Inggris Tunda Visa Penerima Beasiswa dari Afghanistan

Penerima beasiswa khawatir menjadi target Taliban

London, IDN Times - 35 orang penerima Beasiswa Chevening dari Afghanistan, dilaporkan pada Minggu (15/8/2021) tidak akan bisa melanjutkan studinya di Inggris Raya pada tahun ini. Program itu ditunda karena kedutaan tidak bisa memproses visa mereka tepat waktu akibat kondisi saat ini di Afghanistan, yang semakin mengkhawatirkan setelah penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dan negara lainnya.

Pemeberitahuan ini diumumkan kedutaan pada tanggal 6 Agustus. Kedutaan menyampaikan bahwa akan segera memulihkan program beasiswa tersebut dan menawarkan kepada penerima beasiswa dari Afghanistan untuk melanjutkan studinya pada tahun depan.

1. Penerima Beasiswa kecewa

Sharif Safi salah satu penerima beasiswa itu mengatakan kepada Sky News bahwa pemberitahuan dari kedutaan masih mengejutkan baginya, dia merasa mimpinya hancur, hanya karena fakta bahwa dia merupakan warga Afghanistan. Safi sebelumnya telah menolak tawaran pekerjaan dan pendidikan lainnya, berencana menempuh gelar master dalam perdamaian, konflik dan diplomasi di London Metropolitan University.

Penerima beasiswa lainnya Afsana Hamidy yang diterima di Roehampton, dengan studi kebutuhan pendidikan khusus dan disabilitas, mengatakan kepada Sky News bahwa Chevening telah bertindak diskriminasi kepada penerima beasiswa dari Afghanistan. Jika berhasil lulus dalam rencana pendidikannya itu Hamidy akan menjadi wanita pertama, dan orang kedua, yang ahli dalam bidang itu di Afghanistan.

Penerima beasiswa lainnya yang Naimatullah Zafary mengatakan kepada BBC, yang telah mendaftar empat tahun berturut-turut sebelum akhirnya diterima, memberitahu bahwa keputusan itu membuatnya tidak bisa tidur, dia berencana mempelajari pemerintahan, pembangunan dan kebijakan publik di University of Sussex.

Para penerima beasiswa pada pekan lalu berkunjung ke kedutaan, mengusulkan agar visa mereka diproses di Pakistan, India, atau negara lainnya, dengan biaya sendiri, tetapi saran itu ditolak. Mereka juga bertanya apakah bisa belajar secara daring terlebih dahulu selama visa diproses, tapi kedutaan memberitahu bahwa itu tidak bisa. Para penerima beasiswa khawatir mereka menjadi target Taliban.

2. Keputusan pemerintah Inggris dikecam para mantan pejabat

Inggris Tunda Visa Penerima Beasiswa dari AfghanistanIlustrasi bendera Inggris Raya. (Unsplash.com/simon frederick)

Dilansir Sky News, Beasiswa Chevening merupakan program pendidikan master, yang dijalankan oleh Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan dan organisasi mitra, menawarkan beasiswa kepada cendekiawan di seluruh dunia untuk menjadi pemimpin di masa depan dan orang berpengaruh di bidangnya. Beberapa alumninya termasuk presiden, perdana menteri, dan penulis peraih Booker Prize.

Mereka yang menerima beasiswa setelah menyelesaikan pendidikannya tidak dapat mengajukan permohonan untuk menetap di Inggris Raya, mereka harus setuju untuk kembali ke negara asalnya setelah studi selesai ditempuh.

Rory Stewart, seorang mantan menteri pembangunan internasional di pemerintahan Theresa May, melalui Twitter menyampaikan bahwa keputusan itu merupakan aib bagi pemerintah.

"Sangat mengecewakan mendengar, di atas segalanya - bahwa warga Afghanistan yang menerima beasiswa dari pemerintah Inggris Raya untuk belajar di Inggris Raya tahun ini sekarang telah diberitahu bahwa mereka tidak akan diberikan visa karena 'masalah administrasi'. Tentunya seseorang bisa menyelesaikan ini?" Kata Stewart di Twitter. 

Mantan menteri kabinet Konservatif David Lidington juga mengecam keputusan tersebut yang dianggap telah bertentangan dengan kepentingan negara, dia menyampaikan bahwa mereka yang diterima dalam program Chevening memiliki risiko menjadi target Taliban. Lidington berharap bahwa Perdana Menteri Boris Johnson dan Menteri Luar Negeri Dominic Raab dapat segera meninjau situasi tersebut.

Baca Juga: Afghanistan Kacau, Begini Kondisi WNI yang Ada di Sana

3. Pemerintah telah mengirim pasukan ke Afghanistan untuk bantu evakuasi

Inggris Tunda Visa Penerima Beasiswa dari AfghanistanPasukan yang dikirim Inggris ke Afghanistan untuk bantu evakuasi. (Twitter.com/David Otto Endeley)

Kedutaan yang tidak bisa memproses visa penerima beasiswa telah menimbulkan pertanyaan karena warga Afghanistan yang bekerja untuk pemerintah dan media Inggris Raya masih dapat diproses visa mereka untuk dievakuasi Mereka dikhawatirkan akan menjadi sasaran Taliban. Kedutaan didesak untuk segera mengeluarkan visa, tetapi para kritikus mengatakan bahwa Inggris Raya tertinggal di belakang AS, melansir dari The Independent.

AS juga telah mulai mengevakuasi staf dari kedutaannya. Taliban saat ini telah berhasil merebut kota besar terakhir di utara, Jalalabad yang jatuh tanpa perlawanan. Saat ini ibu kota Kabul terancam dikuasai.

Mengutip BBC, untuk membantu evakuasi pemerintah pekan lalu telah mengirim sekitar 600 tentara ke Afghanistan. Lebih dari seperempat juta orang dilaporkan telah mengungsi keluar Afghanistan, banyak yang telah meninggalkan Kabul karena takut terhadap Taliban.

Taliban telah semakin memperluas kekuasaannya setelah penarikan pasukan AS dan negara lainnya dari Afghanistan. Bahaya penarikan pasukan sebelumnya telah diperingatkan oleh Jenderal Sir Richard Barrons, yang merupakan kepala Komando Pasukan Gabungan Inggris Raya, dia mengatakan penarikan pasukan adalah kesalahan strategis yang berisiko memicu kebangkitan terorisme.

Baca Juga: Kuasai Kabul, Taliban Akan Deklarasikan Negara Islam Afghanistan

Ifan Wijaya Photo Verified Writer Ifan Wijaya

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya