Comscore Tracker

Gencatan Senjata Diumumkan, Ini 3 Kondisi Terkini di Afganistan

Tak ada yang bisa lari dari amukan Taliban

Jakarta, IDN Times - Sepak terjang Taliban dalam beberapa bulan terakhir benar-benar mengguncangkan Afganistan. Pasukan pemerintah Afganistan yang semula dapat menguasai keadaan berkat bantuan Militer Amerika Serikat dan sekutunya, sekarang mulai dipukul mundur habis-habisan oleh pejuang Taliban.

Dikutip dari Reuters, Kamis (15/7/2021), Pemerintah Provinsi Barat Afganistan mengumumkan gencatan senjata sementara dengan Taliban setelah 10 tetua suku sukses bernegosiasi dengan Taliban dan Pemerintah Provinsi Barat Afganistan. Kendati, menurut seorang Juru Bicara Taliban, gencatan senjata yang diakui Taliban hanya berlaku di Kota Qala-e-Naw, bukan di seluruh Wilayah Barat Afganistan.

Berikut adalah kondisi terkini di Afganistan pasca-pengumuman gencatan senjata di barat Afganistan.

Baca Juga: 3 Perbatasan Darat Afganistan yang Dikuasai Taliban

1. Lima perbatasan darat Afganistan berhasil dikuasai Taliban

Gencatan Senjata Diumumkan, Ini 3 Kondisi Terkini di AfganistanBendera Taliban berkibar di Pos Perbatasan Afganistan-Pakistan. twitter.com/MWaqar_Bhatti

Serangan yang dilancarkan Taliban terbukti efektif karena terus memukul mundur militer Afganistan, secara khusus di daerah perbatasan. Sebagai negara yang berbatasan langsung dengan lima negara, yaitu Iran, Pakistan, Turkmenistan, Tajikistan, dan Uzbekistan, pemerintah Afganistan secara resmi tidak lagi menguasai pos-pos perbatasan tersebut setelah direbut Taliban. 

Dilaporkan The Guardian, pada Selasa (13/7/2021) malam, salah satu pos perbatasan darat terakhir yang masih dikuasai pemerintah Afganistan di Spin Boldak (Afganistan-Pakistan) berhasil ditaklukkan pejuang Taliban, di mana seluruh prajurit Afganistan yang berjaga langsung menyerah tanpa memberikan perlawanan.

Jatuhnya perbatasan Afganistan-Pakistan menjadi pukulan keras yang harus diterima pemerintah Afganistan, karena dengan lepasnya pengaruh mereka di setiap perbatasan maka legitimasinya sebagai pemerintahan yang berdaulat di Afganistan akan semakin berkurang.

Kekalahan telak yang dialami militer Afganistan di wilayah perbatasan membuat negara-negara tetangganya, seperti Turkmenistan dan Tajikistan, mulai memperkuat perbatasan mereka dengan Afganistan guna mengantisipasi limpahan konflik dan infiltrasi.

2. Taliban duduki 54 persen wilayah Afganistan

Gencatan Senjata Diumumkan, Ini 3 Kondisi Terkini di AfganistanCuplikan suasana di wilayah yang dikuasai Taliban. twitter.com/pagossman

Keputusan Amerika Serikat meninggalkan Afganistan berubah menjadi malapetaka dan mimpi buruk bagi pemerintah Afganistan. Tidak siap menghadapi pemberontakan penuh yang dilakukan Taliban di seluruh penjuru negeri, pemerintah Afganistan secara bertahap terus kehilangan kontrolnya terhadap distrik-distrik yang sebelumnya telah mereka kuasai penuh. 

Per 15 Juli 2021, pemerintah Afganistan hanya dapat menguasai 78 distrik sedangkan Taliban berhasil memperluas kekuasaannya hingga 219 distrik atau setara dengan 54 persen wilayah Afganistan, seperti yang dilansir dari Long War Journal. Sekitar 110 distrik lainnya masih menjadi kawasan yang diperebutkan di mana sebagian besar pertempuran terjadi di timur Afganistan. 

Sebagai pihak yang berhasil menduduki sebagian besar wilayah Afganistan, Taliban tercatat bertanggung jawab atas 13.8 juta warga Afganistan atau sekitar 42 persen dari total keseluruhan populasi negara tersebut.

3. Ribuan militer Afganistan membelot ke Taliban

Gencatan Senjata Diumumkan, Ini 3 Kondisi Terkini di AfganistanIlustrasi pertempuran pasukan Afganistan dengan pemberontak Taliban. twitter.com/SAfmRadio

Gerak laju Taliban yang sulit dihentikan menyebabkan banyak prajurit Afganistan pasrah. Terbatasanya sumber daya manusia maupun persenjataan yang diperlukan militer Afganistan untuk membendung serangan Taliban, menjadi salah satu alasan mengapa banyak prajurit mereka yang lebih memilih lari ketimbang bertempur.

Dilansir dari CNN, Taliban mengumumkan pada Senin (12/7/2021), terdapat ribuan prajurit Afganistan sudah membelot dan menyatakan kesetiaannya terhadap Taliban serta Emirat Islam Afganistan. Walaupun pernyataan tersebut belum dapat dikonfirmasi kebenarannya, namun sudah banyak laporan yang menunjukkan prajurit Afganistan yang menyerah tanpa menembakkan senjatanya sekali pun. 

Keberhasilan Taliban terbukti cukup meruntuhkan moral dan kesetiaan prajurit Afganistan yang sebelumnya dipercaya sudah siap menggantikan peran militer AS di Afganistan. Sekarang pertempuran antar keduanya akan terus berlanjut di setiap distrik, sampai kedua belah pihak setuju untuk menyingkirkan semua perbedaan yang mereka miliki, atau salah satu dari mereka menyerah tanpa syarat.

Baca Juga: Pertempuran Militer Afganistan-Taliban Terjadi di Perbatasan Pakistan

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya