OnlyFans akan Blokir Konten Seksual Eksplisit

OnlyFans tidak ingin kehilangan layanan pembayaran

London, IDN Times - OnlyFans pada hari Kamis (19/8/2021) mengumumkan akan melarang konten seksual eksplisit mulai Oktober, tapi konten telanjang tetap bisa diunggah oleh pengguna. OnlyFans yang menjadi platform penyedia konten untuk dijual dan dibeli bagi penggunanya selama ini lebih dikenal dengan konten seksual, meski banyak konten lainnya seperti musik dan olahraga.

1. Tekanan dari layanan pembayaran

OnlyFans akan Blokir Konten Seksual EksplisitIlustrasi kartu kredit Mastercard. (Pexels.com/Pixabay)

Melansir dari The Guardian, larangan ini dterapkan setelah peruasahaan tersebut mendapat tekanan dari dari bank dan jasa penyedia layanan pembayaran yang menyuarakan kekhawatiran atas konten seksual yang bisa diakses pelanggan. OnlyFans yang tidak ingin kehilangan kerja samanya pembayarannya lebih memilih melarang konten seksual yang telah membuat mereka dikenal di seluruh dunia.

Terkait larangan itu juru bicara OnlyFans menyampaikan bahwa pemberitahuan lebih lanjut akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang dan akan memastikan bahwa platform akan tetap menjaga keamanan dan melakukan moderasi oleh mausia. Perubahan itu akan lebih memastikan platform tersebut lebih inklusif dan menarik bagi investor, yang selama ini menghindari konten seksual eksplisit.

Perusahaan penyedia jasa pemroses pembayaran seperti Visa dan Mastercard semakin memperhatikan platform yang menyediakan konten seksual, yang ditunjukkan pada Desember 2020 dengan melarang pembayaran ke situs web pornografi yang dimiliki MindGeek, menyusul laporan bahwa mereka menampung "porno balas dendam" yang diunggah tanpa persetujuan dari mereka yang tampil di konten.

Visa dan Mastercard baru kembali mengizinkan pembayaran setelah MindGeek menghapus puluhan juta video yang belum diverifikasi dari situsnya seperti PornHub.

2. Mendapat tuduhan konten seksual anak di bawah umur

Melansir dari BBC, OnlyFans telah menghadapi laporan bahwa ada pengguna bersusia di bawah 18 tahun yang memakai indetifikasi palsu agar bisa terdaftar dan menjual video seksual eksplisit di situs tersebut. Adanya laporan BBC itu membuat OnlyFans dalam masalah. Laporan itu membuat  komisaris anak-anak untuk Inggris mendesak platform itu untuk lebih berbuat banyak dalam  menghentikan pengguna di bawah umur. 

OnlyFans telah merespons laporan itu dan menyampaikan bahwa telah menutup akun yang bermasalah dan mengembalikan semua langganan aktif. Pada bulan lalu OnlyFans menutup 15 akun setelah ditemukan materi pornografi anak-anak di akun tersebut.

OnlyFans pada awal bulan ini menghadapi pengadilan setelah lebih dari seratus anggota Kongres AS dan perempuan menuntut penyelidikan dilakukan departemen kehakiman ke OnlyFans, terkait adanya dugaan kehadiran materi seksual di bawah umur di situs tersebut.

Baca Juga: 10 Fakta Bella Thorne yang Jadi Viral Karena Bikin Konten di OnlyFans

3. OnlyFans dianggap membuang pekerja seks setelah mendapat keuntungan

OnlyFans akan Blokir Konten Seksual EksplisitIlustrasi Pekerja Seks (IDN Times/Mardya Shakti)

Melansir dari The Guardian, perusahaan ini telah mendapatkan peningkatan signifikan selama pandemik dengan pengguna telah mencapai 130 juta. Para pekerja seks yang memanfaatkan platform itu telah menikmati kebebasan finansial. Platform itu telah membuat sekitar 16 ribu pembuat konten memperoleh setidaknya 50 ribu dolar AS (Rp723 juta) per tahun, menurut Axios.

Melansir dari The Independent, keputusan OnlyFans telah mendapat kecaman dari pengguna mereka di Twitter. Platform itu dianggap telah menyingkirkan pekerja seks yang telah melambungkan platform ke berbagai penjuru dunia. Salah satunya pembuat konten seksual OnlyFans di Twitter menyampaikan kemarahannya karena penghasilannya akan terhenti, sementara platform telah meraih banyak keuntungan.

Wartawan bernama Harron Walker juga mengkritik pilihan perusahaan itu melalui Twitter, dia menyebut keputusan itu "menjijikkan".

"Tidak mengherankan tetapi masih menjijikkan bahwa OnlyFans memilih bank, investor VC, teknologi besar (Apple+ Google tidak mengizinkan konten dewasa di toko aplikasi mereka, karenanya tidak ada aplikasi sampai 'sfw' diumumkan minggu ini), dan keuntungan dari pekerja seks yang menggunakan platformnya."

Tindakan OnlyFans tidak mengejutkan karena pada tahun lalu pendiri OnlyFans Tom Stokely, mengatakan kepada The Independent pada April 2020 bahwa perusahaan ingin ada lebih banyak pembuat konten dari kalangan musisi dan orang populer lainnya. 

Baca Juga: YouTuber Meksiko Ditangkap Atas Kasus Pornografi Anak

Ifan Wijaya Photo Verified Writer Ifan Wijaya

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya