Comscore Tracker

Ekonomi Irlandia Naik 3,4 Persen di Tengah Pandemik

Ekspor di sektor farmasi dan TIK meningkat

Dublin, IDN Times - Perekonomian Irlandia berhasil tumbuh sebesar 3,4 persen pada tahun 2020. Irlandia berhasil meningkatkan perekonomiannya, ketika banyak negara mengalami kesulitan pertumbuhan perekonomian selama tahun 2020 akibat dampak dari pandemi COVID-19 yang membatasi aktivitas.

1. Ekspor Irlandia tumbuh 6,25 persen

Ekonomi Irlandia Naik 3,4 Persen di Tengah PandemikIlustrasi pelabuhan Irlandia yang semakin sibuk dengan meningkatnya ekspor. Sumber:unplash.com/CHUTTERSNAP

Melansir dari The Irish Times, meningkatnya perekonomian Irlandia karena pertumbuhan di sektor ekspor.  Menurut perhitungan nasional selama 2020 dari Central Statistics Office (CSO) produk domestik bruto (PDB) naik sebesar 3,4 persen pada tahun tersebut.

Peningkatan tersebut melebihi perkiraan komisi Eropa pada Februari, yang memperkirakan pertumbuhan 3 persen untuk ekonomi Irlandia untuk tahun 2020. Irlandia satu-satunya anggota Uni Eropa (UE) yang membukukan pertumbuhan positif tahun lalu, dengan kontraksi rata-rata di seluruh UE sebesar 6,8 persen. PDB turun 5,1 persen pada kuartal keempat tahun 2020.

Menteri Keuangan Paschal Donohoe menyampaikan bahwa pertumbuhan yang dialami Irlandia "luar biasa", mengingat perbandingan internasional, dan ekspektasi yang lebih rendah ketika pandemi pertama kali melanda pada Maret 2020. “Ini sepenuhnya merupakan hasil dari pertumbuhan ekspor, pertumbuhan 6,25 persen meskipun permintaan dunia turun tajam. Pertumbuhan ekspor yang luar biasa."

Peningkatan ekspor terjadi pada sektor farmasi, yang meningkatnya penjualan obat peningkat imun dan produk terkait virus corona. Peningkatan ekspor juga terjadi di sektor TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang bertambah 14 persen. Secara keseluruhan, sektor multinasional menghasilkan keuntungan yang besar, naik sebesar 18,2 persen. Pentingnya perusahaan multinasional bagi perekonomian juga tumbuh sepanjang tahun, menyumbang 50 persen dari total nilai tambah pada tahun 2020, dibandingkan dengan pangsa 43,4 persen pada tahun 2019.

2. Berbagai sektor domestik turun

Melansir dari The Journal, berbagai sektor dalam pasar domestik Irlandia yang terdampak karena pembatasan selama pandemi mengalami penurunan yang signifkan, dengan sektor distribusi, pengangkutan, hotel dan restoran mengalami kontraksi sebesar 16,7 persen dan konstruksi turun sebesar 12,7 persen. Lalu Industri seni dan hiburan turun drastis yaitu sebesar 54,4 persen.

Pengeluaran belanja masyarakat untuk barang dan jasan turun 9 persen dibandingkan periode tahun 2019. Perubahan signifikan dalam pengeluaran pribadi karena adanya pembatasan aktivitas. Penurunan pengeluaran pribadi di paruh pertama tahun 2020 sebagian diimbangi oleh peningkatan 20,9 persen pada kuartal ketiga karena pembatasan berkurang. Penurunan sebesar 2,3 persen tercatat pada kuartal terakhir tahun lalu karena pembatasan kembali diberlakukan.

Asisten direktur jenderal yang bertanggung jawab dalam statistik ekonomi, Jennifer Banim, mengaakan, “pandemi berdampak pada berbagai sektor ekonomi secara berbeda selama tahun 2020 karena tingkat pembatasan terkait Covid-19 berubah sepanjang tahun. Hasil hari ini menunjukkan dampak tahunan secara keseluruhan dan variasi kuartalan yang mendasarinya karena tingkat pembatasan berubah sepanjang tahun."

Melansir dari The Irish Times, Menteri Keuangan Donohoe telah menyampaikan bahwa nilai PDB bukan hasil yang akurat dalam menjelaskan kondisi perekonomian. Hal itu ditunjukkan berbagai sektor pasar domestik yang turun.

Donohoe juga menyampaikan mengatakan bahwa kontraksi lebih lanjut dalam ekonomi domestik diperkirakan akan terjadi dalam tiga bulan pertama tahun ini karena pembatasan tingkat lima. Namun, Donohoe memperkirakan penurunan akan kurang dari musim semi lalu, menunjukkan penjualan ritel yang lebih kuat dan lebih sedikit masyarakat yang melakukan klaim pembayaran pengangguran karena dampak pandemi.

Baca Juga: Pendemo Anti Lockdown di Dublin, Irlandia Dikenai Sanksi Hukum

3. Irlandia kekuarangan pasokan vaksin

Ekonomi Irlandia Naik 3,4 Persen di Tengah PandemikIlustrasi vaksin COVID-19. sumber:unplash.com/Hakan Nural.

Melansir dari Daily Mail, dampak pandemi yang dirasakan sejak 2020 sampai saat ini telah membuat pemerintah akan menerapkan pembatasan kegiatan ketiganya yang akan berlangsung hingga setidaknya bulan depan. Setelah melewati dua gelombang pandemi sebelumnya dengan angka kasus dan kematian yang rendah, virus tersebut meningkata pada awal tahun ini. Menurut data Universitas Oxford pawal Januari, Irlandia memiliki tingkat infeksi per kapita tertinggi di dunia.

Agar bisa memulai kegiatan kembali dengan lebih bebas dan kembali menormalkan kegiatan perekonomian Irlandia minggu depan akan memberikan sekitar 84.000 vaksin, namun jumlah itu kurang dari target mingguannya karena masalah pasokan yang berkurang.

Layanan kesehatan Irlandia telah berjuang untuk meningkatkan peluncuran vaksinnya setelah AstraZeneca mengatakan akan ada kekurangan 75.000 dosis vaksin selama dua minggu dan persediaan diperkirakan akan habis pada akhir bulan.

Pemerintah telah mengatakan bahwa 100.000 vaksin akan dikirimkan setiap minggu tetapi angka tersebut telah direvisi turun menjadi sekitar 82.000 setiap minggu. Pemimpin bagian klinis Health Service Executive (HSE) Colm Henry mengatakan bahwa sebagian besar orang yang berusia lebih dari 85 tahun akan divaksinasi pada hari Minggu dan antara 600 dan 800 akan selesai vaksin minggu depan.

Baca Juga: Tingkat Kematian Bayi Meningkat, PM Irlandia Minta Maaf

Ifan Wijaya Photo Verified Writer Ifan Wijaya

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya