Comscore Tracker

Setelah Tutup 8 Bulan Pasar Loak Madrid, El Rastro Dibuka Kembali

Warga Madrid senang dengan El Rastro yang dibuka kembali

Madrid, IDN Times - Setelah mengalami penutupan selama delapan bulan pasar loak Madrid, El Rastro yang telah ada sejak 1740 dibuka kembali pada hari Minggu (22/11).

El Rastro yang biasa dibuka pada hari Minggu dan hari libur nasional meramaikan kembali kota Madrid, para warga yang berkunjung dan pedagang menggunakan masker sejumlah aturan baru juga diberlakukan, melansir dari Reuters.

1. Kondisi pembukaan disesuaikan dengan situasi saat ini

Setelah Tutup 8 Bulan Pasar Loak Madrid, El Rastro Dibuka KembaliFoto pasar loak El Rastro yang telah dibuka kembali. Sumberz: twitter.com/ María Pilar Sánchez - Cuca #SaldremosEnComún

Setelah ditutup selama delapan bulan pasar loak populer di Madrid ibu kota Spanyol dibuka kembali. Asosiasi pedagang dan dewan kota telah melalui banyak pertemuan  hingga 13 November mencapai kesepakatan, yang menyetujui pembukaan kembali El Rastro di 22 November.

Melansir dari Pledge Times, El Rastro dibuka kembali dengan jam reguler, mulai pukul 09:00 sampai 15:00, dengan berbagai penyesuain yang direkomendasikan petugas kesehatan pihak berwenang. Aturan baru membatasi jumlah pengunjung menjadi 2.702 orang. Jumlah kios dibatasai 50 persen menjadi 500 kios dan para pedagang akan bergantian berdagang di hari Minggu dan hari libur. Jarak pedagang dipisahkan dengan satu setengah meter di area seluas lebih dari 31.000 meter persegi dan tidak boleh ditempatkan di trotoar.

Selain itu, para pedagang dibagi menjadi enam sektor: 81 posisi di Plaza de Cascorro, 190 di Ribera de Curtidores, 82 di Vara del Rey, 120 di Campillo del Nuevo Mundo, 16 di Carlos Arniches antara Mira el Río Alta dan Carnero dan 11 di Mira el Río Baja dengan Carnero.

Pos penjualan akan diberi tanda di jalan agar mengetahui geolokasi untuk menyamakan di peta dengan nomor Covid mereka, yang digunakan agar penjual dan pengunjung mengetahui lokasi dan jenis barang yang dijual masing-masing, sesuai dengan informasi yang tersedia di Consistory. Pengrurus kota Madrid juga memasang tempat untuk informasi mengenai pedagang kaki lima di taman Casino de la Reina. Para petugas kemanan akan mengawasi situasi melalui drone.

Melansir dari Reuters, berikut ada pernyataan warga Madrid yang senang mengenai El Rastro yang dibuka kembali.

“Ini adalah lingkungan saya dan El Rastro adalah bagian dari kami. Kami sangat merindukannya; senang bisa ada di sini lagi, "kata Nuria Ponce, seorang apoteker.

"Saya biasa datang setiap Minggu pagi untuk berjualan di El Rastro, dan tidak bisa melakukannya sangat buruk bagi kami," kata Julian Canas penjual barquillo, wafer manis yang secara tradisional dijual di jalan, ia mengenakan pakaian tradisional daerah.

Baca Juga: Darurat COVID-19, Spanyol Putuskan Madrid Lockdown 

2. El Rastro telah ada sejak tahun 1740

Setelah Tutup 8 Bulan Pasar Loak Madrid, El Rastro Dibuka KembaliFoto barang yang dijual di pasar loak El Rastro.sumber: twitter.com/ María Canet

Pembukaan El Rastro menunjukkan bahwa Madrid telah memberikan banyak kelonggaran untuk warganya di situasi pandemi. 

Melansir dari Reuters, pasar loak El Rastro telah ada sejak 1740 saat ini telah dijual berbagai barang di El Rastro mulai dari perhiasan, barang antik, kaus oblong, peralatan dapur dan berbagai barang lainnya.

El Rastro juga menjadi tempat berkumpul para warga dan turis sambil menikmati minuman tradisional dan tapas. Biasanya El Rastro sangat ramai bisa menampung sampai dengan 100.000 ribu orang, namun telah jauh dibatasi.

3. Meski kasus positif telah menurun di Madrid, petugas kesehatan masih khawatir

Setelah Tutup 8 Bulan Pasar Loak Madrid, El Rastro Dibuka KembaliIlustrasi corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Isabel Diaz Ayuso presiden daerah Madrid mengkritik pembatasan yang ada, ia berharap batasan yang lebih terlokalisasi, dengan memberikan izin bar, teater, bioskop restoran buka hampir sepanjang hari dengan kapasitas yang dikurangi dan wajib menggunakan masker dan menjaga jarak.

Menurut laman berita Associated Press, kasus positif corona selama dua pekan di Madrid di bawah 300 kasus per 100.000 warga, meski masih tinggi angka telah di bawah rata-rata nasional dan Eropa, Madrid telah mengalami penurunan dari angka 500 kasus yang diumumkan beberapa minggu lalu. Pasien virus corona saat ini menempati sekitar 14 persen dan 32 persen tempat tidur rumah sakit dan unit perawatan intensif, yang jauh lebih rendah dari nasional.

Meski Diaz Ayuso senang dengan kemajuan yang dialami Madrid, tetapi petugas kesehatan masih khawatir dengan kondisi saat ini.

“Mengucapkan hal itu tidak tepat ketika kita memiliki antara 20 dan 30 kematian akibat COVID sehari di Madrid,” kata Jesus Garcia Ramos, juru bicara asosiasi perawat Satse di Madrid, yang dilansir dari Associated Press.

Garcia juga menyampaikan meski jumlahnya menurun, 15.000 petugas kesehatan masyarakat Madrid "jenuh", 1.500 petugas mengambil cuti sakit karena COVID-19 dan keadaan normal di rumah sakit "masih sangat jauh".

Masin melansir dari Associated Press, para petugas kesehatan mengkritik tindakan Ayuso mengeluarkan 50 juta euro untuk membangun rumah sakit dengan 1.000 ranjang untuk membantu menangani virus corona, bukanya memperbaiki sistem yang ada dan menghemat dana. Rumah sakit darurat Nurse Isabel Zendal, yang dibangun kurang dari enam bulan saat ini masih belum dibuka, karena belum ada yang mengurus, Diaz Ayuso berharap ada relawan tenaga medis yang menjadi sukarelawan di rumah sakit baru tersebut.

Tindakan Diaz Ayuso yang membangun rumah sakit baru telah dikritik oleh Garcia, yang berharap untuk memanfaatkan rumah sakit yang sudah jadi dan merekrut tenaga medis sebagai sumber daya.

“Saya pikir kami adalah satu-satunya di dunia yang telah melakukan hal seperti ini, dan itu mengatakan semuanya. Akan lebih berguna untuk menyesuaikan area yang ada, meningkatkan infrastruktur sudah ada dan memperkuatnya dengan perawat dan petugas kesehatan lainnya,” kata Garcia yang memberitahu bahwa ada rumah sakit Madrid yang tidak digunakan karena kurangnya sumber daya.

Saat ini Spanyol memiliki kasus positif virus corona tertinggi kedua di Eropa Barat dengan sekitar 1,5 juta kasus dan 46.619 kematian, menurut laman berita Reuters.

Baca Juga: Darurat COVID-19, Spanyol Putuskan Madrid Lockdown 

Ifan Wijaya Photo Verified Writer Ifan Wijaya

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya