Comscore Tracker

Pasca Brexit, UE Permudah Pemeriksaan di Irlandia Utara

Obat-obatan dapat lebih mudah masuk

Jakarta, IDN Times - Uni Eropa (UE) pada hari Rabu (13/10/2021) telah merilis proposal baru perdagangan pasca Brexit untuk Irlandia Utara, yang akan menawarkan kemudahan serangkaian pemeriksaan terhadap barang-barang dari Inggris Raya masuk ke Irlandia Utara. 

Irlandia Utara memiliki kesepakatan khusus setelah Brexit yang membuatnya bisa melakukan perdagangan bebas dengan UE, meski bagian dari Inggris Raya. Aturan baru setelah Brexit itu disebut Protokol Irlandia Utara, yang membuat barang dari Inggris Raya yang masuk harus dibatasi dan mendapatkan pemeriksaan yang ketat.

1. Kemudahan UE akan menghapus separuh dokumen untuk bea cukai

Pasca Brexit, UE Permudah Pemeriksaan di Irlandia UtaraBendera UE di depan Gedung Berlaymont kantor Komisi Eropa di Brussels, Belgia. (Unsplash.com/Guillaume Périgois)

Melansir dari DW, untuk memperkenalkan perubahan dalam protokol ini pejabat UE telah menuju London untuk melakukan pembahasan. Wakil Presiden Komisi Eropa Maros Sefcovic mengatakan proposal ini untuk membantu Irlandia Utara mengatasi kesulitan setelah Brexit.

Dalam proposal baru ini UE menawarkan kemudahan pemeriksaan sekitar 80 persen untuk produk makanan yang datang ke Irlandia Utara dari Inggris Raya, proses sertifikasi juga akan dimudahkan. Separuh dokumen untuk bea cukai juga akan dihapus, yang hanya akan memuat informasi dasar barang.

Kemudahan UE ini juga untuk memastikan obat-obatan dari Inggris Raya dapat lebih mudah masuk ke Irlandia Utara.

Menurut pandangan pakar bea cukai internasional Anna Jerzewska mengatakan kepada DW, proposal baru ini akan mengutungkan Inggris Raya. Namun, Jerzewska mengatakan rincian penyederhanaan yang dijanjikan UE masih belum jelas.

2. Keinginan untuk menghapus pengawasan ECJ

Baca Juga: Belum Akui Taliban, Uni Eropa Siap Kucurkan Dana Bantu Pengungsi

Melansir dari BBC, Menteri Brexit Lord Frost mengatakan protokol yang disetujui untuk Irlandia Utara dianggap telah menyulitkan bisnis dan mengancam Perjanjian Jumat Agung. Frost pada hari Selasa (12/10) telah mengusulkan rencana untuk menulis ulang protokol baru mengantikan yang saat ini berlaku.

Beberapa perusahaan di Irlandia Utara yang terpengaruh oleh protokol tersebut telah memberitahu rantai pasokan telah terganggu.

UE pada bulan Juli telah menawarkan untuk memberikan pengaruh yang lebih besar kepada politisi Irlandia Utara dan pemangku kepentingan lainnya, termasuk pembentukan kelompok yang membahas isu-isu penting. Usulan itu juga akan membawa pihak-pihak yang berkepentingan hadir di pertemuan Komite Khusus, badan bersama Inggris Raya dengan UE yang mengawasi protokol.

Namun, tindakan tersebut akan mengagalkan niat Inggris Raya untuk mengubah protokol secara mendasar dengan menghapus peran Mahkamah Eropa (ECJ) dalam melakukan pengawasan di Irlandia Utara. ECJ saat ini memiliki wewenang untuk mengatur masalah hukum UE di Irlandia Utara, yang membuat UE dapat membawa Inggris ke ECJ, bila ada perselisihan hukum UE.

3. Inggris Raya mengancam menggunakan proposal Pasal 16

Pasca Brexit, UE Permudah Pemeriksaan di Irlandia UtaraBendera Inggris Raya. (Unsplash.com/Aleks Marinkovic)

Melansir dari Al Jazeera, protokol yang diterapkan saat ini telah membuat terjadinya perselisihan salah satunya terkait pengiriman sosis ke Irlandia Utara. Agar pengiriman bisa terjadi Inggris Raya secara sepihak memperpanjang masa tenggang pasca-Brexit yang memungkinkan impor ke Irlandia Utara. Terkait hal itu UE telah menangguhkan proses hukumnya.

Karena adanya perselisihan ini Inggris Raya sebelumnya telah mengancam akan menggunakan pasal 16 dari protokol jika UE tidak mengubah sikapnya untuk tidak merundingkan ulang protokol saat ini.

Pasal 16 dari protokol memiliki wewenang untuk memberi Inggris Raya dan UE untuk menangguhkan bagian dari pengaturan perdagangan jika yakin ada peraturan yang tidak tepat. Penggunaan Pasal 16 akan memulai proses hukum yang panjang dengan UE diperkirakan akan membalas dengan pembatasan perdagangan.

Baca Juga: Akibat Kegagalan Panen Kentang, 11 Fakta Wabah Kelaparan Irlandia

Ifan Wijaya Photo Verified Writer Ifan Wijaya

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya