Comscore Tracker

Makin Lengket, Mali Terima Pesawat Militer dari Rusia

Hubungan Mali dan Rusia semakin dekat

Jakarta, IDN Times - Pemerintah militer Mali baru-baru ini menerima sejumlah pesawat tempur dari Rusia, yaitu berupa jet L-39, jet Sukhoi-25, dan sebuah helikopter tempur Mi-24P. Hal ini menandai hubungan kedua negara yang kian dekat.

Penyerahan pesawat militer itu dilakukan di bandara di ibu kota Bamako pada Selasa (9/8/2022). Penyerahan itu dihadiri oleh Presiden Mali, Assimi Goita dan Igor Gromyko, pejabat kedutaan Rusia di Mali.

Baca Juga: 17 Tentara Mali Tewas Diserang Militan ISIS

1. Sebelumnya Mali juga telah menerima senjata militer dari Rusia

Melansir The New Arab, Menteri Pertahanan Sadio Camara menyampaikan bahwa itu merupakan kemitaraan dengan Rusia yang saling menguntungkan. Dia juga menyampaikan bahwa kedatangan pesawat akan memperkuat kemampuan pengintaian dan serangan militer Mali.

"Upacara hari ini bersejarah, baik dalam bentuk dan kualitas serta dalam jumlah dari apa yang kamu serahkan. Kami hanya menunjukkan sebagian dari (pengiriman senjata Rusia), sisanya tentu saja digunakan dalam operasi saat upacara ini berlangsung," kata Camara. dalam pidato untuk menyambut kedatangan pesawat militer itu

Pesawat tempur yang diterima itu merupakan pengiriman terbaru peralatan militer dari Rusia. Sebelumnya pada April, Mali telah menerima dua helikopter Mi-24P dan radar pengawasan. Pada Maret, diterima juga dua helikopter dan sistem radar bergerak.

Pemerintah Mali juga menerima empat helikopter Mi-171 dari Rusia pada Oktober tahun lalu. Helikopter itu digunakan untuk transportasi pasukan.

Belum ada keterangan mengenai kesepakatan untuk memperoleh senjata.

Baca Juga: 16 Negara Barat Kecam Penempatan Tentara Bayaran Rusia di Mali

2. Kerja sama Mali dengan militer Rusia

Makin Lengket, Mali Terima Pesawat Militer dari RusiaIlustrasi tentara. (Pexels.com/Pixabay)

Sejak Goita melakukan kudeta pada Agustus 2020 hubungan Mali dengan Rusia semakin mendekat. Hubungan yang terjalin baik itu telah membuat junta militer Mali membawa militer Rusia ke dalam negeri. Pasukan Rusia itu disebut pemerintah sebagai bagian dari instruktur militer.

Namun, ada tuduhan bahwa pasukan itu merupakan tentara bayaran Rusia dari Wagner Grup, sebuah perusahaan militer swasta Rusia.

Human Rights Watch dalam sebuah laporan yang dirilis pada Maret, menyampaikan bahwa penduduk Moura telah melihat tentara bayaran melakukan pembunuhan di luar proses hukum dan pelanggaran kemanusiaan dengan tentara Mali selama lima hari.

Kekhawatiran kerja sama dengan tentara bayaran Rusia ini telah mendorong sekutu dekat Mali, Prancis, menarik pasukan militernya keluar dari negara itu. Penarikan itu diharapkan akan selesai dalam beberapa minggu mendatang.

Baca Juga: Prancis Kecam Tindakan Mali Pekerjakan Tentara Bayaran Wagner

3. Serangan terbaru kelompok teroris menewaskan 21 orang

Makin Lengket, Mali Terima Pesawat Militer dari RusiaIlustrasi ISIS, Teroris (IDN Times/Arief Rahmat)

Melansir VOA News, Mali telah mengalami kekacauan sejak 2012, setelah kelompok teroris yang menggunakan nama Islam memberontak di wilayah utara negara itu dan sempat mengusai bagian utara.

Mali berhasil merebut kembali kontrol wilayah utara dengan dibantu oleh pasukan Prancis pada 2013, tapi pemberontakan masih terus berlanjut. Pada 2022, itu menjadi salah satu tahun paling mematikan dalam konflik.

Serangan terbaru kelompok teroris dilakukan pada hari Minggu, yang menyerbu pangkalan militer Mali di kota utara Tessit. Dalam serangan itu, menewaskan 21 orang, 17 tentara Mali dan empat warga sipil tewas.

Saat ini, kekerasan di Mali mengalami peningkatan di luar wilayah utara. Pada Juni, terjadi serangan oleh kelompok teroris di wilayah Mopti bagian tengah Mali, yang menyebabkan 132 warga sipil terbunuh.

Dalam bebeberapa bulan terakhir, serangan juga meningkat di wilayah selatan Mali. Pada Juli, kelompok teroris menyerang kota militer utama Mali, Kati, sekitar 15 kilometer dari utara Bamako.

Ifan Wijaya Photo Verified Writer Ifan Wijaya

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya