Comscore Tracker

Microsoft dan Pemerintah AS Kejar Pembahasan Akusisi TikTok

Lanjutan drama AS-Tiongkok

Washington DC, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat dan Perusahaan Microsoft pada hari Minggu (02/08), menyetujui pembahasan lanjutan mengenai akusisi aplikasi yang sangat terkenal di dunia, TikTok.

Presiden Donald Trump sangat mengkhawatirkan terjadinya pelanggaran privasi data Masyarakat AS yang memainkan TikTok akibat ketegangan antara AS-Tiongkok yang semakin memanas, seperti yang dilansir dari New York Times

1. Terjadi perbicangan antara CEO Microsoft dan Trump

Microsoft dan Pemerintah AS Kejar Pembahasan Akusisi TikTokCEO Microsoft Satya Nadella. twitter.com/Plat4omLive

Pemikiran Trump untuk melarang penggunaan TikTok di Amerika Serikat membuat dirinya tengah mengupayakan segala cara agar dapat meminimalisir pencurian data oleh Pemerintah Tiongkok. Dikutip langsung dari halaman resmi Microsoft, Presiden Trump dan CEO Microsoft, Satya Nadella, menyetujui jika Perusahaan Microsoft akan melanjutkan pembicaraan bersama Pemerintah AS mengenai upaya pembelian TikTok di Amerika Serikat.

Sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar dan berpengaruh di dunia, Microsoft sudah menjadi pionir dalam memajukan kekuatan daya saing teknologi AS. Keterlibatan perusahaan sebesar Microsoft ini dalam kisruh politik AS-Tiongkok, tentunya akan membuka sebuah kesempatan maupun ancaman terhadap persaingan teknologi global. 

2. Microsoft mencoba amankan privasi data warga AS

Microsoft dan Pemerintah AS Kejar Pembahasan Akusisi TikTokLogo Microsoft. twitter.com/ryancsmith2222

Ketika Trump memilih Microsoft bersama ByteDance sebagai perusahaan yang akan menjadi garda terdepan dalam pembelian aplikasi TikTok, ternyata bukan karena alasan sepele. Apabila Microsoft jadi membeli TikTok untuk Wilayah Amerika Serikat, perusahaan ini menjamin mereka akan menjaga privasi data Warga AS dengan cara memindahkan semua data yang terletak di luar negeri ke Daratan AS dan tidak lupa menghapus data awal setelah melakukan pemindahan, dilansir dari Microsoft

Microsoft sangat mengapresiasi kepedulian Trump yang mencoba melindungi privasi data Masyarakat AS dari ancaman pencurian ataupun pembobolan dari pihak yang tidak bertanggungjawab. Meskipun Microsoft berencana menyelesaikan pembicaraan paling lama hingga 15 September 2020, mereka tidak dapat menjamin jika semuanya akan sesuai prediksi karena belum adanya keputusan resmi dari perusahaan. 

3. Trump ternyata sudah diingatkan sejak lama

Microsoft dan Pemerintah AS Kejar Pembahasan Akusisi TikTokLogo Tik Tok. twitter.com/Fortunenews2day

Meradangnya hubungan AS dan Tiongkok dalam beberapa waktu terakhir, mendorong Trump untuk melakukan hal drastis yang dianggap dapat merusak citra politiknya dan stabilitas ekonomi. Dilaporkan New York Times, Pemerintah AS sendiri ternyata sudah diingatkan dari tahun 2019 oleh Senator Marco Rubio mengenai ancaman keamanan privasi data yang ditawarkan aplikasi asal Tiongkok tersebut.

Rubio dalam pernyataannya melalui Twitter, "saya termasuk orang pertama yang memperingatkan bahaya yang ditimbulkan TikTok pada tahun lalu." Ia juga menambahkan jika dirinya beserta beberapa Senator dan Pebisnis AS sudah berdiskusi bersama Trump tentang kegiatan selanjutnya yang perlu dilakukan Amerika Serikat menghadapi ancaman TikTok.

Baca Juga: Jika Microsoft Jadi Beli TikTok, Trump Minta AS Dapat Jatah Besar

Karl Gading S. Photo Verified Writer Karl Gading S.

History Lovers and International Conflict Observer....

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya