Comscore Tracker

Jawab Tantangan Tiongkok, AU Taiwan Unjuk Kekuatan

Ketegangan semakin memuncak

Taipei, IDN Times - Angkatan Udara Taiwan pada hari Selasa (26/01), melaksanakan sebuah simulasi perang yang melibatkan empat jet tempur F-CK-1 dari Pangkalan Udara 1st Tactical Fighter Wing di Kota Tainan dengan persenjataan lengkap.

Keputusan unjuk kekuatan ini diambil Militer Taiwan setelah beberapa aksi yang dilakukan armada udara Angkatan Udara Tiongkok dalam beberapa hari terakhir yang terus menerobos zona identifikasi pertahanan udara Taiwan dalam jumlah besar tanpa alasan yang jelas, seperti yang dilansir dari Reuters.  

1. Dilakukan guna menjawab aksi pesawat militer Tiongkok dalam beberapa hari sebelumnya

Ketegangan antara Tiongkok dan Taiwan yang mencapai titik sengit dalam beberapa hari sebelumnya, memaksa Pemerintah Taiwan untuk tunjukkan kemampuan udaranya. Dikutip dari FocusTaiwan, setidaknya terdapat 29 pesawat Angkatan Udara Tiongkok yang terdiri dari pesawat pembom jarak jauh berkemampuan nuklir, pesawat jet tempur, hingga pesawat anti-kapal selamnya yang menerobos zona pertahanan udara milik Taiwan terhitung sejak tiga hari terakhir, dimana tantangan itu resmi dijawab Militer Taiwan dengan pelaksanaan simulasi perang yang melibatkan angkatan udaranya. 

Empat pesawat tempur buatan dalam negeri, F-CK-1 Ching-kuo, dilibatkan AU Taiwan dengan latihan lepas landas jarak pendek dan pendaratan menggunakan formasi taktis guna mempercepat waktu respon yang mereka miliki. Pesawat tempur Taiwan sendiri terlihat absen dalam dua hari terakhir, dimana Militer Taiwan hanya mengandalkan peringatan radio dan sistem pertahanan udaranya untuk mengusir pesawat-pesawat Tiongkok. 

2. Setiap pesawat dilengkapi rudal penjelajah buatan dalam negeri

Jawab Tantangan Tiongkok, AU Taiwan Unjuk KekuatanPesawat jet tempur F-CK-1 yang bersenjatakan misil udara-ke-udara, Sidewinder, buatan AS dan rudal penjelajah buatan dalam negeri, Wan Chien. twitter.com/MoNDefense

Baca Juga: TNI AL Tangkap Kapal Taiwan Penangkap Ikan Ilegal di Laut Natuna Utara

Meskipun jumlah pesawat yang Taiwan libatkan dalam simulasi perangnya sangatlah kecil, namun setiap dari pesawat tersebut sudah dipersenjatai dengan sangat lengkap. Berdasarkan informasi yang disampaikan Kementerian Pertahanan Taiwan, setiap dari pesawat yang dilibatkan sudah dipersenjatai misil udara-ke-udara buatan AS, Sidewinder, dan rudal penjelajah udara-ke-darat, Wan Chien, yang sangat dibanggakan Taiwan karena merupakan hasil produksi dalam negeri, dilansir dari Reuters

Rudal penjelajah buatan Taiwan ini dikembangkan oleh National Chung-Shan Institute of Science and Technology (NCSIST), dimana rudal tersebut memiliki jangkauan hingga Provinsi Fujian dan Guangdong di Republik Rakyat Tiongkok apabila ditembakkan dari Selat Taiwan. Selain rudal penjelajah, Taiwan juga berhasil mengembangkan misil udara-ke-udara, Sky Sword, yang merupakan pendamping misil Sidewinder buatan AS dalam misi patroli yang biasa dilakukan pesawat tempur AU Taiwan. 

3. Kesiapan penuh Taiwan menghadapi perang total dengan Tiongkok

Jawab Tantangan Tiongkok, AU Taiwan Unjuk KekuatanGround Crew dari 1st Tactical Fighter Wing Taiwan sedang mempersiapkan pesawat tempurnya untuk sebuah simulasi perang, pada 26 Januari 2021. twitter.com/MoNDefense

Kalah dalam jumlah alutsista militer, ternyata tidak membuat negara kecil seperti Taiwan mudah menyerah begitu saja kepada Beijing. Dilaporkan Reuters, menurut Kepala Perperangan Politik 1st Tactical Fighter Wing, Kolonel Lee Ching-shi, ia menyatakan jika seluruh pilot dan personel Angkatan Udara Taiwan "siap" menghadapi segala bentuk ancaman dari siapa pun, dan Lee juga menegaskan bahwa "kami tidak akan menyerahkan satu inci pun dari tanah kami", ujarnya. 

Dengan semakin memanasnya hubungan Taiwan-Tiongkok karena pendekatan yang dilakukan Washington kepada Taipei, hal ini membuat seluruh unsur pertahanan yang dimiliki Taiwan sedang dalam kewaspadaan tingkat tinggi. Ketegangan ini juga menjadi alasan utama mengapa Taiwan dalam beberapa waktu ke depan akan meningkatkan intensitas patroli udaranya agar dapat mengantisipasi penerobosan dalam jumlah besar oleh RRT. 

Baca Juga: COVID-19 Meningkat, Taiwan Batal Gelar Festival Lampion

Karl Gading S. Photo Verified Writer Karl Gading S.

History Lovers and International Conflict Observer....

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya