Comscore Tracker

Kedatangan Varian Omicron, Inggris Ambil Langkah Pencegahan

Beberapa negara Afrika masuk larangan perjalanan

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Inggris Raya pada hari Sabtu (27/11/2021) mengumumkan kembali penggunaan masker dan memperketat perjalanan. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus setelah kasus varian baru COVID-19, yang disebut Omicron terindentifikasi di Inggris Raya. Varian yang baru-baru ini terdeteksi di wilayah Afrika ini memiliki jumlah mutasi yang tinggi dan memiliki kemungkinan lebih menular.

1. Langkah pencegahan yang diterapkan

Kedatangan Varian Omicron, Inggris Ambil Langkah PencegahanIlustrasi orang yang memakai masker saat sedang berbelanja. (Pexels.com/Anna Tarazevich)

Melansir dari Evening Standard, Perdana Menteri Boris Johnson dalam pengumumannya untuk mencegah penyebaran virus mengatakan masker akan wajib digunakan di transportasi umum dan toko-toko, tidak termasuk di hotel.

Johnson juga mengumumkan aturan perjalanan yang lebih ketat dia mewajibkan siapa pun yang tiba di Inggris Raya perlu melakukan tes PCR pada hari kedua kedatangan dan mereka harus mengisolasi diri sampai meninjukkan hasil negatif. Orang yang hasil tes menunjukkan positif dan diduga meupakan varian Omicron perlu mengisolasi diri selama sepuluh hari, terlepas dari status vaksinasi.

Perdana menteri mengatakan langkah-langkah ini akan ditinjau kembali dalam tiga minggu.

Pada hari Sabtu, Inggris Raya melaporkan ada 39.567 kasus baru dan ada 131 kematian dalam 28 hari setelah positif COVID-19, sehingga total kematian akibat virus tersebut menjadi 144.724.

2. Johnson mewaspadai varian Omicron

Kedatangan Varian Omicron, Inggris Ambil Langkah PencegahanPerdana Menteri Inggris, Boris Johnson. (Twitter.com/Boris Johnson)

Melansir Metro, kehadiran virus ini telah membuat Johnson khawatir dia mengatakan para ilmuwan tampaknya telah mengindentifikasi varian Omicron dapat menyebar cepat dan dapat menyebar di antara orang-orang yang telah divaksin lengkap. Dia mengatakan virus menunjukkan mutasi yang sangat ekstensif, menyimpang cukup signifikan dari varian sebelumnya.

Johnson meminta orang-orang untuk mencegah penyebaran agar ilmuwan memiliki waktu untuk memahami varian dengan tepat. Eektivitas vaksin terhadap varian baru ini masih belum jelas, tapi Johnson yakin vaksin saat ini masih akan memberikan perlindungan.

Perdana menteri Konservatif ini mengatakan akan meningkatkan program vaksinasi booster, dengan mempertimbangkan memberikan ke kelompok seluas mungkin dan mempercepeat jarak dosis kedua dan booster.

Meski ada kekhawatiran terhadap varian Omicron, Johnson yakin Natal tahun ini jauh lebih baik dibangdingkan tahun lalu.

Baca Juga: Inggris: 1.115 Migran Lintasi Selat Inggris dalam 2 Hari

3. Dua kasus varian Omicron terdekteksi

Kedatangan Varian Omicron, Inggris Ambil Langkah PencegahanIlustrasi virus corona. (Pexels.com/CDC)

Melansir dari Mirror, Menteri Kesehatan Sajid Javid mengumumkan bahwa mulai pukul 4 pagi pada 28 November, orang yang bukan warga Inggris Raya dan Irlandia yang berada di Malawi, Mozambik, Zambia, dan Angola dalam 10 hari akan ditolak masuk. Sebelumnya larangan serupa telah diteapkan untuk kedatangan dari Afrika Selatan, Botswana, Lesostho, Eswatini, Zimbabwe, dan Namibia.

Pembatasan perjalanan ini dilakukan untuk mencegah varian Omicron masuk. Namun, varian baru baru ini telah terindentifikasi di Inggris Raya pada hari Sabtu, ada dua kasus yang dilaporkan, satu di Chelmsford dan yang lainnya di Nottingham. Kedua kasus tersebut terkait dan ada tautan perjalanan ke Afrika Selatan.

Kasus baru ini membuat pemerintah melakukan tes pada anggota rumah kedua kasus tersebut dan mereka telah diminta untuk mengisolasi diri sementara pengujian lebih lanjut dan pelacakan kontak sedang berlangsung.

Javid mengatakan kasus itu bisa terdeteksi berkat pengurutan genom kelas dunia Inggris Raya. Dia mengigatkan saat ini pandemik belum selesai dan menyerukan mereka yang belum vaksin untuk segera memperoleh suntikan dan mereka yang memenuhi syarat dosis ketiga untuk segera membuat janji.

Kepala Petugas Medis Chris Whitty mengatakan perlu lebih banyak data lagi untuk mengetahui kemungkinan varian dalam peningkatan penularan dan resistensi terhadap vaksin. Dia mengigatkan agar orang tidak melupakan tindakan pencegahan.

Kepala Penasihat Ilmiah Sir Patrick Vallance juga mengatakan perlu adanya lebih banyak data mengenai varian, tapia dia mengigatkan jika varian ini dapat menular dengan cepat, makan akan ada masalah besar yang harus dihadapi.

Baca Juga: Inggris Bantu Perempuan dan Penyandang Disabilitas RI Berbisnis

Ifan Wijaya Photo Verified Writer Ifan Wijaya

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya