Comscore Tracker

Kosovo Buka Kedutaan Besar untuk Israel di Yerusalem

Status Yerusalem akan semakin rumit

Pristina, IDN Times - Pada hari Minggu, 14 Maret Kosovo secara resmi membuka kantor kedutaan besarnya untuk Israel di Yerusalem. Keputusan ini tidak lepas dari peran AS yang telah menghubungakan Kosovo untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

Tindakan Kosovo membuat semakin rumitnya penyelesaian konflik Israel-Palestina dalam konflik wilayah Yerusalem.

1. Negara Eropa pertama yang membuka keduataan di Yerusalem

Kosovo Buka Kedutaan Besar untuk Israel di YerusalemInes Demiri Kuasa Usaha Kosovo untuk Israel dalam pembukaan kedutaan Kosovo untuk Israel di Yerusalem pada Minggu, 14 Maret. Sumber:twitter.com/Ines Demiri

Melansir dari Al Jazeera, Kosovo yang secara resmi membuka kedutaanya di Yerusalem menjadi negara Eropa pertama yang membuka kedutaan di kota tersebut. Langkah Kosovo ini mengikuti jejak AS dan Guatemala yang telah lebih dulu membukan kedutaan di Yerusalem.

Keputusan ini merupakan langkah selanjutnya dari Kosovo yang secara resmi pada 1 Februari menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. Pada September tahun lalu Perdana Menteri Kosovo Avdullah Hoti bertemu dengan Presiden Serbia Aleksandar Vucic di Gedung Putih pada September dengan Presiden Donald Trump, yang dalam pertemuan itu AS telah mendukung Kosovo menjalin hubungan dengan Israel. AS telah berperan dalam menormalisasikan hubungan Israel dengan negara-negara Arab dan negara mayoritas berpenduduk Muslim, dan Kosovo merupakan salah satunya.

Kementerian Luar Negeri dalam pernyataanya menyampaikan bahwa pembukaan di Yerusalem.

“Penetapan plakat dan bendera negara di Kedutaan Kosovo di Israel mencerminkan komitmen Pemerintah Kosovo untuk memenuhi janji untuk mendirikan misi diplomatik ke Yerusalem."

Melansir dar Reuters, pada hari Kamis, 11 Maret Republik Ceko membuka perwakilan kantor diplomatik di Yerusalem, yang merupakan cabang kedutaan besarnya di Tel Aviv, sebuah langkah yang menuai kecaman dari Palestina dan Liga Arab.

2. Pengakuan kemerdekaan Kosovo

Baca Juga: Pertama Kali, Kosovo Kirim Pasukan untuk Misi Perdamaian 

Melansir dari The Guaridian, pembukaan kedutaan Kosovo di Yerusalem dianggap merupakan imbalan atas pengakuan Israel atas kemerdekaan Kosovo. Kosovo mengumumkan kemerdekaan di 2008 setelah menghadapi perang dengan Serbia pada 1990-an.

Kosovo telah menghadapi sengketa paling sulit di Eropa, Serbia telah menolak kemerdekaan Kosovo sejak pecah dalam perang 1998-99 yang berakhir setelah NATO melakukan pengeboman terhadap pasukan Serbia. Kosovo dan Serbia telah menghadapi tekanan yang memuncak dari barat untuk menyelesaikan kebuntuan, yang dipandang penting bagi kedua belah pihak untuk bergabung dengan UE. Lebih dari 13.000 orang tewas dalam perang itu, kebanyakan orang Albania Kosovo, yang merupakan mayoritas di bekas provinsi Serbia.

Kemerdekaan Kosovo yang tidak diakui oleh Serbia, Rusia, dan Tiongkok, membuatnya tidak dapat bergabung dengan PBB. Namun, Kosovo kini telah diakui oleh sebagian besar negara barat.

3. Status Yerusalem menjadi rintangan perdamaian

Kosovo Buka Kedutaan Besar untuk Israel di YerusalemYerusalem yang merupakan kota suci bagi agama Islam, Kristen, dan Yahudi. Sumber:unsplash.com/

Melansir dari Reuters, pembukaan kedutaan di Yerusalem yang dilakukan oleh Kosovo semakin memperumit penyelesaian konflik di Israel-Palestina, untuk wilayah Yerusalam yang merupakan salah satu rintangan terberat untuk menjalin kesepakatan damai.

Dukungan internasional yang luas telah meminta Yerusalem Timur, yang direbut Israel dalam perang Timur Tengah 1967, sebagai ibu kota Palestina mendatang. Israel mencaplok Yerusalem Timur dalam perang 1967 dalam sebuah tindakan yang belum mendapat pengakuan internasional. Selain AS, Guatemala dan Kosovo negara lain yang memiliki kedutaan di Israel membukan kantornya di Tel Aviv.

Tindakan Kosovo oleh Wasel Abu Youssef, anggota komite eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina, menyampaikan bahwa mengatakan pembukaan telah bertentangan dengan resolusi PBB dan bertujuan untuk "melemahkan perjuangan Palestina".

Sebelumnya Turki telah memperingatkan Kosovo untuk tidak membuka kedutaan di Yerusalem, karena langkah tersebut dapat merusak hubungan masa depan dengan Turki.

Baca Juga: Kosovo Gelar Pemilu Parlementer di Tengah Pandemi

Ifan Wijaya Photo Verified Writer Ifan Wijaya

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya