Comscore Tracker

UU Aborsi: Salesforce akan Bantu Stafnya Pergi dari Texas

Departemen Kehakiman minta Texas cabut hukum abosi

Jakarta, IDN Times - Perusahaan perangkat lunak Salesforce pada hari Jumat (10/9/2021) membuat pengumuman kepada karyawannya, dengan menawarkan bantuan meninggalkan Texas jika mereka ingin. Keputusan ini dilakukan Salesforce setelah perusahaan itu khawatir mengenai kemampuan staf untuk mengakses perawatan reproduksi setelah undang-undang mengenai Aborsi di Texas berlaku.

1. Salesforce memiliki sekitar 2 ribu pekerja di Texas

Melansir dari CNBC, dalam menawarkan bantuan perusahaan itu mengatakan akan memberikan bantuan jika pekerja memiliki kekhawatiran tentang mengakses perawatan kesehatan reproduksi di negara bagian tempat tinggalnya, dan jika ingin meninggalkan negara bagian akan dibantu untuk pindah, termasuk anggota keluarga pekerja.

Marc Benioff CEO Salesforce melalui Twitter menyampaikan akan membantu staf dan keluarga mereka meninggalkan "TX" jika ingin pergi. Meski tidak menyebut Texas secara langsung, tapi "TX" diperkirakan merupakan akronim dari Texas. 

Di situs webnya, Salesforce menerangkan bahwa Dallas, Texas, sebagai salah satu dari 16 kantornya di Amerika Serikat (AS), di samping Indianapolis dan kantor pusatnya di San Francisco. Perusahaan software ini dilaporkan memiliki sekitar 2 ribu karyawan di Dallas. Jumlah total karyawan perusahaan tersebut di seluruh dunia mencapai lebih dari 56 ribu.

2. Perusahaan lainnya yang juga menentang aturan aborsi di Texas

Baca Juga: Jaksa Agung AS akan Ambil Tindakan Lindungi Warga Texas

Melansir dari The Guardian, Salesforce didirikan pada 1999 oleh Benioff sebagai salah satu penyedia layanan perangkat lunak berbasis web pertama. Perusahaan ini memiliki reputasi baik dalam menjaga para karyawannya. Pada 2020 menurut survei Forbes, Salesforce berada di peringkat 10 besar dalam peringkatk perusahaan AS yang paling memuaskan bagi karyawan.

Perusahaan itu pada 2015 juga merespons kebijakan negara bagian lainnya, yaitu Indiana. Perusahaan itu menanggapi kebijakan aturan kebebasan beragama yang dipandang sebagai tindakan diskriminasi terhadap orang-orang LGBTQ+. Karena aturan itu Salesforce mengurangi investasinya di Indiana sebagai bentuk protes.

Undang-undang di Indiana ini terpaksa dirubah oleh gubernur negara bagian itu dan kemudian Mike Pence, yang saat itu menjabat sebagai wakil presiden AS, setelah reaksi keras dari perusahaan dan aktivis hak-hak LGBT. Setelah perubahan itu Salesforce dilaporkan meningkatkan ekspansinya di Indiana.

Selain Salesforce perusahaan AS lainnya yang juga menentang aturan aborsi di Texas adalah perusahaan teknologi Lyft dan Uber, yang bergerak di sektor jasa transportasi, kedua perusahaan itu menyampaikan akan membantu membayar biaya hukum dari setiap pengemudi yang dituntut karena mengantar wanita melakukan aborsi.

Perusahaan digital lainnya Tinder dan Bumble, yang merupakan penyedia kencan daring menyampaikan telah menyiapkan dana untuk membantu karyawan yang ingin melakukan aborsi di luar Texas. Shar Dubey CEO Match Group, yang berbasis di Texas dan merupakan induk dari Tinder, menyampaikan biasanya perusahaan tidak menanggapi sikap politik, tapi untuk urusan aborsi ini dia sebagai wanita Texas tidak bisa diam saja.

3. Aturan di Texas melarang aborsi setelah kehamilan enam minggu

UU Aborsi: Salesforce akan Bantu Stafnya Pergi dari TexasIlustrasi tes kehamilan (Pixabay/JuliaFiedler)

Melansir dari Associated Press,  undang-undang mengenai hukum aborsi di Texas mulai berlaku di bulan ini. Undang-undang itu sebelumnya disetujui legislatif di Texas yang dikendalikan Republik dan telah ditandatangani pada bulan Mei oleh Gubernur Greg Abbott, juga anggota Republik.

Hukum ini melarang aborsi setelah kehamilan enam minggu, biasanya pada periode itu belum banyak wanita sadar mereka hamil. Masa kehamilan enam minggu biasanya aktivitas jantung janin telah terdeteksi. Aborsi boleh dilakukan setelah enam minggu mengandung jika ada alasan medis yang kuat. Dalam hukum ini memungkinkan warga menuntut siapa pun yang membantu seorang wanita melakukan aborsi.

Dalam perolehan suara untuk menyetujui atau menentang larangan aborsi di Mahkamah Agung AS diperoleh lima suara dukungan, berbanding empat menolak, berarti undang-undang ditolak untuk diblokir. Minggu ini Departemen Kehakiman AS menggugat Texas untuk memblokir undang-undang tersebut.

Baca Juga: Jaksa Agung AS akan Ambil Tindakan Lindungi Warga Texas

Ifan Wijaya Photo Verified Writer Ifan Wijaya

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya