Comscore Tracker

Sempat Terhambat, Uni Eropa Akhirnya Berlakukan Sanksi untuk Belarusia

Bukan untuk Alexander Lukashenko

Brussels, IDN Times - Uni Eropa pada hari Jumat (02/10), dalam pertemuan bersama seluruh 27 negara anggotanya di Ibu Kota Belgia, Brussels, telah resmi menjatuhkan sanksi individual terhadap Pemerintah Belarusia sebagai hukuman atas aksi kekerasan dan kecurangan dalam Pilpres Belarusia 2020.

Keputusan ini sempat tertunda dimana seharusnya Uni Eropa sudah lama menjatuhkan sanksi, namun dikarenakan Republik Siprus yang menjadi satu-satunya negara di Uni Eropa yang menolak pemberlakuan sanksi, keputusan tidak dapat disetujui, seperti yang dilansir dari The Guardian

1. 40 Pejabat Belarusia menjadi target sanksi individual Uni Eropa, Lukashenko tidak termasuk

Sempat Terhambat, Uni Eropa Akhirnya Berlakukan Sanksi untuk BelarusiaPresiden Belarusia Alexander Lukashensko yang ditemani Presiden Austria Alexander Van der Bellen dalam kunjungan kenegaraan ke Austria, pada tahun 2019 lalu. instagram.com/vanderbellen/

Uni Eropa akhirnya dapat menyepakati sanksi individual berupa larangan bepergian dan pembekuan aset luar negeri untuk puluhan Pejabat Pemerintah Belarusia, tetapi tidak untuk Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko. Dikutip dari Reuters, setidaknya ada 40 nama pejabat dari Pemerintahan Belarusia, beberapa di antaranya adalah Menteri Dalam Negeri Belarusia, Yuri Karaev, dan kepala komisi pemilihan umum Belarusia, Lidia Mikhailovna Yermoshina, menjadi sasaran sanksi Uni Eropa.

Beberapa pejabat lainnya yang dikenakan sanksi individual merupakan mereka yang terlibat dalam aksi kekerasan, penangkapan secara paksa, dan penyiksaan, terhadap demonstran pro-demokrasi di penjuru Belarusia. Alasan mengapa Uni Eropa memberi pengecualian untuk Lukashenko, karena mereka ingin memberi efek jerak kepada Lukashenkso sehingga dirinya mau menyelenggarakan ulang pilpres yang dicurangi pada 9 Agustus 2020 kemarin. 

2. Uni Eropa berhasil meyakinkan Republik Siprus

Siprus tangguh atas keinginannya agar Uni Eropa bertindak adil melalui pemberian sanksi kepada Turki atas kegiatan eksplorasi di Laut Mediterania Timur. Menanggapi aksi protes Republik Siprus yang menghalang penjatuhan sanksi terhadap Belarusia, Uni Eropa memberikan jaminan penuh kepada Pemerintah Siprus bahwa sanksi akan diberlakukan untuk Turki jika mereka tetap melanjutkan kegiatan eksplorasi minyak bumi dan gas alam di Mediterania, dilansir dari AlJazeera

Melihat situasi ini, Kementerian Luar Negeri Turki menyebutkan jika relasi Uni Eropa-Turki sedang "disandera" oleh Pemerintah Siprus dan Yunani. Turki sangat menyayangkan pernyataan Uni Eropa yang akan menjatuhkan sanksi terhadap Pemerintahan Turki, walaupun menurut mereka yang dilakukan di sana hanyalah membela kepentingan Republik Turki Siprus Utara. 

3. Belarusia bersumpah untuk membalas 

Sempat Terhambat, Uni Eropa Akhirnya Berlakukan Sanksi untuk BelarusiaPertemuan Presiden Belarusia, Lukashenko, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Sochi, Rusia, pada 14 September 2020. twitter.com/KremlinRussia_E

Belarusia sangat tidak senang mendengar Uni Eropa berani menjatuhkan sanksi individual terhadap pejabat negaranya. Dilaporkan Reuters, Kementerian Luar Negeri Belarusia menjelaskan bahwa mereka sudah menyiapkan daftar orang-orang di Uni Eropa yang akan dilarang masuk ke Belarusia sebagai bentuk pembalasan. 

Pemerintah Belarusia juga menambahkan bahwa tidak akan mengumumkan daftar tersebut kepada publik, di mana hal tersebut berbanding terbalik dengan Uni Eropa yang secara transparan memberikan semua nama dari 40 Pejabat Belarusia yang disanksinya. Masih belum ada kepastian dilanjutkannya pemberian sanksi lain yang sudah ataupun tengah dipersiapkan Belarusia.

Baca Juga: Situasi Memanas, Ukraina Bekukan Hubungan Diplomatik dengan Belarusia

Karl Gading S. Photo Verified Writer Karl Gading S.

History Lovers and International Conflict Observer....

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya