Comscore Tracker

Nazanin Zaghari-Ratcliffe Bebas, Tapi Hadapi Dakwaan Baru

Nazanin pekan depan akan kembali disidang

Teheran, IDN Times - Nazanin Zaghari-Ratcliffe wanita berkewarganegaraan ganda, Inggris-Iran merupakan seorang pekerja amal, dia telah ditahan selama bertahun-tahun karena dituduh membahayakan keamanan Iran. Saat ini Nazanin telah bebas dari masa hukuman di Iran, ia bebas setelah menyelesaikan hukumannya pada hari Minggu, 7 Maret.

1. Ditahan sejak 2016

Nazanin Zaghari-Ratcliffe Bebas, Tapi Hadapi Dakwaan BaruIlustrasi Penjara (IDN Times/Mardya Shakti)

Melansir dari BBC, Nazanin Zaghari-Ratcliffe telah dipindahkan dari penjara dan menjalani masa tahanan rumah sejak Maret lalu untuk menghindari penyebaran virus corona. Hukuman Nazanin berakhir pada hari Minggu, 7 Maret. Selama menjadi tahanan rumah dia mengenakan alat pelacak di kakinya, tapi sekarang telah dilepas.

Nazanin telah ditahan pihak berwenang Iran sejak April 2016 ketika datang dari Inggris untuk mengunjungi orang tuanya di Iran bersama putrinya yang lahir di Inggris. Dia dijatuhi hukuman lima tahun penjara oleh Iran setelah dituduh merencanakan tindakan untuk menggulingkan pemerintah Iran, yang telah dia bantah. Sebelum penangkapannya, dia tinggal di London bersama suami dan anaknya.

Menyambut pembebasan warganya Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab melalui Twitter menyampaikan bahwa Nazanin harus diizinkan kembali ke Inggris. "Kami menyambut baik pencabutan tag pergelangan kaki Nazanin Zaghari-Ratcliffe, tetapi perlakuan Iran yang berkelanjutan terhadapnya tidak dapat ditoleransi. Dia harus diizinkan untuk kembali ke Inggris secepat mungkin untuk dipersatukan kembali dengan keluarganya."

Melansir dari SKY News, pengacaranya, Hojjat Kermani, menyampaikan bahwa, "dia diampuni oleh Pemimpin Tertinggi Iran tahun lalu, tetapi menghabiskan tahun terakhir masa jabatannya sebagai tahanan rumah dengan belenggu elektronik terikat di kakinya. Sekarang telah dilepaskan. Dia telah dibebaskan."

Sehari sebelum berakhirnya masa tahanan, suaminya, Richard Ratcliffe mengatakan kepada Sky News pada hari Sabtu bahwa keluarganya segera mencari kejelasan apakah dengan berakhirnya hukuman, dia bisa segera kembali ke Inggris.

2. Akan menghadapi dakwaan kedua

Nazanin Zaghari-Ratcliffe Bebas, Tapi Hadapi Dakwaan BaruNazanin akan menghadapi dakwaan lain pada minggu depan. Sumber:unplash.com/Tingey Injury Law Firm

Melansir dari The Guardian, meski telah bebas wanita tersebut akan menghadapi dakwaan keduanya pada Minggu, 14 Maret. Tuduhan kedua yang telah lama dilancarkan oleh Iran, termasuk keterlibatan dalam aktivitas propaganda melawan Republik Islam dengan menghadiri demonstrasi di luar kedutaan Iran pada tahun 2009.

Richard, suaminya telah menyampaikan bahwa penahanan lanjutan istrinya adalah ilegal berdasarkan hukum Iran karena dia telah menyelesaikan hukumannya dan tidak dituntut dengan pelanggaran baru, seperti yang pernah diancam. Dia mengatakan para pejabat Iran telah menerima bahwa hukumannya telah selesai.

Iran telah memberikan ancaman dakwaan kedua pada Oktober 2017 dan kemudian pada September tahun lalu, namun tidak terlaksana. Tuduhan kedua terkait penyebaran propaganda melawan rezim tidak mengandung bukti yang tidak tersedia pada persidangan pertamanya pada tahun 2016.

Zaghari-Ratcliffe sebelum menjadi tahanan rumah telah menghabiskan lebih dari empat tahun penjara, termasuk hampir sembilan bulan di sel isolasi tanpa jendela di dua penjara terpisah. 

Kemungkinan menghindari dakwaan baru dan bisa terbang kembali ke Inggris bertemu putri dan suaminya tergantung hubungan diplomatik Inggris dan Iran. Menurut Tulip Siddiq, anggota parlemen Partai Buruh mengatakan kepada BBC bahwa paspor Inggrisnya masih ditahan Iran.

Baca Juga: Kisah Pemuda Inggris Habiskan Rp80 Juta untuk Rawat 1.400 Tanaman

3.  Penahanannya dianggap sebagal alat negosiasi

Nazanin Zaghari-Ratcliffe Bebas, Tapi Hadapi Dakwaan BaruNazanin anggap penahanannya sebagai alat negosiasi. Sumber:twitter.com/Daren Nair

Melansir dari The Guardian, sejak ditangkap Nazanin telah dua kali melakukan mogok makan sebagai protes. Dia menderita serangan panik, sulit tidur, nyeri bahu dan sering berpikir untuk bunuh diri. Dia telah mengalami penolakan akses konsulernya karena Iran tidak mengakui status kewarganegaraan ganda. Selama interogasi, dia mengklaim bahwa Iran berusaha membujuknya untuk menjadi mata-mata, yang mengatakan kepadanya bahwa suaminya telah meninggalkannya dan mengancam akan mengirim putrinya kembali ke London.

Nazanin dan suamimya berpendapat bahwa penahanannya telah dijadikan sebagai alat tawar-menawar dalam menjamin lebih dari 400 juta pound sterling atau setara dengan Rp7,9 triliun, yang merupakan hutang yang diakui Inggris terhadap Iran, namun tidak dapat membayar karena sanksi terhadap Iran. Inggris diketahui tidak menetapkan strategi publik untuk membayar hutang, yang mungkin pembayaran melalui kemanusiaan.

Iran yang saat ini sedang didesak untuk kembali ke dalam perjanjian nuklir 2015 pada pekan lalu merasa telah menang ketika, Inggris, Prancis dan Jerman menarik mosi pada pertemuan Dewan Gubernur Asosiasi Energi Atom Internasional di Wina yang mengecam Iran. Inggris telah dianggap oleh Iran sebagai salah satu biang keladi mosi.

Iran telah mengklaim bahwa AS hampir memberikan izin mengakses dananya di rekening luar negeri setidaknya untuk tujuan kemanusiaan, terutama di Korea Selatan dan Irak. Hal itu bisa menjadi preseden yang membuat Inggris lebih mudah untuk membayar hutangnya tanpa menghilangkan sanksi AS. Inggris telah memberikan gambaran mengenai bagaimana membayar hutang, dengan menekan AS untuk memberikan izin kepada mereka untuk melakukannya.

Baca Juga: Iran Desak Biden Bawa AS Kembali ke Kesepakatan Nuklir Iran

Ifan Wijaya Photo Verified Writer Ifan Wijaya

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya