Comscore Tracker

Kemenlu Libya Pastikan Prajurit Asing Hengkang 

Keamanan Libya masih dipertayakan

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Libya Najla el-Mangoush menjelaskan bahwa prajurit asing yang sebelumnya memadati Libya sudah mulai kembali ke negaranya. Pernyataan itu disampaikan Kemenlu Libya, Minggu (03/10) setelah pemerintah Libya diketahui tengah mencari bantuan internasional untuk memulangkan yang tersisa. 

Dikutip dari Reuters, pemulangan saat ini diketahui merupakan proses tahap awal sehingga masih banyak prajurit asing di Libya. Tripoli berharap dalam waktu dekat berkat ulur tangan berbagai negara di dunia sisa-sisa prajurit asing yang tergolong sebagai tentara bayaran tersebut dapat segera dipulangkan. 

1. Masih diperlukan proses pemulangan dalam jumlah besar

Libya akui jika proses pemulangan yang sedang mereka jalankan tergolong sederhana. Menurut Menlu Libya Najla el-Mangoush, diperlukan sebuah operasi yang jauh lebih besar dan terorganisir guna menjamin pemulangan seluruh prajurit asing dari Libya, seperti yang dilansir dari Reuters.

"Kami sedang mencari cara yang lebih besar dan komprehensif untuk mengeluarkan tentara bayaran," ujar Najla. 

Tingginya intensitas prajurit asing atau bayaran membuat pemerintahan persatuan Libya yang tergolong baru diambang ancaman keamanan. Loyalitas kelompok prajurit asing tersebut yang berbeda-beda dikabarkan dapat menghalangi proses transisi damai di Libya. 

2. Sekretaris PBB ingatkan negara-negara yang terlibat tarik seluruh aset militer dari Libya

Kemenlu Libya Pastikan Prajurit Asing Hengkang Hasil citra Satelit Amerika Serikat yang berhasil menangkap aktivitas pergiriman senjata oleh Rusia di Libya, pada 13 Juli 2020. twitter.com/USAfricaCommand

Baca Juga: 2 Tewas dalam Insiden Helikopter Jatuh di Libya Timur

Perang Saudara Libya tidak hanya melibatkan dua kubu pemerintahan yang berbeda pandangan. Sebagai salah satu negara di kawasan strategis dan sumber daya minyaknya yang melimpah, kehadiran Konflik Libya menarik banyak negara ke dalam perang itu. 

Melansir AP, mengetahui adanya keterlibatan kekuatan asing di Libya hingga saat ini, pada awal September 2021 lalu Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mendesak penarikan penuh aset dan bantuan militer mereka dari Libya. 

Guterres menilai negara-negara yang terlibat dalam pengiriman bantuan persenjataan dan melibatkan prajurit asing di Libya melanggar keputusan embargo senjata PBB atas Libya. Meskipun perang di Libya sudah selesai dengan ditandatanganinya gencatan senjata, namun besarnya pengaruh "asing" bisa mengubah seluruhnya. 

3. Ribuan prajurit asing memenuhi Libya akibat perang saudara

Kemenlu Libya Pastikan Prajurit Asing Hengkang Prajurit-prajurit yang sedang mempersiapkan persenjataan untuk bertempur dalam Perang Saudara Libya. twitter.com/Sobrienegritepe

Konflik panjang dan berdarah di Libya berawal pada 2011 ketika kekuasaan Gadaffi ditumbangkan. Tanpa adanya kepemimpinan yang kuat di Libya beberapa faksi mulai mengklaim kursi kekuasaan hingga akhirnya menyeret negara tersebut dalam perang saudara. 

Dilaporkan Reuters, akibat perang saudara inilah mengapa ribuan prajurit asing yang menjadi tentara bayaran, seperti dari Rusia, Suriah, Sudan dan Chad, membanjiri Libya. Tentara bayaran itu sebelumnya dikabarkan terlibat aktif dalam berbagai pertempuran antara Pemerintahan Tripoli dan Pemerintahan Tobruk untuk beberapa tahun. 

Sekarang dengan berdamainya kedua kubu tersebut sejak 2020, kehadiran prajurit asing di Libya tanpa tujuan yang jelas mengkhawatirkan berbagai pihak, tidak terkecuali pemerintah Libya yang sempat menggunakan mereka selama perangnya. 

Baca Juga: PBB Setujui Penempatan 60 Pemantau Gencatan Senjata di Libya

Karl Gading S. Photo Verified Writer Karl Gading S.

History Lovers and International Conflict Observer....

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya