Comscore Tracker

Kasus Xinjiang, Anggota Parlemen AS Desak Disney Berikan Penjelasan

Apa yang terjadi dengan Disney? 

Washington D. C., IDN Times - Beberapa anggota dari Parlemen Amerika Serikat pada hari Jumat (11/09), mengirimkan sebuah surat yang berisi desakan kepada Perusahaan Disney agar memberikan penjelasan mendalam mengenai kegiatan perfilman mereka di Xinjiang.

Ketegangan antara Pemerintah Amerika Serikat dan RRT karena dugaan adanya kamp re-edukasi di Xinjiang, ikut menyeret Perusahaan Disney setelah mereka menampilkan ucapan terima kasihnya kepada Pihak "Keamanan dan Propaganda" Tiongkok Wilayah Xinjiang di akhir penayangan film Mulan, dilansir dari Reuters

1. Adanya koneksi Pihak "Keamanan dan Propaganda" Tiongkok di Xinjiang dengan Disney

Kasus Xinjiang, Anggota Parlemen AS Desak Disney Berikan PenjelasanPotongan akhir dari film Mulan yang menunjukkan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Tiongkok di Wilayah Xinjiang. twitter.com/FatherTF

Dalam pembuatan film Mulan, ternyata Disney sempat mengambil beberapa gambar di Wilayah Xinjiang yang diduga merupakan letak kamp re-edukasi Republik Rakyat Tiongkok khusus untuk Warga Muslim Uighur. Dikutip dari Reuters, karena merekam di Wilayah Xinjiang, Disney menggunakan koneksinya di dalam Pihak "Keamanan dan Propaganda" Tiongkok Wilayah Xinjiang agar mendapatkan akses syuting di sana. 

Koneksi inilah yang dipermasalahkan oleh banyak orang karena Disney dianggap telah mempromosikan dan mendukung kekejaman RRT secara internasional di Wilayah Xinjiang terhadap Warga Muslim Uighur. Akibat hal ini, film Mulan versi live-action yang membutuhkan anggaran sekitar $200 juta mulai mengalami kemunduran pesat dikarenakan banyak orang yang mengkritik film tersebut.

2. 18 Senator AS meminta penjelasan mendalam 

Kasus Xinjiang, Anggota Parlemen AS Desak Disney Berikan PenjelasanSenator AS dari kubu Republik, Marco Rubio, bersama delegasi dari Demonstran Hong Kong. twitter.com/marcorubio

Merupakan Perusahaan Amerika Serikat, Disney mendapat tekanan langsung dari Pemerintah AS karena keterlibatannya di Xinjiang. Setidaknya 18 Senator dan beberapa anggota Parlemen AS tergabung dari dua kubu yang berbeda, Demokrat dan Republik, membentuk sebuah kelompok untuk mendesak CEO Walt Disney, Bob Chapek, agar memberikan penjelasan mengenai kegiatan perfilman di Xinjiang, dilansir dari Tass

Kelompok ini dipimpin oleh seorang Senator Republik, Marco Rubio, yang merupakan Wakil Ketua Congressional-Executive Commission on China (CECC). CECC adalah sebuah lembaga di Pemerintahan Amerika Serikat yang mengawasi kegiatan HAM dan hukum di Tiongkok sebagaimana mereka langsung melapor ke Presiden Trump dan Kongres. 

3. Tiongkok terus menyangkal tuduhan adanya kamp re-edukasi di Xinjiang 

Kasus Xinjiang, Anggota Parlemen AS Desak Disney Berikan PenjelasanMasyarakat Muslim Uighur sedang menampilkan budaya mereka di depan turis mancanegara yang berkunjung ke Xinjiang. twitter.com/ChineseEmbinUS

Sudah banyak Negara Barat, terutama Amerika Serikat, yang menuduh adanya kamp re-edukasi yang dibangun secara khusus oleh Pemerintah Tiongkok di Wilayah Xinjiang untuk mengekang dan menghukum Warga Muslim Uighur secara tidak manusiawi. Dilaporkan Reuters, Kementerian Luar Negeri Tiongkok sudah berkali-kali menyangkal tuduhan adanya kamp re-edukasi di Xinjiang dimana Pemerintah RRT menganggap tuduhan itu sebagai sebuah kampanye anti-Tiongkok yang dilayangkan Negara Barat.

Menurut Pemerintah Tiongkok, semua tuduhan tidak berdasar dan yang dimaksudkan dari tuduhan tersebut adalah tempat pengajaran vokasi dan institut pendidikan bagi seluruh Masyarakat Xinjiang, bukan kamp re-edukasi. Walaupun begitu, Amerika Serikat tetap bersikukuh terhadap pijakan mereka dan Presiden Trump berencana untuk memblokir impor kapas dan tomat dari Wilayah Xinjiang. 

Baca Juga: 8 Fakta Legenda Hua Mulan dari Tiongkok, Pernah akan Dijadikan Selir!

Karl Gading S. Photo Verified Writer Karl Gading S.

History Lovers and International Conflict Observer....

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya