara di parlemen cukup untuk mendukung kelanjutan proses pemakzulan, maka tahap selanjutnya adalah pembentukan komite pemakzulan dengan kekuatan yang jauh lebih besar. Termasuk pembentukan subpoena, yang memiliki kekuatan untuk merekomendasikan agar Ramaphosa dicopot dari jabatannya.

Partai oposisi utama, Aliansi Demokratik, termasuk di antara mereka yang menyerukan pemakzulan Ramaphosa.

“Presiden Ramaphosa kemungkinan besar memang melanggar sejumlah ketentuan konstitusi dan memiliki kasus untuk dijawab. Proses pemakzulan atas perilakunya harus dilanjutkan, dan dia harus memberi penjelasan yang jauh lebih baik dan lebih komprehensif daripada yang telah kami berikan sejauh ini,” kata John Steenhuisen, pemimpin Aliansi Demokratik.

Dale McKinley, seorang analis politik, mengatakan bahwa dia tidak yakin Ramaphosa akan meninggalkan jabatannya.

“Saya tidak melihat Cyril Ramaphosa (ingin) minggir, kecuali dia dituntut. Jika dia tidak dituntut dan ini hanya proses pemakzulan, menurut saya dia akan mencoba untuk menopang basisnya dan keluar," paparnya.

Baca Juga: Ada Ancaman Teror di Afsel, Warga: Gak Takut, Kami Teror Balik!

Ifan Wijaya Photo Verified Writer Ifan Wijaya

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Vanny El Rahman

Berita Terkini Lainnya