Comscore Tracker

Lukashenko: Belarusia Siap Dukung Rusia jika Perang Terjadi

Persaudaraan sehidup semati

Jakarta, IDN Times - Presiden Belarusia Alexander Lukashenko menegaskan posisi Belarusia akan selalu siap mendukung Rusia apabila perang tidak terhindari. Pernyataan itu disampaikan Lukashenko, Senin (29/11) dalam sebuah rapat bersama petinggi militer Belarusia.

Melansir ABC News, Lukashenko menilai situasi serius yang dihadapi Belarusia dan Rusia sekarang adalah sebuah rencana yang sengaja dilancarkan Negara Barat.

Belarusia yang menghadapi krisis imigran ilegal dan ketegangan di perbatasan Rusia-Ukraina menjadi dua permasalahan yang disorot Lukashenko sebagai kawan dekat Presiden Rusia Vladimir Putin.

1. NATO dituduh sebagai dalang ketegangan regional

Perselisihan yang sedang memuncak di sepanjang perbatasan Eropa Timur berkali-kali menuduh Belarusia dan Rusia sebagai duo utama dalang masalah. Meskipun begitu, Belarusia memiliki pendangan lain atas tuduhan yang dilontarkan tersebut.

Dikutip dari The Telegraph, Presiden Lukashenko secara gamplang menuduh NATO sebagai aktor utama dari ketegangan yang sedang terjadi secara regional. Hal itu menurutnya ditunjukkan dengan sikap NATO yang sengaja memprovokasi Rusia terkait konflik di Ukraina Timur.

“Jika mereka (NATO) melancarkan perang di Ukraina Timur atau di suatu tempat di dekat perbatasan Rusia, maka Belarusia dipastikan tidak akan tinggal diam," ujar Presiden Belarusia Alexander Lukashenko.

Bahkan Lukashenko tidak segan berpihak kepada Rusia apabila perselisihan saat ini berubah menjadi perang.

“Sangat jelas di pihak siapa Belarusia akan berada," tambahnya.

2. Belarusia tuding Lithuania buang mayat imigran ke perbatasan

Lukashenko: Belarusia Siap Dukung Rusia jika Perang TerjadiPerbatasan Lithuania-Belarusia yang sudah diperkuat dengan pagar pembatas dan kamera. twitter.com/LithuanianGovt

Baca Juga: Agen Intelijen Rusia Dilaporkan Tewas di Depan Kedubes Rusia, Jerman

Selain membahas ancaman perang Rusia-Ukraina akibat NATO, Lukashenko juga membicarakan masalah imigran ilegal. Tidak berfokus ke Polandia, Belarusia kali ini menuding Lithuania telah melakukan sebuah tindakan keji.

Berdasarkan pernyataan Lukashenko, Pasukan Perbatasan Belarusia menemukan setidaknya dua mayat imigran ilegal yang sengaja dibuang oleh militer Lithuania, seperti yang dilansir dari ABC News.

Menanggapi tudingan tersebut pemerintah Lithuania secara tegas menyangkal segala tuduhan yang dilayangkan Minsk terhadap negaranya. Menurut Pasukan Penjaga Perbatasan Lithuania justru Belarusia lah yang menyulut aksi pemukulan di kalangan imigran di perbatasan hingga menyebabkan korban luka dan tewas. 

3. Ancaman perang besar antara Rusia dan Ukraina

Lukashenko: Belarusia Siap Dukung Rusia jika Perang TerjadiKendaran anti-udara 2S38 Derivatsiya milik Rusia dalam parade militer Hari Kemenangan Perang Patriotik Raya yang sempat tertunda, pada 24 Juni 2020. twitter.com/Defence_blog

Isu ancaman invasi Rusia ke Ukraina sebelumnya sempat memuncak pada Juni 2021 silam. Namun semua kembali normal setelah ribuan prajurit dan alutsista Rusia ditarik jauh dari perbatasan Rusia-Ukraina.

Dilaporkan The Telegraph, ketakutan itu mulai terulang lagi dalam beberapa minggu terakhir setelah Ukraina melaporkan terdapat sekitar 115 ribu Prajurit Rusia di sepanjang perbatasannya.

Kondisi ini dipercaya banyak ahli dapat dengan mudah berubah menjadi perang besar yang akan mengguncang Eropa. Bahkan upaya perdamaian seperti tawaran mediasi dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ditolak mentah-mentah oleh Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov. Di mana Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba menyambut baik usulan Turki.

Bagi Peskov satu-satunya cara perdamaian dapat tercapai di Ukraina Timur adalah dengan komunikasi langsung antara Ukraina kepada pihak separatis melalui Rusia. 

Baca Juga: Eropa Timur Tegang, Ukraina-Rusia Gelar Latihan Tempur

Karl Gading S. Photo Verified Writer Karl Gading S.

History Lovers and International Conflict Observer....

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya