Comscore Tracker

Angkatan Laut Rusia akan Segera Dipersenjatai Misil Hipersonik

Keberhasilan gemilang untuk Rusia

Moskow, IDN Times - Pemerintah Rusia melalui Presiden Vladimir Putin pada hari Minggu (26/07), menyatakan bahwa sebentar lagi Angkatan Laut Federasi Rusia segera akan dipersenjatai dengan misil berkecepatan hipersonik.

Pernyataan ini disampaikan langsung Presiden Putin yang sedang menghadiri perayaan Hari Angkatan Laut Rusia di St.Petersburg dimana menurut Kementerian Pertahanan Rusia uji coba misil hipersonik sudah mencapai tahap akhir, seperti yang dilansir dari Reuters

1. Misil Hipersonik Zircon berkecepatan 7400 km/jam

Angkatan Laut Rusia akan Segera Dipersenjatai Misil HipersonikIlustrasi Misil Hipersonik Zircon milik Federasi Rusia. twitter.com/VinodDX9

Hingga saat ini belum ada misil berkecepatan hipersonik yang berhasil diuji coba oleh dunia selain yang dikabarkan oleh Pemerintah Rusia. Dikutip dari The Sun, Militer Rusia sudah berhasil menguji coba Misil Hipersonik Zircon berkecepatan 7400 km/jam dimana misil ini menjadi satu-satunya misil yang dapat mencapai sasaran berjarak 965 km dalam waktu tujuh menit. 

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, Misil Hipersonik Zircon akan menjadi senjata termutakhir yang dapat mengubah pertempuran dunia. Misil Zircon selain berkecepatan hipersonik, juga dapat digunakan di kapal selam maupun kapal perang biasa dan bisa dipersenjatai hulu ledak nuklir apabila memang diperlukan. 

2. Ditambah dengan kehadiran 40 kapal baru dan torpedo drone bawah laut bersenjata nuklir

Angkatan Laut Rusia akan Segera Dipersenjatai Misil HipersonikTorpedo Poseidon berkemampuan drone dan bersenjata nuklir milik Federasi Rusia. twitter.com/NavyLookout

Selain dipublikasikannya Misil Hipersonik Zircon, Presiden Putin juga menyingkap perkembangan lain yang sedang dilakukan oleh Kementerian Pertahanan Rusia untuk menyokong kekuatan angkatan laut mereka. Putin menyampaikan jika tahun ini (2020) Angkatan Laut Rusia akan menerima 40 kapal baru yang terdiri dari berbagai jenis dan Poseidon yang merupakan terpedodrone bawah laut bersenjata nuklir, dilansir Reuters

Poseidon sendiri merupakan sebuah torpedo nuklir (nuklir bawah laut) yang dibuat khusus dalam bentuk drone sehingga dapat mencapai target tanpa harus mengorbankan kapal selam yang meluncurkan. Torpedo ini dianggap sebagai salah satu senjata pemusnah massal paling mematikan karena dapat menyebabkan tsunami besar untuk memusnahkan kota-kota di tepi pantai.

3. Menjadi ancaman serius untuk sistem pertahanan Negara Barat

Angkatan Laut Rusia akan Segera Dipersenjatai Misil HipersonikSeorang pemain Cymbal yang sedang konser di atas Kapal Perang Aurora yang bersejarah di Hari Angkatan Laut Rusia, pada 26 Juli 2020. twitter.com/PixiedustJtT

Keberhasilan Rusia dalam uji coba Misil Hipersonik Zircon dan Torpedo Nuklir Poseidon yang sudah mencapai tahap akhir akan menjadi ancaman serius bagi negara-negara Barat. Dilaporkan The Sun, sampai saat ini belum ada persenjataan Negara Barat yang dapat menyaingi kecepatan maupun daya hancur yang dimiliki Misil Zirkon dan Torpedo Poseidon.

Sebagai perbandingan, Angkatan Laut Inggris memiliki senjata Anti-Misil Ceptor berkecepatan 3700 km/jam yang merupakan misil tercepat di kelasnya, namun melihat keberhasilan Misil Hipersonik Zircon, misil yang dimiliki Inggris ini menjadi tidak ada apa-apanya.

Pengumuman Rusia menjadi ancaman serius bagi sistem pertahanan Negara Barat dimana mereka berada di posisi yang tidak menguntungkan. Putin pun juga berjanji tidak akan berpikir dua kali untuk menggunakan senjata dahsyat ini apabila ada negara yang mengancam kedaulatan dan kepentingan Federasi Rusia, seperti yang ia tujukan kepada AS jika berani meletakkan senjata nuklir berjarak menengah di Eropa. 

Baca Juga: Rusia Kirim Lebih Banyak Peralatan Militer ke Libya, AS Meradang

Karl Gading S. Photo Verified Writer Karl Gading S.

History Lovers and International Conflict Observer....

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya