Comscore Tracker

Perpustakaan New York Hapus Biaya Keterlambatan Pengembalian Buku

Penghapusan denda terbukti efektif di Chicago

Jakarta, IDN Times - New York Public Library (NYPL) atau Perpustakaan Umum New York memutuskan untuk menghapus kebijakan denda keterlambatan pengembalian buku dan materi lain yang dipinjam.

Perubahan aturan di NYPL ini disampaikan oleh presiden perpustakaan, Anthony W Marx pada Selasa (5/10/2021).

1. Denda tidak efektif membuat peminjam mengembalikan buku sesuai batas waktu

Perpustakaan New York Hapus Biaya Keterlambatan Pengembalian BukuPotret Perpustakaan Umum New York. (Unsplash.com/Claudio Schwarz)

Melansir dari The Independent, menurut Marx penerapan denda tidak efektif untuk memotivasi pembaca agar mengembalikan buku tepat waktu. Bagi mereka yang mampu membayar, denda tidak memberikan efek jera. 

Di sisi lain, kata Mark, denda menyebabkan orang New York berpenghasilan rendah memustuskan untuk tidak mengakses layanan perpustakaan, karena khwatir dengan denda.

Mark menyampaikan, perubahan sistem akan menciptakan masyarakat yang lebih adil dan akan lebih banyak warga New York yang menuju perpustakaan untuk membaca buku. Dia mengaku bangga dengan perubahan kebijakan ini.

Meski meniadakan uang keterlambatan, NYPL masih menerapkan biaya ganti rugi untuk buku yang tidak dikembalikan setelah 30 hari, tetapi jika peminjam buku menemukan dan mengembalikan buku yang hilang dalam waktu 90 hari, biaya tersebut akan dikembalikan, dikutip dari The Hill.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Restoran Halal di New York, Makan Enak Tanpa Waswas

2. Biaya keterlambatan baru ditangguhkan saat pandemik COVID-19 

Perpustakaan New York Hapus Biaya Keterlambatan Pengembalian BukuPotret Perpustakaan Umum New York. (Unsplash.com/Antoinette Plessis)

Perubahan kebijakan NYPL disambut baik Wali Kota New York, Bill de Blasio. Dia mengatakan, tanpa denda warga New York akan lebih banyak mengakses layanan perpustakaan. 

Penghapusan denda ini membuat sekitar 400 ribu akun yang telah melewati batas pengembalian buku tidak perlu membayar denda. Menurut NYPL, cabang perpustakaan yang kartu keanggotaannya paling banyak diblokir berada di wilayah berpenghasilan rendah, dengan 30 persen kartu yang diblokir milik orang berusia di bawah 17 tahun.

Melansir dari BBC, biaya denda pengembalian buku baru ditiadakan pada tahun lalu karena adanya wabah virus corona. Dalam aturan sebelumnya, kartu anggota akan diblokir dan akses ke perpustakaan dihentikan jika anggota memiliki denda lebih dari 15 dolar AS (sekitar Rp213 ribu). Pada 2019, total biaya denda yang diterima NYPL lebih dari 3 juta dolar AS (sekitar Rp42,7 miliar).

NYPL menyambut kembali pembaca setelah pembatasan virus corona dilonggarkan akan menerapkan program khusus, yang mendorong orang untuk mampir, mengembalikan materi atau menghubungkan kembali orang dengan perpustakaan lokal mereka. Program tersebut akan berlangsung seminggu, yang dimulai pada 18 Oktober.

3. Perpustakaan lainnya di kota-kota besar AS yang menghapus biaya keterlambatan

Perpustakaan New York Hapus Biaya Keterlambatan Pengembalian BukuIlustrasi perpustakaan. (Unsplash.com/Susan Q Yin)

Perpustakaan di kota-kota besar lainnya di Amerika Serikat yang telah mengahapus denda adalah San Francisco, Chicago, San Diego, dan Philadelphia. Peepustakaan Umum Boston pada tahun ini mengumumkan akan menghapus semua biaya pengembalian yang melewati batas waktu.

Menghapus denda telah terbukti berhasil di Perpustakaan Umum Chicago, yang setelah mencabut biaya keterlambatan pada 2019, melaporkan ada ribuan anggota yang memperbarui atau mengganti kartu keanggotaan. Perpustakaan juga melaporkan terjadi peningkatan signifikan dalam pengembalian buku setelah beberapa sistem denda dihapus, dengan peningkatan mencapai 83 persen.

Saat ini sudah banyak perpustakaan yang berada di Amerika Utara, termasuk beberapa di Kanada mulai menghapus biaya atau setidaknya sebagian bebas untuk meningkatkan akses ke layanan.

Baca Juga: Perpustakaan Terbesar di Era Kuno, 12 Fakta Perpustakaan Alexandria

Ifan Wijaya Photo Verified Writer Ifan Wijaya

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Vanny El Rahman

Berita Terkini Lainnya