Banjir Bandang Landa Vietnam, Sedikitnya 19 Orang Tewas

Korban banjir dan longsor kemungkinan bertambah

Vietnam, IDN Times - Banjir bandang dan bencana longsor melanda sejumlah wilayah di Vietnam, termasuk Kota Hanoi, setelah Topan Son Tinh memicu turunnya hujan lebat. Sedikitnya 19 orang tewas.

1. Data korban dan kerusakan

Banjir Bandang Landa Vietnam, Sedikitnya 19 Orang TewasIlustrasi banjir (Pixabay)

Seperti dilaporkan Xinhua dari Jakarta, 11 korban tewas berasal dari Provinsi Yen Bai di Vietnam Utara, dan dua --masing-masing-- dari Provinsi Than Hoa di Vietnam Tengah serta Provinsi Son La di Vietnam Utara, kata Komite Pengarah Pusat bagi Pemantauan dan Pencegahan Bencana Alam. Sementara itu, di antara orang yang terdaftar hilang, 11 berasal dari Provinsi Yen Bai dan tiga dari Than Hoa.

Sebagaimana dilansir dari situs Antara, Senin (23/7), hujan lebat, banjir bandang dan tanah longsor tersebut membunuh lebih dari 1.300 ternak serta 27.600 unggas, merusak 5.400 hektare kolam, dan merendam 113.000 hektare sawah dan serta lahan tanaman lain. Sementara VNExpress melaporkan, 15 ribu rumah rusak atau hancur. 

Baca Juga: FBI Kantongi Rekaman Trump Soal Bayaran Eks Model Playboy

2. Hujan lebat masih berlanjut

Banjir Bandang Landa Vietnam, Sedikitnya 19 Orang TewasIDN Times/Sukma Shakti

Pusat Nasional bagi Prakiraan Hidro-Meteorologi mengeluarkan pernyataan bahwa hujan lebat mungkin berlanjut selama beberapa hari di wilayah itu, dan tanah longsor serta banjir bandang lain diperkirakan melanda Provinsi Thanh Hoa serta Nghe An. Oleh karena itu, pemerintah setempat telah meminta warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. 

Vietnam sudah mulai memasuki musim hujan pada Juni ini dan diperkirakan hingga November. Tahun lalu, 389 orang tewas akibat bencana alam. Pemerintah Vietnam juga merilis kerugian material mencapai US$2,6 miliar atau sekitar Rp37,5 triliun.

 

3. Warga diminta mengungsi ke tempat yang lebih tinggi

Banjir Bandang Landa Vietnam, Sedikitnya 19 Orang TewasIDN Times/Sukma Shakti

Menurut keterangan pemerintah setempat, Minggu (22/7), ada 13 orang lainnya yang masih hilang. Dikutip dari situs Channelnewsasia.com, warga di Distrik Chuong My diminta untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi karena kekhawatiran datangnya banjir besar. "Kami harus segera memindahkan barang-barang kami dari rumah. Dari pengalaman tahun lalu, kami bahkan tidak punya waktu untuk lari," kata seorang warga lokal. 

"Rumah saya berada di dataran rendah sehingga saya harus memindahkan semua beras ke tempat yang lebih tinggi," kata seorang warga Nguyen Duy Dong kepada VNExpress. "Sejak sore (kemarin), kami sudah memindahkan 1 ton beras," jelasnya lagi. 

Baca juga: Iran Keluarkan Ancaman, Ini Serangan Balik dari Trump

Topik:

  • Ita Lismawati F Malau
  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya